<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebutuhan Traktor Pertanian Diproyeksikan Naik 15%</title><description>Kebutuhan alat berat traktor pertanian diproyeksikan akan mengalami peningkatan sebesar 15 persen pada 2010 akibat meningkatnya permintaan atas produksi pertanian secara ekstentifikasi maupun intensifikasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/03/08/320/310327/kebutuhan-traktor-pertanian-diproyeksikan-naik-15</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/03/08/320/310327/kebutuhan-traktor-pertanian-diproyeksikan-naik-15"/><item><title>Kebutuhan Traktor Pertanian Diproyeksikan Naik 15%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/03/08/320/310327/kebutuhan-traktor-pertanian-diproyeksikan-naik-15</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/03/08/320/310327/kebutuhan-traktor-pertanian-diproyeksikan-naik-15</guid><pubDate>Senin 08 Maret 2010 15:57 WIB</pubDate><dc:creator>Sandra Karina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/08/320/310327/Zih7G72U4M.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/08/320/310327/Zih7G72U4M.jpg</image><title>Foto: Koran SI</title></images><description>JAKARTA - Kebutuhan alat berat traktor pertanian diproyeksikan akan mengalami peningkatan sebesar 15 persen pada 2010 akibat meningkatnya permintaan atas produksi pertanian secara ekstentifikasi maupun intensifikasi.Kebutuhan traktor pertanian, menurut Direktur Industri Mesin Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Chanty Triharso adalah sebanyak 200 ribu unit per tahun.&amp;nbsp;Penambahan kebutuhan ini, kata dia, kemungkinan besar akan dipasok dari impor.&quot;Hal ini dikarenakan produksi traktor dalam negeri hanya mencapai 120 ribu unit per tahun. Utilisasi kita hanya sebesar 60-70 persen per tahun belum mencapai kapasitas maksimal. Selain itu masyarakat juga banyak yang memilih produk impor,&amp;rdquo;kata Chanty di Jakarta, Senin (8/3/2010).Adapun untuk 2010 ini, produk dalam negeri akan mampu bersaing dengan produk China. &amp;rdquo;Produk kita kalau dari kualitas yang sama dapat bersaing dengan China, tapi China banyak mengirim produk dengan harga rendah, sehingga kita dapat bersaing,&amp;rdquo; ujarnya.Untuk dapat meningkatkan daya saing dengan produk China, Chanty menuturkan, pihaknya melakukan upaya pembinaan dan pelatihan terhadap produsen industri permesinan dalam negeri.&amp;rdquo;Dari hasil pembinaan kita sudah ada yang memproduksi traktor dengan kapasitas bagus di Tegal, sekarang mereka sudah mendapat kontrak ekspor ke Afrika, biasanya di bawah pembinaan kita mendapat bantuan fasilitasi berupa pengujian standar. Sudah lulus semua, tidak ada insentif khusus,&amp;rdquo; tutur dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kebutuhan alat berat traktor pertanian diproyeksikan akan mengalami peningkatan sebesar 15 persen pada 2010 akibat meningkatnya permintaan atas produksi pertanian secara ekstentifikasi maupun intensifikasi.Kebutuhan traktor pertanian, menurut Direktur Industri Mesin Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Chanty Triharso adalah sebanyak 200 ribu unit per tahun.&amp;nbsp;Penambahan kebutuhan ini, kata dia, kemungkinan besar akan dipasok dari impor.&quot;Hal ini dikarenakan produksi traktor dalam negeri hanya mencapai 120 ribu unit per tahun. Utilisasi kita hanya sebesar 60-70 persen per tahun belum mencapai kapasitas maksimal. Selain itu masyarakat juga banyak yang memilih produk impor,&amp;rdquo;kata Chanty di Jakarta, Senin (8/3/2010).Adapun untuk 2010 ini, produk dalam negeri akan mampu bersaing dengan produk China. &amp;rdquo;Produk kita kalau dari kualitas yang sama dapat bersaing dengan China, tapi China banyak mengirim produk dengan harga rendah, sehingga kita dapat bersaing,&amp;rdquo; ujarnya.Untuk dapat meningkatkan daya saing dengan produk China, Chanty menuturkan, pihaknya melakukan upaya pembinaan dan pelatihan terhadap produsen industri permesinan dalam negeri.&amp;rdquo;Dari hasil pembinaan kita sudah ada yang memproduksi traktor dengan kapasitas bagus di Tegal, sekarang mereka sudah mendapat kontrak ekspor ke Afrika, biasanya di bawah pembinaan kita mendapat bantuan fasilitasi berupa pengujian standar. Sudah lulus semua, tidak ada insentif khusus,&amp;rdquo; tutur dia.</content:encoded></item></channel></rss>
