<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Listrik Padam karena Investasi 10 Ribu MW Telat</title><description>Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar menyatakan bahwa pemadaman listrik bergilir yang terjadi akhir-akhir ini memang merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2009/11/26/320/279501/listrik-padam-karena-investasi-10-ribu-mw-telat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2009/11/26/320/279501/listrik-padam-karena-investasi-10-ribu-mw-telat"/><item><title>Listrik Padam karena Investasi 10 Ribu MW Telat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2009/11/26/320/279501/listrik-padam-karena-investasi-10-ribu-mw-telat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2009/11/26/320/279501/listrik-padam-karena-investasi-10-ribu-mw-telat</guid><pubDate>Kamis 26 November 2009 15:46 WIB</pubDate><dc:creator>Andina Meryani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/26/320/279501/0uco3dKmKv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Direktur PLN Fahmi Mochtar. Foto: Andina Meryani/Okezone.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/26/320/279501/0uco3dKmKv.jpg</image><title>Direktur PLN Fahmi Mochtar. Foto: Andina Meryani/Okezone.com</title></images><description>JAKARTA - Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar menyatakan bahwa pemadaman listrik bergilir yang terjadi akhir-akhir ini memang merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan.Ini karena keterlambatan investasi dalam pembangunan proyek 10 ribu MW yang semestinya dimulai pada 2006, namun baru bisa dikerjakan pada 2008 lalu.&amp;quot;Kejadiannya baru di 2009, padahal seharusnya 2006 kemarin sudah investasi, tapi ternyata terlambat, akhirnya seperti ini,&amp;quot; tukas Fahmi, seusai rapat kerja dengan Komisi XI, di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/11/2006).Seperti diketahui, sudah beberapa bulan belakangan pemadaman bergilir terjadi di seluruh wilayah Jakarta, bahkan hingga ke berbagai daerah. Hal ini tentunya mengganggu aktivitas masyarakat.Adapun diberitakan sebelumnya, sistem kelistrikan nasional diperkirakan baru akan kembali normal dalam kurun waktu 6-8 bulan mendatang, itu pun hanya untuk menghindari kondisi biarpet yang selalu terjadi di beberapa daerah.Setidaknya, diperlukan dana sekira Rp28,8 triliun untuk mengisi shortage listrik, dan bukan untuk mengantisipasi pertumbuhan listrik.&amp;quot;Kira-kira masih perlu 6-8 bulan untuk stop pemadaman dengan dana yang diperlukan Rp28,8 triliun untuk mengisi shortage saja bukan mengantisipasi pertumbuhan,&amp;quot; ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Rabu (25/11/2009) malam.Â </description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar menyatakan bahwa pemadaman listrik bergilir yang terjadi akhir-akhir ini memang merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan.Ini karena keterlambatan investasi dalam pembangunan proyek 10 ribu MW yang semestinya dimulai pada 2006, namun baru bisa dikerjakan pada 2008 lalu.&amp;quot;Kejadiannya baru di 2009, padahal seharusnya 2006 kemarin sudah investasi, tapi ternyata terlambat, akhirnya seperti ini,&amp;quot; tukas Fahmi, seusai rapat kerja dengan Komisi XI, di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/11/2006).Seperti diketahui, sudah beberapa bulan belakangan pemadaman bergilir terjadi di seluruh wilayah Jakarta, bahkan hingga ke berbagai daerah. Hal ini tentunya mengganggu aktivitas masyarakat.Adapun diberitakan sebelumnya, sistem kelistrikan nasional diperkirakan baru akan kembali normal dalam kurun waktu 6-8 bulan mendatang, itu pun hanya untuk menghindari kondisi biarpet yang selalu terjadi di beberapa daerah.Setidaknya, diperlukan dana sekira Rp28,8 triliun untuk mengisi shortage listrik, dan bukan untuk mengantisipasi pertumbuhan listrik.&amp;quot;Kira-kira masih perlu 6-8 bulan untuk stop pemadaman dengan dana yang diperlukan Rp28,8 triliun untuk mengisi shortage saja bukan mengantisipasi pertumbuhan,&amp;quot; ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Rabu (25/11/2009) malam.Â </content:encoded></item></channel></rss>
