<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TabunganKu Sasar 80 Juta Penduduk Indonesia</title><description>Peluncuran produk TabunganKu yang dilakukan beberapa waktu lalu, Bank Indonesia (BI) menargetkan mengejar 80 juta penduduk Indonesia yang belum memiliki tabungan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/02/20/320/305497/tabunganku-sasar-80-juta-penduduk-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/02/20/320/305497/tabunganku-sasar-80-juta-penduduk-indonesia"/><item><title>TabunganKu Sasar 80 Juta Penduduk Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/02/20/320/305497/tabunganku-sasar-80-juta-penduduk-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/02/20/320/305497/tabunganku-sasar-80-juta-penduduk-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 20 Februari 2010 10:38 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/02/20/320/305497/zvgGCRwjki.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/02/20/320/305497/zvgGCRwjki.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Peluncuran produk TabunganKu yang dilakukan beberapa waktu lalu, Bank Indonesia (BI) menargetkan mengejar 80 juta penduduk Indonesia yang belum memiliki tabungan.
&amp;nbsp;
&quot;Kami mencatat dari 138 juta penduduk Indonesia yang berusia dewasa, masih terdapat 80 juta penduduk yang belum memiliki tabungan,&quot; kata Pjs Gubernur BI Darmin Nasution dalam acara pencanangan Gerakan Indonesia Menabung dan TabunganKu di JIC, Kemayoran, Jakarta Utara, Sabtu (20/2/2010).
&amp;nbsp;
Di sisi lain, dia menjelaskan, jika ada kecenderungan penekanan terhadap penduduk yang berusia produktif sehingga menjadi dorongan kepada pihaknya. &quot;Usia produktif 15-64 tahun dalam struktur penduduk kita sedang dalam tahap membesar, itu potensi untuk memperkuat tabungan. Dan potensi ini dapat tergali optimal,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Untuk itu, dia menambahkan, jika BI menyediakan sebanyak 70 bank umum dan 910 Bank Perkreditian Rakyat (BPR) sebagai tempat untuk TabunganKu. &quot;Produk baru ini sesuai namanya akan memberikan perbedaan, terutama bagi kelompok masyarakat perpendapatan rendah dibandingkan dengan masyarakat biasa,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;
Dengan TabunganKu ini, Darmin berharap faktor yang menghambat masyarakat untuk menabung dapat dilewati. Dia merinci ada tiga hal yang menjadi hambatan, yakni admininstrasi di mana adanya beban administrasi, serta besarnya nilai saldo awal.
&amp;nbsp;
&quot;Selain itu ada hambatan psiologis dan sosiokultural, di mana belum membudayanya kebiasaaan menabung,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Peluncuran produk TabunganKu yang dilakukan beberapa waktu lalu, Bank Indonesia (BI) menargetkan mengejar 80 juta penduduk Indonesia yang belum memiliki tabungan.
&amp;nbsp;
&quot;Kami mencatat dari 138 juta penduduk Indonesia yang berusia dewasa, masih terdapat 80 juta penduduk yang belum memiliki tabungan,&quot; kata Pjs Gubernur BI Darmin Nasution dalam acara pencanangan Gerakan Indonesia Menabung dan TabunganKu di JIC, Kemayoran, Jakarta Utara, Sabtu (20/2/2010).
&amp;nbsp;
Di sisi lain, dia menjelaskan, jika ada kecenderungan penekanan terhadap penduduk yang berusia produktif sehingga menjadi dorongan kepada pihaknya. &quot;Usia produktif 15-64 tahun dalam struktur penduduk kita sedang dalam tahap membesar, itu potensi untuk memperkuat tabungan. Dan potensi ini dapat tergali optimal,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Untuk itu, dia menambahkan, jika BI menyediakan sebanyak 70 bank umum dan 910 Bank Perkreditian Rakyat (BPR) sebagai tempat untuk TabunganKu. &quot;Produk baru ini sesuai namanya akan memberikan perbedaan, terutama bagi kelompok masyarakat perpendapatan rendah dibandingkan dengan masyarakat biasa,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;
Dengan TabunganKu ini, Darmin berharap faktor yang menghambat masyarakat untuk menabung dapat dilewati. Dia merinci ada tiga hal yang menjadi hambatan, yakni admininstrasi di mana adanya beban administrasi, serta besarnya nilai saldo awal.
&amp;nbsp;
&quot;Selain itu ada hambatan psiologis dan sosiokultural, di mana belum membudayanya kebiasaaan menabung,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
