<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BKPM Optimistis Dana dari Asing Tak Terbatas</title><description>Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimistis pendanaan dari lembaga keuangan asing menjadi tidak terbatas dan mampu menopang kebutuhan yang diperlukan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/03/17/20/313284/bkpm-optimistis-dana-dari-asing-tak-terbatas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/03/17/20/313284/bkpm-optimistis-dana-dari-asing-tak-terbatas"/><item><title>BKPM Optimistis Dana dari Asing Tak Terbatas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/03/17/20/313284/bkpm-optimistis-dana-dari-asing-tak-terbatas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/03/17/20/313284/bkpm-optimistis-dana-dari-asing-tak-terbatas</guid><pubDate>Rabu 17 Maret 2010 12:50 WIB</pubDate><dc:creator>Candra Setya Santoso</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/17/20/313284/mPZ2Du4a5l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BKPM Gita Wirjawan. Foto: nytimes.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/17/20/313284/mPZ2Du4a5l.jpg</image><title>Kepala BKPM Gita Wirjawan. Foto: nytimes.com</title></images><description>JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimistis pendanaan dari lembaga keuangan asing menjadi tidak terbatas dan mampu menopang kebutuhan yang diperlukan.&quot;Kalau kita peka dengan realitas itu dan sektor telekomunikasi ini masih ditutup, kita tidak perlu terlalu ambisius untuk kepentingan target investasi,&quot; ujar Kepala BKPM Gita Wirjawan saat ditemui wartawan, di Gedung Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (17/3/2010).Pihaknya hanya berharap pemerintah memberikan keterbukaan bagi investor asing bermain di sektor tersebut. BKPM sebetulnya tidak membuat batasan persentase asing bisa menanamkan investasinya di bidang menara telekomunikasi. &quot;Apakah 10, 20, 45, atau 90 persen itu adalah hal yang positif. Kami tidak menginginkan mutlak harus minoritas,&quot; kata dia.Kendati demikian, BKPM mengakui pemikiran dari lembaganya hanya mengambil dari sisi bisnis. Sementara itu untuk segi teknis, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada kementerian terkait.&quot;Kami kan ada amanah dari presiden dan target investasi ini tidak kecil. Saya pikir sektor telekomunikasi bisa berperan dalam mendatangkan investasi dari luar,&quot; ujar dia.BKPM selanjutnya akan melimpahkan penyelesaian masalah ini kepada menko perekonomian dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimistis pendanaan dari lembaga keuangan asing menjadi tidak terbatas dan mampu menopang kebutuhan yang diperlukan.&quot;Kalau kita peka dengan realitas itu dan sektor telekomunikasi ini masih ditutup, kita tidak perlu terlalu ambisius untuk kepentingan target investasi,&quot; ujar Kepala BKPM Gita Wirjawan saat ditemui wartawan, di Gedung Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (17/3/2010).Pihaknya hanya berharap pemerintah memberikan keterbukaan bagi investor asing bermain di sektor tersebut. BKPM sebetulnya tidak membuat batasan persentase asing bisa menanamkan investasinya di bidang menara telekomunikasi. &quot;Apakah 10, 20, 45, atau 90 persen itu adalah hal yang positif. Kami tidak menginginkan mutlak harus minoritas,&quot; kata dia.Kendati demikian, BKPM mengakui pemikiran dari lembaganya hanya mengambil dari sisi bisnis. Sementara itu untuk segi teknis, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada kementerian terkait.&quot;Kami kan ada amanah dari presiden dan target investasi ini tidak kecil. Saya pikir sektor telekomunikasi bisa berperan dalam mendatangkan investasi dari luar,&quot; ujar dia.BKPM selanjutnya akan melimpahkan penyelesaian masalah ini kepada menko perekonomian dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).</content:encoded></item></channel></rss>
