<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Defisit Anggaran APBN-P 2009 Ditekan Jadi 1,6%</title><description>Realisasi defisit anggaran dalam APBN-P 2009 mencapai Rp87,2 triliun (1,6 persen). Jumlah itu jauh lebih rendah dari target awal Rp129,8 triliun (2,4 persen).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/01/02/20/290230/defisit-anggaran-apbn-p-2009-ditekan-jadi-1-6</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/01/02/20/290230/defisit-anggaran-apbn-p-2009-ditekan-jadi-1-6"/><item><title>Defisit Anggaran APBN-P 2009 Ditekan Jadi 1,6%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/01/02/20/290230/defisit-anggaran-apbn-p-2009-ditekan-jadi-1-6</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/01/02/20/290230/defisit-anggaran-apbn-p-2009-ditekan-jadi-1-6</guid><pubDate>Sabtu 02 Januari 2010 09:38 WIB</pubDate><dc:creator>Rani Hardjanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/01/02/20/290230/Fs8Q9HxVxR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Corbis.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/01/02/20/290230/Fs8Q9HxVxR.jpg</image><title>Foto: Corbis.com</title></images><description>JAKARTA - Realisasi defisit anggaran dalam APBN-P 2009 mencapai Rp87,2 triliun (1,6 persen). Jumlah itu jauh lebih rendah dari target awal Rp129,8 triliun (2,4 persen).Seperti dikutip dalam Laporan Perkembangan Ekonomi Makro dan Realisasi APBN-P 2009, di Jakarta, Sabtu (2/1/2010), terdapat surplus anggaran sekira Rp38 triliun. Hal itu dicapai dari : A. Pencapaian kinerja APBN-P 2009 tersebut berasal dari realisasi perdapatan negara dan hibah mencapai Rp866,8 triliun atau 0,5 persen di bawah targetnya. - Realisasi tersebut ditentukan oleh realisasi penerimaan perpajakan yang mencapai Rp866,8 triliun atau 0,5 persen di bawah target. Kondisi tersebut sebagai dampak dari perlambatan kegiatan ekonomi di dalam negeri serta perdagangan luar negeri akibat krisis global, yang sangat mempengaruhi penerimaan pajak penghasilan.- Realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp224,5 triliun, atau 3,0 persen lebih tinggi dari rencananya. - Realisasi yang lebih tinggi tersebut terutama ditunjang oleh kenaikan PNBP SDA Non-Migas dan PNBP lainnya.B. Realisasi belanja negara mencapai Rp954,0 triliun, atau 4,7 persen di bawah pagunya dalam APBN-P 2009. Realisasi belanja negara tersebut berasal dari:1. Realisasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp645,4 triliun, atau 6,7 persen&amp;nbsp; lebih rendah dari rencananya. Realisasi tersebut dipengaruhi oleh :- Realisasi belanja Kementerian/Lembaga mencapai Rp301,6 triliun atausekitar 96 persen dari pagunya. Penyerapan anggaran ini jauh lebih tinggidari penyerapan belanja tahun sebelumnya yang kurang dari 90 persen.- Realisasi subsidi energi (BBM &amp;amp; Listrik) sebesar Rp94,6 triliun, atau5,4 persen lebih rendah dari targetnya. Rendahnya realisasi subsidi energiini terutama berasal dari penghematan subsidi BBM karena realisasiharga Mean Oil Platts Singapore (MOPS) yang lebih rendah.- Realisasi subsidi non-energi sebesar Rp64,9 triliun, atau 11,5 persen lebihtinggi dari targetnya karena pembayaran kekurangan subsidi pajakBBM tahun-tahun sebelumnya.2. Realisasi transfer ke Daerah sebesar Rp308,6 triliun, yang tidak jauh daritargetnya sebesar Rp309,3 triliun.C. Realisasi pembiayaan anggaran sebesar Rp125,2 triliun utamanya dipengaruhi oleh:- Realisasi penerbitan Surat Berharga Negara (neto) sebesar Rp99,4 triliun,atau sesuai dengan targetnya dalam APBN-P 2009.- Penarikan pinjaman luar negeri sebesar Rp56,1 triliun, atau 19,1 persen di bawah targetnya karena lebih rendahnya penarikan pinjaman proyek.</description><content:encoded>JAKARTA - Realisasi defisit anggaran dalam APBN-P 2009 mencapai Rp87,2 triliun (1,6 persen). Jumlah itu jauh lebih rendah dari target awal Rp129,8 triliun (2,4 persen).Seperti dikutip dalam Laporan Perkembangan Ekonomi Makro dan Realisasi APBN-P 2009, di Jakarta, Sabtu (2/1/2010), terdapat surplus anggaran sekira Rp38 triliun. Hal itu dicapai dari : A. Pencapaian kinerja APBN-P 2009 tersebut berasal dari realisasi perdapatan negara dan hibah mencapai Rp866,8 triliun atau 0,5 persen di bawah targetnya. - Realisasi tersebut ditentukan oleh realisasi penerimaan perpajakan yang mencapai Rp866,8 triliun atau 0,5 persen di bawah target. Kondisi tersebut sebagai dampak dari perlambatan kegiatan ekonomi di dalam negeri serta perdagangan luar negeri akibat krisis global, yang sangat mempengaruhi penerimaan pajak penghasilan.- Realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp224,5 triliun, atau 3,0 persen lebih tinggi dari rencananya. - Realisasi yang lebih tinggi tersebut terutama ditunjang oleh kenaikan PNBP SDA Non-Migas dan PNBP lainnya.B. Realisasi belanja negara mencapai Rp954,0 triliun, atau 4,7 persen di bawah pagunya dalam APBN-P 2009. Realisasi belanja negara tersebut berasal dari:1. Realisasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp645,4 triliun, atau 6,7 persen&amp;nbsp; lebih rendah dari rencananya. Realisasi tersebut dipengaruhi oleh :- Realisasi belanja Kementerian/Lembaga mencapai Rp301,6 triliun atausekitar 96 persen dari pagunya. Penyerapan anggaran ini jauh lebih tinggidari penyerapan belanja tahun sebelumnya yang kurang dari 90 persen.- Realisasi subsidi energi (BBM &amp;amp; Listrik) sebesar Rp94,6 triliun, atau5,4 persen lebih rendah dari targetnya. Rendahnya realisasi subsidi energiini terutama berasal dari penghematan subsidi BBM karena realisasiharga Mean Oil Platts Singapore (MOPS) yang lebih rendah.- Realisasi subsidi non-energi sebesar Rp64,9 triliun, atau 11,5 persen lebihtinggi dari targetnya karena pembayaran kekurangan subsidi pajakBBM tahun-tahun sebelumnya.2. Realisasi transfer ke Daerah sebesar Rp308,6 triliun, yang tidak jauh daritargetnya sebesar Rp309,3 triliun.C. Realisasi pembiayaan anggaran sebesar Rp125,2 triliun utamanya dipengaruhi oleh:- Realisasi penerbitan Surat Berharga Negara (neto) sebesar Rp99,4 triliun,atau sesuai dengan targetnya dalam APBN-P 2009.- Penarikan pinjaman luar negeri sebesar Rp56,1 triliun, atau 19,1 persen di bawah targetnya karena lebih rendahnya penarikan pinjaman proyek.</content:encoded></item></channel></rss>
