<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI-Hong Kong Tingkatkan Investasi dan Perdagangan</title><description>Indonesia dan Hong Kong akan bekerja sama dalam meningkatkan investasi dan perdagangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/03/24/320/315741/ri-hong-kong-tingkatkan-investasi-dan-perdagangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/03/24/320/315741/ri-hong-kong-tingkatkan-investasi-dan-perdagangan"/><item><title>RI-Hong Kong Tingkatkan Investasi dan Perdagangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/03/24/320/315741/ri-hong-kong-tingkatkan-investasi-dan-perdagangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/03/24/320/315741/ri-hong-kong-tingkatkan-investasi-dan-perdagangan</guid><pubDate>Rabu 24 Maret 2010 16:36 WIB</pubDate><dc:creator>Sandra Karina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/24/320/315741/oyqBhWQ6xi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/24/320/315741/oyqBhWQ6xi.jpg</image><title>Foto: Corbis</title></images><description>JAKARTA - Indonesia dan Hong Kong akan bekerja sama dalam meningkatkan investasi dan perdagangan.&quot;Saya harapkan akan ada kontrak atau rencana yang saling menguntungkan bagi kedua negara yang akan meningkatkan perdagangan dan investasi. Kerjasama akan terus meningkat kedepannya. Bekerjasama untuk menguasai pasar yang lebih luas di China dan Asean. Potensi untuk menguasai pasar terutama di China sangat besar. Produk Hong Kong lebih bagus daripada China Hong Kong baru-baru ini membuka kantor dagang di Indonesia. Untuk meningkatkan investasi dan perdagangan, saya minta kerjasama dengan Kadin Indonesia,&quot; kata Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat di Jakarta, Rabu (24/3/2010).Hidayat juga berharap pemerintah Indonesia bisa mencontoh kesuksesan Hong Kong dalam membuat terobosan untuk menarik investasi asing di negaranya. Selain di sektor perdagangan, Hidayat mengakui, pihaknya juga menawarkan kerjasama di sektor perkapalan dan maritim. Selain dengan Menperin, Financial Secretary Hong Kong John Tsang mengatakan, pihaknya juga melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution, dan Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu. &quot;Hong Kong dan Indonesia akan bekerjasama lebih jauh lagi. Perdagangan kedua negara naik sebesar 28 persen pada 2009. Realisasi perdagangan sebesar USD1 juta. Saya yakin akan terus meningkat. Indonesia adalah negara dengan penduduk yang padat dan luas,&quot; kata John.Sementara itu, pertemuan Mendag dengan John yang dilakukan di Kementerian Perdagangan (Kemendag) kemarin, bertujuan untuk membahas hubungan kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Hong Kong, termasuk membicarakan pasar potensial dari ekonomi regional dan global serta strategi dalam mempertahankan dan mempromosikan pertumbuhan ekonomi, terutama karena posisi strategis Hong Kong sebagi pintu masuk RRT.Mendag dan John juga membahas mengenai masalah pembiayaan ekspor (trade financing) mengingat pemerintah Hong Kong telah menerapkan kebijakan khusus selama krisis global untuk mendorong perdagangan dan ekonominya.Mari mengatakan, sebagai Special Administrative Region (SAR) dari RRT, Hong Kong dikenal sebagai kota dagang dan niaga dengan sistem ekonomi paling bebas di dunia. Oleh karena itu,kata dia, Hong Kong sangat berorientasi pada sektor jasa dimana kontribusi untuk sektor ini sebesar 90 persen dari PDB Hong Kong. &quot;Kebijakan ekonomi Hong Kong diarahkan pada mempertahankan posisi Hong Kong dari para pesaing utamanya seperti Singapura dan Shanghai, serta mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi China yang sangat pesat dalam lima tahun terakhir,&quot; kata Mari.Berdasarkan data Kemendag, ekspor Indonesia ke Hong Kong terdiri atas komoditi yang berasal dari sumber daya alam dan manufaktur. Untuk komoditi ekspor manufaktur Indonesia ke Hong Kong antara lain, benang tenun, kain tekstil dan hasilnya adalah olahan bahan plastik, pakaian dan perangkatnya, sepatu dan alas kaki.Sedangkan ekspor Indonesia yang berasal dari sumber daya alam antara lain ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahan, kopi, teh, coklat dan rempah-rempah, kertas, kertas koran dan olahannya, logam tidak mengandung besi serta biji logam.Sementara untuk produk asal Indonesia yang diekspor ulang (re-ekspor) ke Hong Kong adalah mesin listrik dan perangkatnya, telekomunikasi dan perekam suara, benang tenun, kain tekstil dan hasilnya, mesin perkantoran, hasil manufaktur lain, pakaian dan perangkatnya.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia aktif mengikuti berbagai kegiatan pameran perdagangan yang diadakan di Hong Kong. Pada tahun 2005, Indonesia mengikuti tiga pameran di bidang tekstil, makanan dan industri lainnya. Namun sejak krisis keuangan global partisipasi sedikit menurun.Kedepan, menurut Mari, Indonesia akan mengaktifkan kembali kerjasama kedua pihak, terutama di bidang promosi perdagangan. &amp;ldquo;Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat Hong Kong terhadap keamanan dan kesehatan produk makanan, telah membuka peluang yang besar bagi makanan organik. Kecenderungan ini telah mulai dilirik industri dan pedagang produk makanan Indonesia untuk meningkatkan pemasaran makanan organik yang cukup potensial di Hong Kong,&quot; ujarnya.Menurut data BPS, total perdagangan Indonesia-Hong Kong pada tahun 2008 sebesar USD4,2 miliar, naik sebesar 96,1 persen bila dibandingkan tahun 2007 yaitu sebesar USD2,1 miliar. Sedangkan tahun 2009 sedikit mengalami penurunan (8,77 persen) bila dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu USD4,2 miliar menjadi USD3,8 miliar.Sementara, Impor Indonesia dari Hong Kong pada tahun 2008 sebesar USD2,3 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 434,9 persen bila dibandingkan periode yang sama pada tahun 2007 yaitu USD442,6 juta. Sedangkan tahun 2009 turun sebesar 28,28 persen dari USD2,3 miliar menjadi USD1,7 miliar.Neraca perdagangan Indonesia-Hong Kong selama lima tahun terakhir (2004-2008) selalu menunjukkan posisi surplus bagi Indonesia. Pada tahun 2008, Indonesia memang mengalami defisit sebesar USD558 juta atau turun sebesar 144,9 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya yaitu USD1,2 miliar sehubungan dengan perekonomian Hong Kong dan dunia yang lesu akibat krisis keuangan global.Sedangkan pada tahun 2009, Indonesia kembali mengalami surplus sebesar USD413,7 juta atau naik 174,03 persen bila dibandingkan dengan periode yang tahun 2008. Realisasi investasi Hong Kong di Indonesia selama beberapa tahun terakhir yaitu tahun 2005 sebanyak 14 proyek dengan nilai USD396 juta, tahun 2006 sebanyak 15 proyek senilai USD187,9 juta, tahun 2007 sebanyak 14 proyek senilai USD156,7 juta, serta tahun 2008 sebanyak 18 proyek senilai USD120,2 juta.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia dan Hong Kong akan bekerja sama dalam meningkatkan investasi dan perdagangan.&quot;Saya harapkan akan ada kontrak atau rencana yang saling menguntungkan bagi kedua negara yang akan meningkatkan perdagangan dan investasi. Kerjasama akan terus meningkat kedepannya. Bekerjasama untuk menguasai pasar yang lebih luas di China dan Asean. Potensi untuk menguasai pasar terutama di China sangat besar. Produk Hong Kong lebih bagus daripada China Hong Kong baru-baru ini membuka kantor dagang di Indonesia. Untuk meningkatkan investasi dan perdagangan, saya minta kerjasama dengan Kadin Indonesia,&quot; kata Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat di Jakarta, Rabu (24/3/2010).Hidayat juga berharap pemerintah Indonesia bisa mencontoh kesuksesan Hong Kong dalam membuat terobosan untuk menarik investasi asing di negaranya. Selain di sektor perdagangan, Hidayat mengakui, pihaknya juga menawarkan kerjasama di sektor perkapalan dan maritim. Selain dengan Menperin, Financial Secretary Hong Kong John Tsang mengatakan, pihaknya juga melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution, dan Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu. &quot;Hong Kong dan Indonesia akan bekerjasama lebih jauh lagi. Perdagangan kedua negara naik sebesar 28 persen pada 2009. Realisasi perdagangan sebesar USD1 juta. Saya yakin akan terus meningkat. Indonesia adalah negara dengan penduduk yang padat dan luas,&quot; kata John.Sementara itu, pertemuan Mendag dengan John yang dilakukan di Kementerian Perdagangan (Kemendag) kemarin, bertujuan untuk membahas hubungan kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Hong Kong, termasuk membicarakan pasar potensial dari ekonomi regional dan global serta strategi dalam mempertahankan dan mempromosikan pertumbuhan ekonomi, terutama karena posisi strategis Hong Kong sebagi pintu masuk RRT.Mendag dan John juga membahas mengenai masalah pembiayaan ekspor (trade financing) mengingat pemerintah Hong Kong telah menerapkan kebijakan khusus selama krisis global untuk mendorong perdagangan dan ekonominya.Mari mengatakan, sebagai Special Administrative Region (SAR) dari RRT, Hong Kong dikenal sebagai kota dagang dan niaga dengan sistem ekonomi paling bebas di dunia. Oleh karena itu,kata dia, Hong Kong sangat berorientasi pada sektor jasa dimana kontribusi untuk sektor ini sebesar 90 persen dari PDB Hong Kong. &quot;Kebijakan ekonomi Hong Kong diarahkan pada mempertahankan posisi Hong Kong dari para pesaing utamanya seperti Singapura dan Shanghai, serta mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi China yang sangat pesat dalam lima tahun terakhir,&quot; kata Mari.Berdasarkan data Kemendag, ekspor Indonesia ke Hong Kong terdiri atas komoditi yang berasal dari sumber daya alam dan manufaktur. Untuk komoditi ekspor manufaktur Indonesia ke Hong Kong antara lain, benang tenun, kain tekstil dan hasilnya adalah olahan bahan plastik, pakaian dan perangkatnya, sepatu dan alas kaki.Sedangkan ekspor Indonesia yang berasal dari sumber daya alam antara lain ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahan, kopi, teh, coklat dan rempah-rempah, kertas, kertas koran dan olahannya, logam tidak mengandung besi serta biji logam.Sementara untuk produk asal Indonesia yang diekspor ulang (re-ekspor) ke Hong Kong adalah mesin listrik dan perangkatnya, telekomunikasi dan perekam suara, benang tenun, kain tekstil dan hasilnya, mesin perkantoran, hasil manufaktur lain, pakaian dan perangkatnya.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia aktif mengikuti berbagai kegiatan pameran perdagangan yang diadakan di Hong Kong. Pada tahun 2005, Indonesia mengikuti tiga pameran di bidang tekstil, makanan dan industri lainnya. Namun sejak krisis keuangan global partisipasi sedikit menurun.Kedepan, menurut Mari, Indonesia akan mengaktifkan kembali kerjasama kedua pihak, terutama di bidang promosi perdagangan. &amp;ldquo;Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat Hong Kong terhadap keamanan dan kesehatan produk makanan, telah membuka peluang yang besar bagi makanan organik. Kecenderungan ini telah mulai dilirik industri dan pedagang produk makanan Indonesia untuk meningkatkan pemasaran makanan organik yang cukup potensial di Hong Kong,&quot; ujarnya.Menurut data BPS, total perdagangan Indonesia-Hong Kong pada tahun 2008 sebesar USD4,2 miliar, naik sebesar 96,1 persen bila dibandingkan tahun 2007 yaitu sebesar USD2,1 miliar. Sedangkan tahun 2009 sedikit mengalami penurunan (8,77 persen) bila dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu USD4,2 miliar menjadi USD3,8 miliar.Sementara, Impor Indonesia dari Hong Kong pada tahun 2008 sebesar USD2,3 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 434,9 persen bila dibandingkan periode yang sama pada tahun 2007 yaitu USD442,6 juta. Sedangkan tahun 2009 turun sebesar 28,28 persen dari USD2,3 miliar menjadi USD1,7 miliar.Neraca perdagangan Indonesia-Hong Kong selama lima tahun terakhir (2004-2008) selalu menunjukkan posisi surplus bagi Indonesia. Pada tahun 2008, Indonesia memang mengalami defisit sebesar USD558 juta atau turun sebesar 144,9 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya yaitu USD1,2 miliar sehubungan dengan perekonomian Hong Kong dan dunia yang lesu akibat krisis keuangan global.Sedangkan pada tahun 2009, Indonesia kembali mengalami surplus sebesar USD413,7 juta atau naik 174,03 persen bila dibandingkan dengan periode yang tahun 2008. Realisasi investasi Hong Kong di Indonesia selama beberapa tahun terakhir yaitu tahun 2005 sebanyak 14 proyek dengan nilai USD396 juta, tahun 2006 sebanyak 15 proyek senilai USD187,9 juta, tahun 2007 sebanyak 14 proyek senilai USD156,7 juta, serta tahun 2008 sebanyak 18 proyek senilai USD120,2 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
