<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertamina-PGN Sepakat Bagi Saham LNG di Jabar</title><description>PT Pertamina (persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyepakati pembagian saham (share) untuk pembangunan LNG Floating Receiving Terminal di Jawa Barat sebesar 60 persen-40 persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/01/18/320/295184/pertamina-pgn-sepakat-bagi-saham-lng-di-jabar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/01/18/320/295184/pertamina-pgn-sepakat-bagi-saham-lng-di-jabar"/><item><title>Pertamina-PGN Sepakat Bagi Saham LNG di Jabar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/01/18/320/295184/pertamina-pgn-sepakat-bagi-saham-lng-di-jabar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/01/18/320/295184/pertamina-pgn-sepakat-bagi-saham-lng-di-jabar</guid><pubDate>Senin 18 Januari 2010 15:15 WIB</pubDate><dc:creator>Andina Meryani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/01/18/320/295184/umTc4HpDMM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/01/18/320/295184/umTc4HpDMM.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Corbis</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyepakati pembagian saham (share) untuk pembangunan LNG Floating Receiving Terminal di Jawa Barat sebesar 60 persen-40 persen.
&amp;nbsp;
&quot;60:40 persen, di mana PGN 40 persen,&quot; ujar Direktur Utama PGN Hendi Priyosantoso, seusai rapat di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (18/1/2010).
&amp;nbsp;
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan menyatakan bahwa Pertamina menyiapkan dana sekira USD200 juta untuk pembangunan LNG Floating Receiving Terminal tersebut.
&amp;nbsp;
Karen pun mengakui bila Pertamina juga akan membangun LNG Floating Receiving Terminal milik sendiri di Jawa Timur dengan biaya yang hampir sama yaitu sekira USD200 juta.
&amp;nbsp;
Adapun kapasitas untuk masing-masing LNG receiving terminal tersebut adalah 500 mmscfd. &quot;Biayanya USD200-an juta, masing-masing,&quot; ungkapnya terburu-buru.
&amp;nbsp;
Meskipun belum dibangun, namun dia optimistis pembangunan akan selesai pada kuartal IV-2011 tepatnya pada September mendatang. &quot;Selesai September 2011,&quot; tandasnya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, mengenai pasokan gas, Direktur Operasi BP Migas Budi Indianto menyatakan bahwa pasokan gas untuk kedua LNG tersebut akan diperoleh dari Tangguh, Bontang, dan diimpor dari Qatar.
&amp;nbsp;
&quot;Gasnya dari Qatar, dan diversion Tangguh dan Bontang,&quot; ujar Budi.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyepakati pembagian saham (share) untuk pembangunan LNG Floating Receiving Terminal di Jawa Barat sebesar 60 persen-40 persen.
&amp;nbsp;
&quot;60:40 persen, di mana PGN 40 persen,&quot; ujar Direktur Utama PGN Hendi Priyosantoso, seusai rapat di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (18/1/2010).
&amp;nbsp;
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan menyatakan bahwa Pertamina menyiapkan dana sekira USD200 juta untuk pembangunan LNG Floating Receiving Terminal tersebut.
&amp;nbsp;
Karen pun mengakui bila Pertamina juga akan membangun LNG Floating Receiving Terminal milik sendiri di Jawa Timur dengan biaya yang hampir sama yaitu sekira USD200 juta.
&amp;nbsp;
Adapun kapasitas untuk masing-masing LNG receiving terminal tersebut adalah 500 mmscfd. &quot;Biayanya USD200-an juta, masing-masing,&quot; ungkapnya terburu-buru.
&amp;nbsp;
Meskipun belum dibangun, namun dia optimistis pembangunan akan selesai pada kuartal IV-2011 tepatnya pada September mendatang. &quot;Selesai September 2011,&quot; tandasnya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, mengenai pasokan gas, Direktur Operasi BP Migas Budi Indianto menyatakan bahwa pasokan gas untuk kedua LNG tersebut akan diperoleh dari Tangguh, Bontang, dan diimpor dari Qatar.
&amp;nbsp;
&quot;Gasnya dari Qatar, dan diversion Tangguh dan Bontang,&quot; ujar Budi.</content:encoded></item></channel></rss>
