<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prognosa Kinerja Keuangan Pertamina Turun 38%</title><description>PT Pertamina (Persero) mencatat prognosa kinerja keuangan 2009 terjadi penurunan yakni sebesar Rp343,805 triliun atau terjadi penurunan minus 38 persen. Dibandingkan pendapatan di 2008 (unaudited revenue) yang tercatat Rp554,208 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2009/11/30/320/280441/prognosa-kinerja-keuangan-pertamina-turun-38</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2009/11/30/320/280441/prognosa-kinerja-keuangan-pertamina-turun-38"/><item><title>Prognosa Kinerja Keuangan Pertamina Turun 38%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2009/11/30/320/280441/prognosa-kinerja-keuangan-pertamina-turun-38</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2009/11/30/320/280441/prognosa-kinerja-keuangan-pertamina-turun-38</guid><pubDate>Senin 30 November 2009 18:51 WIB</pubDate><dc:creator>Andina Meryani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/30/320/280441/aOeKOlxoGu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/30/320/280441/aOeKOlxoGu.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Corbis</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mencatat prognosa kinerja keuangan 2009 terjadi penurunan yakni sebesar Rp343,805 triliun atau terjadi penurunan minus 38 persen. Dibandingkan pendapatan di 2008 (unaudited revenue) yang tercatat Rp554,208 triliun.Adapun biaya yang ada, laba usaha di 2008 tercatat sebesar Rp43,909 triliun, sedangkan prognosa di 2008 sebesar Rp 23,599 triliun.&amp;quot;Memang masih ada target menurun, minus 46 persen. Laba bersih di luar pajak di 2008 Rp30,194 triliun, sedangkan prognosa Rp15,39 triliun,&amp;quot; tutur VP Corporate Communications Pertamina Basuki Trikora Putra, saat konferensi pers di kantor Pusat Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Senin (30/11/2009).Menurutnya, pencapaian kinerja keuangan Pertamina yang menurun pada tahun ini sangat dipengaruhi oleh perubahan harga ICP dan fluktuasi MOPS yang berdampak juga pada harga alpha BBM PSO terutama pada semester I-2009.Selain itu, adanya keputusan pemerintah atas perubahan harga jual BBM kepada PLN dari MOPS plus sembilan persen menjadi MOPS plus lima persen berdampak pada berkurangnya laba Pertamina sebesar Rp3 miliar.&amp;quot;Jadi potensi kerugian Pertamina keseluruhan menjadi Rp21,6 triliun ditambah Rp3 triliun jadi Rp24,6 triliun. Tapi kalau keadaan normal, prognosa 2009 lebih baik dari 2008,&amp;quot; tambahnya.   </description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mencatat prognosa kinerja keuangan 2009 terjadi penurunan yakni sebesar Rp343,805 triliun atau terjadi penurunan minus 38 persen. Dibandingkan pendapatan di 2008 (unaudited revenue) yang tercatat Rp554,208 triliun.Adapun biaya yang ada, laba usaha di 2008 tercatat sebesar Rp43,909 triliun, sedangkan prognosa di 2008 sebesar Rp 23,599 triliun.&amp;quot;Memang masih ada target menurun, minus 46 persen. Laba bersih di luar pajak di 2008 Rp30,194 triliun, sedangkan prognosa Rp15,39 triliun,&amp;quot; tutur VP Corporate Communications Pertamina Basuki Trikora Putra, saat konferensi pers di kantor Pusat Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Senin (30/11/2009).Menurutnya, pencapaian kinerja keuangan Pertamina yang menurun pada tahun ini sangat dipengaruhi oleh perubahan harga ICP dan fluktuasi MOPS yang berdampak juga pada harga alpha BBM PSO terutama pada semester I-2009.Selain itu, adanya keputusan pemerintah atas perubahan harga jual BBM kepada PLN dari MOPS plus sembilan persen menjadi MOPS plus lima persen berdampak pada berkurangnya laba Pertamina sebesar Rp3 miliar.&amp;quot;Jadi potensi kerugian Pertamina keseluruhan menjadi Rp21,6 triliun ditambah Rp3 triliun jadi Rp24,6 triliun. Tapi kalau keadaan normal, prognosa 2009 lebih baik dari 2008,&amp;quot; tambahnya.   </content:encoded></item></channel></rss>
