<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Berikan Waktu Bagi Bank Ganti Kartu Chip</title><description>Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pihaknya akan memberikan waktu bagi bank nasional untuk mengalihkan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan menggunakan chip dari yang awalnya menggunakan magnetic stripe. </description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/01/23/320/296936/bi-berikan-waktu-bagi-bank-ganti-kartu-chip</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/01/23/320/296936/bi-berikan-waktu-bagi-bank-ganti-kartu-chip"/><item><title>BI Berikan Waktu Bagi Bank Ganti Kartu Chip</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/01/23/320/296936/bi-berikan-waktu-bagi-bank-ganti-kartu-chip</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/01/23/320/296936/bi-berikan-waktu-bagi-bank-ganti-kartu-chip</guid><pubDate>Sabtu 23 Januari 2010 10:24 WIB</pubDate><dc:creator>Andina Meryani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/01/23/320/296936/e4hSDLRN3k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/01/23/320/296936/e4hSDLRN3k.jpg</image><title>Bank Indonesia</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pihaknya akan memberikan waktu bagi bank nasional untuk mengalihkan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan menggunakan chip dari yang awalnya menggunakan magnetic stripe.&quot;Itu tergantung, kami kan kasih batas waktu. ada yang bisa dipasangi, ada yang tidakbisa. Memang harus pelan-pelan,&quot; kata&amp;nbsp; Deputi Gubernur BI Budi Rochadi seusai acara Banker's Dinner di Gedung Kebon Sirih Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2010) malam.Akan tetapi, karena mahal dia mengungkapkan pihaknya tidak akan memaksakan hal tersebut. Pasalnya, pihaknya juga memaklumi jika penggunaan chip jauh lebih mahal. &quot;Itu tergantung,&quot; tambahnya.Masih terkait dengan waktu pelaksanaan pergantian ke chip tersebut, ia mengatakan pihaknya akan pelan-pelan melakukannya.&quot;Tapi mahal, makanya perlu pelan-pelan, nah kapan selesainya diserahkam kepadaasosiasi, tapi dengan kejadian kemarin, kawan-kawan bank mau mempercepat diganti dengan chip,&quot; jelasnya.Sebelumnya, BI mengakui bahwa penggunaan kartu magnetik pada kartu ATM memang mengandung banyak kelemahan. Oleh karena itu, secara bertahap akan dilakukan pengantian ke kartu jenis chip seperti yang sudah dilakukan pada kartu kredit.&quot;Kartu dengan magnetic stripe ada kelemahannya, nanti bertahap larinya ke yang mengandung chip,&quot; ujar Direktur Pengawasan Bank 3 BI, Erwin Rianto.Meskipun demikian, dia mengakui pengadaan kartu berbasis chip tersebut akan memakan biaya lebih mahal dibanding dengan kartu jenis magnetik. &quot;Tapi larinya ke sisi cost-nya karena chip lebih mahal,&quot; tambahnya.Hal tersebut juga diamini oleh Wakil Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, namun dia mengatakan bahwa kartu jenis chip tersebut di beberapa negara masih belum berlaku banyak, sehingga dibutuhkan kartu dengan dua fungsi.&quot;Pengamanan yang lebih baik penggunaan chip. Tapi setahu saya chip itu enggak bisa digunakan di luar negeri. Seperti Hong Kong, Australia itu masih pakai magnetik. Harus kartu yang double function. Tapi kalau itu berarti magnetik masih bisa jalan,&quot; ujarnya. (wdi)</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pihaknya akan memberikan waktu bagi bank nasional untuk mengalihkan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan menggunakan chip dari yang awalnya menggunakan magnetic stripe.&quot;Itu tergantung, kami kan kasih batas waktu. ada yang bisa dipasangi, ada yang tidakbisa. Memang harus pelan-pelan,&quot; kata&amp;nbsp; Deputi Gubernur BI Budi Rochadi seusai acara Banker's Dinner di Gedung Kebon Sirih Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2010) malam.Akan tetapi, karena mahal dia mengungkapkan pihaknya tidak akan memaksakan hal tersebut. Pasalnya, pihaknya juga memaklumi jika penggunaan chip jauh lebih mahal. &quot;Itu tergantung,&quot; tambahnya.Masih terkait dengan waktu pelaksanaan pergantian ke chip tersebut, ia mengatakan pihaknya akan pelan-pelan melakukannya.&quot;Tapi mahal, makanya perlu pelan-pelan, nah kapan selesainya diserahkam kepadaasosiasi, tapi dengan kejadian kemarin, kawan-kawan bank mau mempercepat diganti dengan chip,&quot; jelasnya.Sebelumnya, BI mengakui bahwa penggunaan kartu magnetik pada kartu ATM memang mengandung banyak kelemahan. Oleh karena itu, secara bertahap akan dilakukan pengantian ke kartu jenis chip seperti yang sudah dilakukan pada kartu kredit.&quot;Kartu dengan magnetic stripe ada kelemahannya, nanti bertahap larinya ke yang mengandung chip,&quot; ujar Direktur Pengawasan Bank 3 BI, Erwin Rianto.Meskipun demikian, dia mengakui pengadaan kartu berbasis chip tersebut akan memakan biaya lebih mahal dibanding dengan kartu jenis magnetik. &quot;Tapi larinya ke sisi cost-nya karena chip lebih mahal,&quot; tambahnya.Hal tersebut juga diamini oleh Wakil Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, namun dia mengatakan bahwa kartu jenis chip tersebut di beberapa negara masih belum berlaku banyak, sehingga dibutuhkan kartu dengan dua fungsi.&quot;Pengamanan yang lebih baik penggunaan chip. Tapi setahu saya chip itu enggak bisa digunakan di luar negeri. Seperti Hong Kong, Australia itu masih pakai magnetik. Harus kartu yang double function. Tapi kalau itu berarti magnetik masih bisa jalan,&quot; ujarnya. (wdi)</content:encoded></item></channel></rss>
