<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Listing Perdana, Saham Gunawan Dianjaya Naik 3%</title><description>Penampilan perdana saham initial public offering (IPO) PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) melonjak 3,125 persen menjadi Rp165 per lembar saham, dari nilai awal&amp;nbsp; Rp160 per lembar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2009/12/23/278/287507/listing-perdana-saham-gunawan-dianjaya-naik-3</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2009/12/23/278/287507/listing-perdana-saham-gunawan-dianjaya-naik-3"/><item><title>Listing Perdana, Saham Gunawan Dianjaya Naik 3%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2009/12/23/278/287507/listing-perdana-saham-gunawan-dianjaya-naik-3</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2009/12/23/278/287507/listing-perdana-saham-gunawan-dianjaya-naik-3</guid><pubDate>Rabu 23 Desember 2009 09:36 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/23/278/287507/9DfEDQsbHW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/23/278/287507/9DfEDQsbHW.jpg</image><title>Foto: Koran SI</title></images><description>JAKARTA - Penampilan  perdana saham initial public offering (IPO) PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST)  melonjak 3,125 persen menjadi Rp165 per lembar saham, dari nilai awal&amp;nbsp; Rp160 per  lembar.Perusahaan di  industri baja, berencana meraup dana segar melalui IPO tersebut mencapai Rp160  miliar untuk satu miliar saham yang akan dilepas ke publik. Perseroan mematok  harga penawaran saham perdananya sebesar Rp160 per lembar  sahamnya.Sebelumnya, Direktur  Dinamika Usaha Jaya Benny Subrata mengungkapkan, bahwa perseroan menargetkan 60 persen porsinya  untuk investor asing yang memang saat ini kebanyakan datang dari perusahaan baja  di Singapura. &quot;Mereka sudah memberikan clue kalau akan masuk. Hari ini kita akan  dapat kepastian dari mereka. Sementara 40 persennya untuk domestik,&quot;  ungkapnya.Selain itu, dia  menambahkan bahwa nantinya 70 persen dialokasikan untuk investor institusi dan  30 persen pemodal ritel. Seperti diketahui, pernyataan pendaftaran dilakukan  pada 23 September 2009, due diligence meeting pada 26 November, efektif pada 9  Desember.Emiten di industri  baja ini, merupakan emiten baru ke-13 di BEI. 12 emiten sebelumnya yang telah  listing di BEI adalah PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), PT Sumber Alfaria  Trijaya Tbk (AMRT), PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO), PT Batavia Prosperindo Finance  Tbk (BPFI), PT Inovisi Infracom Tbk (INVS), PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO), PT  Katarina Utama Tbk (RINA), PT BW Plantation Tbk (BWPT), PT Dian Swastatika  Sentosa Tbk (DSSA), PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP), PT Pelat Timah Nusantara  Tbk (NIKL), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).</description><content:encoded>JAKARTA - Penampilan  perdana saham initial public offering (IPO) PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST)  melonjak 3,125 persen menjadi Rp165 per lembar saham, dari nilai awal&amp;nbsp; Rp160 per  lembar.Perusahaan di  industri baja, berencana meraup dana segar melalui IPO tersebut mencapai Rp160  miliar untuk satu miliar saham yang akan dilepas ke publik. Perseroan mematok  harga penawaran saham perdananya sebesar Rp160 per lembar  sahamnya.Sebelumnya, Direktur  Dinamika Usaha Jaya Benny Subrata mengungkapkan, bahwa perseroan menargetkan 60 persen porsinya  untuk investor asing yang memang saat ini kebanyakan datang dari perusahaan baja  di Singapura. &quot;Mereka sudah memberikan clue kalau akan masuk. Hari ini kita akan  dapat kepastian dari mereka. Sementara 40 persennya untuk domestik,&quot;  ungkapnya.Selain itu, dia  menambahkan bahwa nantinya 70 persen dialokasikan untuk investor institusi dan  30 persen pemodal ritel. Seperti diketahui, pernyataan pendaftaran dilakukan  pada 23 September 2009, due diligence meeting pada 26 November, efektif pada 9  Desember.Emiten di industri  baja ini, merupakan emiten baru ke-13 di BEI. 12 emiten sebelumnya yang telah  listing di BEI adalah PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), PT Sumber Alfaria  Trijaya Tbk (AMRT), PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO), PT Batavia Prosperindo Finance  Tbk (BPFI), PT Inovisi Infracom Tbk (INVS), PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO), PT  Katarina Utama Tbk (RINA), PT BW Plantation Tbk (BWPT), PT Dian Swastatika  Sentosa Tbk (DSSA), PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP), PT Pelat Timah Nusantara  Tbk (NIKL), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).</content:encoded></item></channel></rss>
