<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Food Estate Jangan Anak Emaskan Investor</title><description>Rencana pemerintah memberikan sejumlah insentif perizinan hak atas tanah kepada calon investor yang berminat menanamkan modal di food estate Merauke dinilai terlalu berlebihan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/03/12/320/311849/food-estate-jangan-anak-emaskan-investor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/03/12/320/311849/food-estate-jangan-anak-emaskan-investor"/><item><title>Food Estate Jangan Anak Emaskan Investor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/03/12/320/311849/food-estate-jangan-anak-emaskan-investor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/03/12/320/311849/food-estate-jangan-anak-emaskan-investor</guid><pubDate>Jum'at 12 Maret 2010 10:07 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/12/320/311849/8gGksxK3JC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/12/320/311849/8gGksxK3JC.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Corbis</title></images><description>JAKARTA - Rencana pemerintah memberikan sejumlah insentif perizinan hak atas tanah kepada calon investor yang berminat menanamkan modal di food estate Merauke dinilai terlalu berlebihan.Diungkapkan anggota Komisi IV FPKS Rofi Munawar dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, di Jakarta, Jumat (12/3/2010), jumlah item insentif baik fiskal ataupun nonfiskal yang akan diberikan cukup banyak.Rofi mengatakan bahwa kemudahan itu antara lain pelayanan perizinan dan perpanjangan hak atas tanah, fasilitas kemudahan pajak penghasilan (PPh) dan tax holiday, pengurangan pajak bumi dan bangunan.Selain itu adapula keringanan bahkan pembebasan pajak dan retribusi daerah, penangguhan bea masuk, pemberian keringanan PPh impor, pembebasan cukai untuk bahan baku atau bahan penunjang produksi.&quot;Semua kemudahan ini akan dituangkan dalam peraturan menteri terkait, sesuai dengan item yang akan di atur. Namun semua kemudahan ini dapat menimbulkan kecemburuan kepada para petani tradisional, apalagi di awal April 2010 pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk pada kisaran yang cukup tinggi,&quot; tandasnya.Kenaikan HET pupuk bersubsidi yang direncanakan untuk urea akan naik di kisaran 50 persen sedangkan untuk nonurea kisaran kenaikannya di antara 35-70 persen pasti akan sangat memberatkan petani.&quot;Bila pemerintah di saat yang sama mengeluarkan begitu banyak kemudahan bagi para investor food estate, tentu saja ini akan menimbulkan kecemburuan,&quot; katanya.Pemerintah hendaknya segera menetapkan kenaikan HET pupuk bersubsidi, sehingga ada kestabilan dan mencegah spekulasi dan permainan pupuk di tingkat petani, apalagi panen raya juga akan bergeser sampai April 2010 diakibatkan perubahan iklim El Nino.&quot;Pemerintah juga seharusnya sadar bahwa kemudahan-kemudahan yang rencananya akan di berikan kepada para investor food estate timing nya tidak tepat bila diberikan saat ini dan seharusnya dibatalkan saja, jangan sampai ada asumsi yang berkembang nantinya bahwa pemerintah menganak emaskan investor sedangkan petani di sisi lain hanya di posisikan sebagai anak tiri,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Rencana pemerintah memberikan sejumlah insentif perizinan hak atas tanah kepada calon investor yang berminat menanamkan modal di food estate Merauke dinilai terlalu berlebihan.Diungkapkan anggota Komisi IV FPKS Rofi Munawar dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, di Jakarta, Jumat (12/3/2010), jumlah item insentif baik fiskal ataupun nonfiskal yang akan diberikan cukup banyak.Rofi mengatakan bahwa kemudahan itu antara lain pelayanan perizinan dan perpanjangan hak atas tanah, fasilitas kemudahan pajak penghasilan (PPh) dan tax holiday, pengurangan pajak bumi dan bangunan.Selain itu adapula keringanan bahkan pembebasan pajak dan retribusi daerah, penangguhan bea masuk, pemberian keringanan PPh impor, pembebasan cukai untuk bahan baku atau bahan penunjang produksi.&quot;Semua kemudahan ini akan dituangkan dalam peraturan menteri terkait, sesuai dengan item yang akan di atur. Namun semua kemudahan ini dapat menimbulkan kecemburuan kepada para petani tradisional, apalagi di awal April 2010 pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk pada kisaran yang cukup tinggi,&quot; tandasnya.Kenaikan HET pupuk bersubsidi yang direncanakan untuk urea akan naik di kisaran 50 persen sedangkan untuk nonurea kisaran kenaikannya di antara 35-70 persen pasti akan sangat memberatkan petani.&quot;Bila pemerintah di saat yang sama mengeluarkan begitu banyak kemudahan bagi para investor food estate, tentu saja ini akan menimbulkan kecemburuan,&quot; katanya.Pemerintah hendaknya segera menetapkan kenaikan HET pupuk bersubsidi, sehingga ada kestabilan dan mencegah spekulasi dan permainan pupuk di tingkat petani, apalagi panen raya juga akan bergeser sampai April 2010 diakibatkan perubahan iklim El Nino.&quot;Pemerintah juga seharusnya sadar bahwa kemudahan-kemudahan yang rencananya akan di berikan kepada para investor food estate timing nya tidak tepat bila diberikan saat ini dan seharusnya dibatalkan saja, jangan sampai ada asumsi yang berkembang nantinya bahwa pemerintah menganak emaskan investor sedangkan petani di sisi lain hanya di posisikan sebagai anak tiri,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
