<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Kembali Loyo Tembus Rp9.400</title><description>Rupiah ditutup melemah di awal pekan ini mengikuti pergerakan mata uang regional setelah data Amerika Serikat (AS) yang negatif di luar ekspektasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/02/08/278/301529/rupiah-kembali-loyo-tembus-rp9-400</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/02/08/278/301529/rupiah-kembali-loyo-tembus-rp9-400"/><item><title>Rupiah Kembali Loyo Tembus Rp9.400</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/02/08/278/301529/rupiah-kembali-loyo-tembus-rp9-400</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/02/08/278/301529/rupiah-kembali-loyo-tembus-rp9-400</guid><pubDate>Senin 08 Februari 2010 16:17 WIB</pubDate><dc:creator>Candra Setya Santoso</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/02/08/278/301529/LrpyQe4CGq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/02/08/278/301529/LrpyQe4CGq.jpg</image><title>Foto: Corbis</title></images><description>JAKARTA - Rupiah ditutup melemah di awal pekan ini mengikuti pergerakan mata uang regional setelah data Amerika Serikat (AS) yang negatif di luar ekspektasi. Selain itu kekhawatiran investor terhadap kondisi di Eropa masih menjadi faktor utama turunnya risk appetite. Berdasarkan data dari yahoofinance, pada Senin (8/2/2010), rupiah ditutup di level Rp9.415 per USD dibandingkan dengan perdagangan pagi tadi yang ditutup di kisaran Rp9.300-an per USD. Sementara itu, berdasarkan data kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah hari ini berada di level Rp9.413 per USD.Pelemahan rupiah diiringi dengan melemah indeks harga saham (IHSG) yang tembus di bawah level 2.550. IHSG turun tajam 43,404 poin atau setara 1,72 persen menjadi 2.475,572. Sektor pertambangan terpantau masih memimpin pelemahan sebesar 32,459 poin.Menurut buletin Valbury Securities, isu sovereign-debt Yunani, Spanyol dan Portugal yang tengah terancam, menyusul kondisi defisit yang dialami, masih memberikan pasar pilihan untuk tidak memiliki aset-aset berisiko (risk-aversion). Akibatnya mata uang dolar dan yen mengalami penguatan atas euro dan mata uang utama dunia lainnya. Euro/dollar bahkan berlanjutnya tertekan ke level terendahnya selama 8,5 bulan.Penguatan dolar akibat risk-aversion kembali menekan harga komoditas dunia, ditandai dengan turunnya harga emas ke level terendah selama tiga bulan Jumat akhir pekan kemarin.</description><content:encoded>JAKARTA - Rupiah ditutup melemah di awal pekan ini mengikuti pergerakan mata uang regional setelah data Amerika Serikat (AS) yang negatif di luar ekspektasi. Selain itu kekhawatiran investor terhadap kondisi di Eropa masih menjadi faktor utama turunnya risk appetite. Berdasarkan data dari yahoofinance, pada Senin (8/2/2010), rupiah ditutup di level Rp9.415 per USD dibandingkan dengan perdagangan pagi tadi yang ditutup di kisaran Rp9.300-an per USD. Sementara itu, berdasarkan data kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah hari ini berada di level Rp9.413 per USD.Pelemahan rupiah diiringi dengan melemah indeks harga saham (IHSG) yang tembus di bawah level 2.550. IHSG turun tajam 43,404 poin atau setara 1,72 persen menjadi 2.475,572. Sektor pertambangan terpantau masih memimpin pelemahan sebesar 32,459 poin.Menurut buletin Valbury Securities, isu sovereign-debt Yunani, Spanyol dan Portugal yang tengah terancam, menyusul kondisi defisit yang dialami, masih memberikan pasar pilihan untuk tidak memiliki aset-aset berisiko (risk-aversion). Akibatnya mata uang dolar dan yen mengalami penguatan atas euro dan mata uang utama dunia lainnya. Euro/dollar bahkan berlanjutnya tertekan ke level terendahnya selama 8,5 bulan.Penguatan dolar akibat risk-aversion kembali menekan harga komoditas dunia, ditandai dengan turunnya harga emas ke level terendah selama tiga bulan Jumat akhir pekan kemarin.</content:encoded></item></channel></rss>
