<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saham Perbankan Kian Kinclong Pasca Naik Peringkat</title><description>Pergerakan saham sektor perbankan kian mengeliat saja pada perdagangan hari ini, terutama saham bank yang dinaikkan peringkatnya oleh Fitch Rating. </description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/01/28/278/298480/saham-perbankan-kian-kinclong-pasca-naik-peringkat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/01/28/278/298480/saham-perbankan-kian-kinclong-pasca-naik-peringkat"/><item><title>Saham Perbankan Kian Kinclong Pasca Naik Peringkat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/01/28/278/298480/saham-perbankan-kian-kinclong-pasca-naik-peringkat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/01/28/278/298480/saham-perbankan-kian-kinclong-pasca-naik-peringkat</guid><pubDate>Kamis 28 Januari 2010 10:43 WIB</pubDate><dc:creator>Candra Setya Santoso</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/01/28/278/298480/gqP5idKp0Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/01/28/278/298480/gqP5idKp0Q.jpg</image><title>Foto: Koran SI</title></images><description>JAKARTA - Pergerakan saham sektor perbankan kian mengeliat saja pada perdagangan hari ini, terutama saham bank yang dinaikkan peringkatnya oleh Fitch Rating. Salah satu sentimen positif yakni pengumuman Bank Sentral Amerika AS (The Federal Reserve) yang mempertahankan kembali rekor suku bunga super rendahnya di kisaran 0-0,25 persen disinyalir menjadi pemicu penguatan saham perbankan kali ini.Terpantau beberapa harga saham sektor perbankan menguat, seperti saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menguat Rp75 atau setara 1,65 persen ke level Rp4.625 per lembarnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik Rp50 atau setara 0,66 persen menjadi Rp7.600 per lembarnya, dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat Rp50 atau setara 1,06 persen ke Rp4.775 per lembar. Sedangkan, saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN) naik Rp25 atau setara 0,51 persen ke posisi Rp4.950 per lembar dan saham PT OCBC NISP Tbk (NISP) bergerak stagnan di posisi Rp950 per lembarnya.&quot;Tentunya suku bunga The Federal Reserve (The Fed) AS yang dipertahankan di kisaran level 0-0,25 persen memberikan imbas positif, tidak hanya ke indeks harga saham gabungan (IHSG), tetapi juga saham perbankan,&quot; ujar analis riset Reliance Securities Gina Novrina Nasution, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Kamis (28/1/2009).Dijelaskannya, kenaikan peringkat ini mencerminkan ketahanan kinerja keuangan di tengah kondisi operasional yang lebih sulit, terutama pada kuartal pertama 2009. Kenaikan peringkat ini positif bagi sektor perbankan Indonesia karena persepsi risiko investasinya menurun.Sekadar mengingatkan, Fitch menaikkan peringkat perbankan Indonesia khususnya pada delapan bank di Indonesia dari BB menjadi BB+. Kedelapan bank yang mendapat kenaikan peringkat tersebut adalah Bank Mandiri, BBR, BBCA, CIMB Niaga (BNGA), BDMN, PT Bank International Indonesia Tbk (BBII), NISP, dan Bank UOB Buana. Sebelumnya pada 25 Janauri 2010 lalu, Fitch menaikkan peringkat utang pemerintah dari BB menjadi BB+. Sepanjang 2009, perbankan Indonesia telah meraup laba yang sangat tinggi mencapai 35 persen, dengan NIM sebesar rata-rata lima persen. Tingkat kesehatan bank juga sangat baik terlihat dari non-performing loan (NPL) yang kecil di rata-rata empat persen. Namun tingkat efisiensi bank masih rendah dengan BOPO di atas 86 persen. Sayangnya, kinerja perbankan yang begitu baik ini tidak diimbangi dengan perbaikan di sektor riil. Pertumbuhan kredit hanya mencapai tujuh persen (year on year/yoy).</description><content:encoded>JAKARTA - Pergerakan saham sektor perbankan kian mengeliat saja pada perdagangan hari ini, terutama saham bank yang dinaikkan peringkatnya oleh Fitch Rating. Salah satu sentimen positif yakni pengumuman Bank Sentral Amerika AS (The Federal Reserve) yang mempertahankan kembali rekor suku bunga super rendahnya di kisaran 0-0,25 persen disinyalir menjadi pemicu penguatan saham perbankan kali ini.Terpantau beberapa harga saham sektor perbankan menguat, seperti saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menguat Rp75 atau setara 1,65 persen ke level Rp4.625 per lembarnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik Rp50 atau setara 0,66 persen menjadi Rp7.600 per lembarnya, dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat Rp50 atau setara 1,06 persen ke Rp4.775 per lembar. Sedangkan, saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN) naik Rp25 atau setara 0,51 persen ke posisi Rp4.950 per lembar dan saham PT OCBC NISP Tbk (NISP) bergerak stagnan di posisi Rp950 per lembarnya.&quot;Tentunya suku bunga The Federal Reserve (The Fed) AS yang dipertahankan di kisaran level 0-0,25 persen memberikan imbas positif, tidak hanya ke indeks harga saham gabungan (IHSG), tetapi juga saham perbankan,&quot; ujar analis riset Reliance Securities Gina Novrina Nasution, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Kamis (28/1/2009).Dijelaskannya, kenaikan peringkat ini mencerminkan ketahanan kinerja keuangan di tengah kondisi operasional yang lebih sulit, terutama pada kuartal pertama 2009. Kenaikan peringkat ini positif bagi sektor perbankan Indonesia karena persepsi risiko investasinya menurun.Sekadar mengingatkan, Fitch menaikkan peringkat perbankan Indonesia khususnya pada delapan bank di Indonesia dari BB menjadi BB+. Kedelapan bank yang mendapat kenaikan peringkat tersebut adalah Bank Mandiri, BBR, BBCA, CIMB Niaga (BNGA), BDMN, PT Bank International Indonesia Tbk (BBII), NISP, dan Bank UOB Buana. Sebelumnya pada 25 Janauri 2010 lalu, Fitch menaikkan peringkat utang pemerintah dari BB menjadi BB+. Sepanjang 2009, perbankan Indonesia telah meraup laba yang sangat tinggi mencapai 35 persen, dengan NIM sebesar rata-rata lima persen. Tingkat kesehatan bank juga sangat baik terlihat dari non-performing loan (NPL) yang kecil di rata-rata empat persen. Namun tingkat efisiensi bank masih rendah dengan BOPO di atas 86 persen. Sayangnya, kinerja perbankan yang begitu baik ini tidak diimbangi dengan perbaikan di sektor riil. Pertumbuhan kredit hanya mencapai tujuh persen (year on year/yoy).</content:encoded></item></channel></rss>
