<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri ESDM: Saya Tak Bangga RI Kaya Energi</title><description>Menteri ESDM Darwin Z Saleh meminta kepada masyarakat untuk tidak bangga dengan tidak sebutan Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam terutama energi. Pasalnya mindset itu justru membuat masyarakat berperilaku boros energi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2009/12/02/320/280967/menteri-esdm-saya-tak-bangga-ri-kaya-energi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2009/12/02/320/280967/menteri-esdm-saya-tak-bangga-ri-kaya-energi"/><item><title>Menteri ESDM: Saya Tak Bangga RI Kaya Energi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2009/12/02/320/280967/menteri-esdm-saya-tak-bangga-ri-kaya-energi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2009/12/02/320/280967/menteri-esdm-saya-tak-bangga-ri-kaya-energi</guid><pubDate>Rabu 02 Desember 2009 10:16 WIB</pubDate><dc:creator>Andina Meryani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/02/320/280967/CnstlP3Rdy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM Darwin Saleh. Foto: Dok ESDM</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/02/320/280967/CnstlP3Rdy.jpg</image><title>Menteri ESDM Darwin Saleh. Foto: Dok ESDM</title></images><description>JAKARTA - Menteri ESDM Darwin Z Saleh meminta kepada masyarakat untuk tidak bangga dengan tidak sebutan Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam terutama energi. Pasalnya mindset itu justru membuat masyarakat berperilaku boros energi.&amp;quot;Saya tidak bangga dengan sebutan Indonesia negara yang kaya energi, karena itu justru telah membangun lifestyle boros energi,&amp;quot; ujarnya saat memberikan sambutan di Seminar Oil, Gas, and Mining Outlook 2010: Prospek dan Tantangan Industri Migas dan Pertambangan Menuju Era Kemandirian Energi, di Hotel Intercontinental, Jakarta, Rabu (2/12/2009).Untuk menghilangkan mindset tersebut, diperlukan kebijakan segera untuk mencabut subsidi pada produk dan mengalihkannya menjadi subsidi kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkannya.Sehingga nantinya BBM bersubsidi seperti hanya akan dinikmati oleh kendaraan yang benar-benar membutuhkannya, dan bukan bagi kendaraan mewah lagi. Namun, sayangnya dia belum bisa memastikan kapan penerapan subsidi tersebut akan dilaksanakan.&amp;quot;Mainstream ke depan agar kebijakan subsidi diberikan kepada siapa, bukan pada produknya. Agar nantinya premium diberikan kepada mobil-mobil yang sudah tua dan membutuhkan. Kalau mobil yang harganya ratusan juta atau miliaran, jangan makannya pakai premium,&amp;quot; tegasnya.Â </description><content:encoded>JAKARTA - Menteri ESDM Darwin Z Saleh meminta kepada masyarakat untuk tidak bangga dengan tidak sebutan Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam terutama energi. Pasalnya mindset itu justru membuat masyarakat berperilaku boros energi.&amp;quot;Saya tidak bangga dengan sebutan Indonesia negara yang kaya energi, karena itu justru telah membangun lifestyle boros energi,&amp;quot; ujarnya saat memberikan sambutan di Seminar Oil, Gas, and Mining Outlook 2010: Prospek dan Tantangan Industri Migas dan Pertambangan Menuju Era Kemandirian Energi, di Hotel Intercontinental, Jakarta, Rabu (2/12/2009).Untuk menghilangkan mindset tersebut, diperlukan kebijakan segera untuk mencabut subsidi pada produk dan mengalihkannya menjadi subsidi kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkannya.Sehingga nantinya BBM bersubsidi seperti hanya akan dinikmati oleh kendaraan yang benar-benar membutuhkannya, dan bukan bagi kendaraan mewah lagi. Namun, sayangnya dia belum bisa memastikan kapan penerapan subsidi tersebut akan dilaksanakan.&amp;quot;Mainstream ke depan agar kebijakan subsidi diberikan kepada siapa, bukan pada produknya. Agar nantinya premium diberikan kepada mobil-mobil yang sudah tua dan membutuhkan. Kalau mobil yang harganya ratusan juta atau miliaran, jangan makannya pakai premium,&amp;quot; tegasnya.Â </content:encoded></item></channel></rss>
