<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2010, IHSG Berpeluang Tembus 3.000</title><description>Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada 2010 berpeluang menembus level 3.000 seiring pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok 5,5 persen dan pulihnya krisis ekonomi global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2009/11/28/278/279852/2010-ihsg-berpeluang-tembus-3-000</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2009/11/28/278/279852/2010-ihsg-berpeluang-tembus-3-000"/><item><title>2010, IHSG Berpeluang Tembus 3.000</title><link>https://economy.okezone.com/read/2009/11/28/278/279852/2010-ihsg-berpeluang-tembus-3-000</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2009/11/28/278/279852/2010-ihsg-berpeluang-tembus-3-000</guid><pubDate>Sabtu 28 November 2009 13:21 WIB</pubDate><dc:creator>Whisnu Bagus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/28/278/279852/lz5Gi3U0j2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Papan Perdagangan IHSG. Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/28/278/279852/lz5Gi3U0j2.jpg</image><title>Papan Perdagangan IHSG. Foto: Koran SI</title></images><description>JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada 2010 berpeluang menembus level 3.000 seiring pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok 5,5 persen dan pulihnya krisis ekonomi global.&amp;quot;Saham masih akan bagus, mungkin bisa sampai 3.000,&amp;quot; kata pengamat ekonomi dari INDEF Aviliani, di sela diskusi &amp;quot;Peluang Sektor Energi dan Outlook 2009&amp;quot;, di Jakarta belum lama ini.Menurut dia, potensi pergerakan IHSG menembus hingga level 3.000 di tahun depan sangat memungkinkan jika pertumbuhan ekonomi nasional dijaga di level 5,5-5,6 persen.Hal lain yang harus diperhatikan adalah nilai tukar dolar terhadap rupiah harus di bawah Rp10.000. &amp;quot;Kalau ini dijaga maka akan memberikan sentimen positif bagi pasar modal,&amp;quot; katanya.Selanjutnya adalah menjaga laju inflasi dan mencermati pergerakan harga minyak mentah dunia. Jika harga minyak di 2010 berada di level USD70-USD80 per barel, secara umum akan berdampak bagus.&amp;quot;Pasar modal kita masih menjadi surga bagi investor,&amp;quot; kata wanita yang juga menjabat sebagai komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini.Proyeksi pertumbuhan IHSG di 2010 lanjut dia, tak lepas dari tren pergeseran nilai produk domestik bruto (PDB) dari negara-negara maju ke negara berkembang.Pasalnya, krisis ekonomi 2008 lalu membuat negara-negara maju mengalami defisit pembiayaan yang cukup besar. Sementara negara-negara di Asia seperti China dan India, termasuk Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang positif.&amp;quot;Kondisi ini membuat PDB negara maju akan menurun, sedangkan negara di Asia, termasuk kita akan bertambah,&amp;quot; kata Aviliani.Menurut dia, pergerakan IHSG pada 2010 akan lebih baik dari tahun ini jika didukung dengan situasi hukum dan perpolitikan yang kondusif. Pasalnya, polemik yang terjadi akhir-akhir ini telah menguras pikiran dan tenaga pemerintah sehingga sedikit melupakan kebijakan ekonomi. &amp;quot;Jangan sampai uang yang sudah masuk keluar lagi,&amp;quot; kata Aviliani.Sementara peluang sektor pertambangan di 2010 menurut Aviliani, masih terbuka lebar. Pasalnya, potensi yang ada belum tergarap maksimal karena minimnya investasi. &amp;quot;Ini yang perlu diperhatikan,&amp;quot; katanya.Â </description><content:encoded>JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada 2010 berpeluang menembus level 3.000 seiring pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok 5,5 persen dan pulihnya krisis ekonomi global.&amp;quot;Saham masih akan bagus, mungkin bisa sampai 3.000,&amp;quot; kata pengamat ekonomi dari INDEF Aviliani, di sela diskusi &amp;quot;Peluang Sektor Energi dan Outlook 2009&amp;quot;, di Jakarta belum lama ini.Menurut dia, potensi pergerakan IHSG menembus hingga level 3.000 di tahun depan sangat memungkinkan jika pertumbuhan ekonomi nasional dijaga di level 5,5-5,6 persen.Hal lain yang harus diperhatikan adalah nilai tukar dolar terhadap rupiah harus di bawah Rp10.000. &amp;quot;Kalau ini dijaga maka akan memberikan sentimen positif bagi pasar modal,&amp;quot; katanya.Selanjutnya adalah menjaga laju inflasi dan mencermati pergerakan harga minyak mentah dunia. Jika harga minyak di 2010 berada di level USD70-USD80 per barel, secara umum akan berdampak bagus.&amp;quot;Pasar modal kita masih menjadi surga bagi investor,&amp;quot; kata wanita yang juga menjabat sebagai komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini.Proyeksi pertumbuhan IHSG di 2010 lanjut dia, tak lepas dari tren pergeseran nilai produk domestik bruto (PDB) dari negara-negara maju ke negara berkembang.Pasalnya, krisis ekonomi 2008 lalu membuat negara-negara maju mengalami defisit pembiayaan yang cukup besar. Sementara negara-negara di Asia seperti China dan India, termasuk Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang positif.&amp;quot;Kondisi ini membuat PDB negara maju akan menurun, sedangkan negara di Asia, termasuk kita akan bertambah,&amp;quot; kata Aviliani.Menurut dia, pergerakan IHSG pada 2010 akan lebih baik dari tahun ini jika didukung dengan situasi hukum dan perpolitikan yang kondusif. Pasalnya, polemik yang terjadi akhir-akhir ini telah menguras pikiran dan tenaga pemerintah sehingga sedikit melupakan kebijakan ekonomi. &amp;quot;Jangan sampai uang yang sudah masuk keluar lagi,&amp;quot; kata Aviliani.Sementara peluang sektor pertambangan di 2010 menurut Aviliani, masih terbuka lebar. Pasalnya, potensi yang ada belum tergarap maksimal karena minimnya investasi. &amp;quot;Ini yang perlu diperhatikan,&amp;quot; katanya.Â </content:encoded></item></channel></rss>
