<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2010, Prospek Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi 5,2%</title><description>Bank Indonesia (BI) memprediksi prospek ekonomi domestik akan semakin membaik dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi sekira 5,2 persen di 2010. Sementara di 2011 akan menjadi enam persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/01/23/320/296880/2010-prospek-pertumbuhan-ekonomi-diprediksi-5-2</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/01/23/320/296880/2010-prospek-pertumbuhan-ekonomi-diprediksi-5-2"/><item><title>2010, Prospek Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi 5,2%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/01/23/320/296880/2010-prospek-pertumbuhan-ekonomi-diprediksi-5-2</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/01/23/320/296880/2010-prospek-pertumbuhan-ekonomi-diprediksi-5-2</guid><pubDate>Sabtu 23 Januari 2010 08:35 WIB</pubDate><dc:creator>Andina Meryani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/01/22/320/296880/vFcCIhCuG4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/01/22/320/296880/vFcCIhCuG4.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Koran SI</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi prospek ekonomi domestik akan semakin membaik dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi sekira 5,2 persen di 2010. Sementara di 2011 akan menjadi enam persen.
&amp;nbsp;
Hal tersebut terjadi karena kondisi ekternal yang lebih kondusif dengan pulihnya ekonomi dunia.
&amp;nbsp;
&quot;Namun pemulihan global ini bergantung pada kesuksesan exit policy di negara-negara maju dan mitra dagang Indonesia,&quot; ujar Pjs Gubernur BI Darmin Nasution, saat menyampaikan pidato dalam acara Bankers Dinner, di Gedung Kebon Sirih Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2010) malam.
&amp;nbsp;
Sedangkan terkait prospek stabilitas harga, tekanan inflasi di 2010 diperkirakan masih akan bersumber dari persoalan struktur pasar sejumlah komoditas makanan, distribusi, serta pengaruh harga internasional.
&amp;nbsp;
Untuk mencapai prospek perekonomian tersebut terdapat sejumlah tantangan. Tantangan utama adalah bagaimana mendorong struktur pertumbuhan yang lebih seimbang melalui peningkatan investasi.
&amp;nbsp;
&quot;Upaya ini tentunya membutuhkan ketersediaan infrastruktur yang memadai dan perbaikan iklim investasi,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Selain itu, upaya ini juga sangat relevan dalam rangka memanfaatkan peluang dari pemulihan ekonomi global, termasuk dalam mengundang foreign direct investment (FDI).
&amp;nbsp;
&quot;Karakteristik industri pengolahan yang sangat tergantung bahan baku impor dan berdaya saing rendah berpotensi menjadi hambatan peningkatan produksi dalam memenuhi kenaikan permintaan domestik maupun eksternal,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi prospek ekonomi domestik akan semakin membaik dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi sekira 5,2 persen di 2010. Sementara di 2011 akan menjadi enam persen.
&amp;nbsp;
Hal tersebut terjadi karena kondisi ekternal yang lebih kondusif dengan pulihnya ekonomi dunia.
&amp;nbsp;
&quot;Namun pemulihan global ini bergantung pada kesuksesan exit policy di negara-negara maju dan mitra dagang Indonesia,&quot; ujar Pjs Gubernur BI Darmin Nasution, saat menyampaikan pidato dalam acara Bankers Dinner, di Gedung Kebon Sirih Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2010) malam.
&amp;nbsp;
Sedangkan terkait prospek stabilitas harga, tekanan inflasi di 2010 diperkirakan masih akan bersumber dari persoalan struktur pasar sejumlah komoditas makanan, distribusi, serta pengaruh harga internasional.
&amp;nbsp;
Untuk mencapai prospek perekonomian tersebut terdapat sejumlah tantangan. Tantangan utama adalah bagaimana mendorong struktur pertumbuhan yang lebih seimbang melalui peningkatan investasi.
&amp;nbsp;
&quot;Upaya ini tentunya membutuhkan ketersediaan infrastruktur yang memadai dan perbaikan iklim investasi,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Selain itu, upaya ini juga sangat relevan dalam rangka memanfaatkan peluang dari pemulihan ekonomi global, termasuk dalam mengundang foreign direct investment (FDI).
&amp;nbsp;
&quot;Karakteristik industri pengolahan yang sangat tergantung bahan baku impor dan berdaya saing rendah berpotensi menjadi hambatan peningkatan produksi dalam memenuhi kenaikan permintaan domestik maupun eksternal,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
