<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proyek PLTU Labuan Unit 1 Selesai</title><description>Pemerintah  telah menyelesaikan pembangunan Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuan unit 1 di  Banten sebesar 300 megawatt (MW).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2009/11/08/320/273393/proyek-pltu-labuan-unit-1-selesai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2009/11/08/320/273393/proyek-pltu-labuan-unit-1-selesai"/><item><title>Proyek PLTU Labuan Unit 1 Selesai</title><link>https://economy.okezone.com/read/2009/11/08/320/273393/proyek-pltu-labuan-unit-1-selesai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2009/11/08/320/273393/proyek-pltu-labuan-unit-1-selesai</guid><pubDate>Minggu 08 November 2009 15:08 WIB</pubDate><dc:creator>Anang Purwanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/08/320/273393/LKpMkgZurZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/08/320/273393/LKpMkgZurZ.jpg</image><title>Foto: Koran SI</title></images><description> JAKARTA - Pemerintah  telah menyelesaikan pembangunan Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuan unit 1 di  Banten sebesar 300 megawatt (MW). Pembangunan PLTU ini, bagian dari proyek  listrik 10 ribu MW yang dilakukan pemerintah.&amp;quot;Listrik sudah  mengalir dari pembangkit tenaga listrik Proyek Listrik 10.000 MW yaitu PLTU Labuan unit 1 di Banten sebesar  300 MW. Bulan depan, unit 2 dengan kapasitas yang sama akan mulai mengirimkan  listrik ke pelanggan PLN,&amp;quot; ungkap Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi  Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Berbahan Bakar Batu Bara atau lebih dikenal sebagai Tim Perpres 72  Tahun 2006 Yogo Pratomo, Sabtu kemarin. Konstruksi  pembangkit-pembangkit listrik lainnya terus berlanjut seiring dengan telah  tersedianya hampir seluruh pendanaan yang dibutuhkan. Dana dalam bentuk mata  uang asing dibutuhkan USD4,9 miliar dan telah tersedia USD4,5 miliar.  Dana dalam negeri dibutuhkan Rp19 triliun  yang seluruhya sudah tersedia.Sumber pinjaman  valuta asing tersebut adalah bank luar negeri seperti China Exim Bank, Bank of  China, Commercial Development Bank, Barclays, ICBC Bank, dan bank dalam negeri seperti Bank BRI, Bank  BNI, serta Bank Pembangunan Daerah yang tergabung dalam Asosiasi Bank  Pembangunan Daerah atau ASBANDA. Pinjaman rupiah diberikan oleh Bank Mandiri,  Bank BNI, Bank BRI, Bank BCA, Bank Bukopin, Bank Mega, dan ASBANDA.Untuk proyek  transmisi dibutuhkan Rp13 triliun dan USD1  miliar. Dana yang sudah dipastikan tersedia berasal dari APBN dan Obligasi PLN  sebesar hampir Rp6 triliun. Dana lainnya  masih dalam proses dan diharapkan segera tersedia.Â </description><content:encoded> JAKARTA - Pemerintah  telah menyelesaikan pembangunan Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuan unit 1 di  Banten sebesar 300 megawatt (MW). Pembangunan PLTU ini, bagian dari proyek  listrik 10 ribu MW yang dilakukan pemerintah.&amp;quot;Listrik sudah  mengalir dari pembangkit tenaga listrik Proyek Listrik 10.000 MW yaitu PLTU Labuan unit 1 di Banten sebesar  300 MW. Bulan depan, unit 2 dengan kapasitas yang sama akan mulai mengirimkan  listrik ke pelanggan PLN,&amp;quot; ungkap Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi  Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Berbahan Bakar Batu Bara atau lebih dikenal sebagai Tim Perpres 72  Tahun 2006 Yogo Pratomo, Sabtu kemarin. Konstruksi  pembangkit-pembangkit listrik lainnya terus berlanjut seiring dengan telah  tersedianya hampir seluruh pendanaan yang dibutuhkan. Dana dalam bentuk mata  uang asing dibutuhkan USD4,9 miliar dan telah tersedia USD4,5 miliar.  Dana dalam negeri dibutuhkan Rp19 triliun  yang seluruhya sudah tersedia.Sumber pinjaman  valuta asing tersebut adalah bank luar negeri seperti China Exim Bank, Bank of  China, Commercial Development Bank, Barclays, ICBC Bank, dan bank dalam negeri seperti Bank BRI, Bank  BNI, serta Bank Pembangunan Daerah yang tergabung dalam Asosiasi Bank  Pembangunan Daerah atau ASBANDA. Pinjaman rupiah diberikan oleh Bank Mandiri,  Bank BNI, Bank BRI, Bank BCA, Bank Bukopin, Bank Mega, dan ASBANDA.Untuk proyek  transmisi dibutuhkan Rp13 triliun dan USD1  miliar. Dana yang sudah dipastikan tersedia berasal dari APBN dan Obligasi PLN  sebesar hampir Rp6 triliun. Dana lainnya  masih dalam proses dan diharapkan segera tersedia.Â </content:encoded></item></channel></rss>
