<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Total Utang RI Melonjak 25% Jadi Rp1.617 T</title><description>Total utang pemerintah mengalami lonjakan sebesar 25,8 persen PDB menjadi Rp1.617 triliun, di mana 62,6 persen atau Rp1.012 triliun dalam SBN dan Rp605,1 triliun berasal dari pinjaman.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/04/05/20/319388/total-utang-ri-melonjak-25-jadi-rp1-617-t</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/04/05/20/319388/total-utang-ri-melonjak-25-jadi-rp1-617-t"/><item><title>Total Utang RI Melonjak 25% Jadi Rp1.617 T</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/04/05/20/319388/total-utang-ri-melonjak-25-jadi-rp1-617-t</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/04/05/20/319388/total-utang-ri-melonjak-25-jadi-rp1-617-t</guid><pubDate>Senin 05 April 2010 15:34 WIB</pubDate><dc:creator>Candra Setya Santoso</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/04/05/20/319388/cXdFQ2jB6t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/04/05/20/319388/cXdFQ2jB6t.jpg</image><title>Foto : Corbis</title></images><description>JAKARTA - Total utang pemerintah mengalami lonjakan sebesar 25,8 persen PDB menjadi Rp1.617 triliun, di mana 62,6 persen atau Rp1.012 triliun dalam SBN dan Rp605,1 triliun berasal dari pinjaman.&quot;Jika dibandingkan 2005, utang pemerintah naik 23,2 persen atau sebesar Rp304,1 triliun. SBN yield tinggi 10-11 persen, utang makin mahal dari pinjaman LN rate saat ini sebesar empat persen,&quot; ujar Ketua Badan Anggaran DPR RI Harry Azhar Azis, dalam dialog Ekonomi Politik, RAPBN-P 2010: Komitmen terhadap Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (5/4/2010).&quot;Meski SBN lebih murah dari komersil, beban utang tetap mengenaskan. Perlu pengendalian SBN, melihat outstanding SBN, SBI 3 bulan, yield penerbitan atau kupon, nilai tukar, dan komposisi penerbitan,&quot; ujarnya.Kemampuan pemerintah berutang hingga 30 persen, paparnya, perlu skenario defisit jangka waktu tidak panjang dan tidak tambah beban ekonomi masa depan.&quot;Pengaturan jatuh tempo, pengetatan implementasi, cost-benefit agar utang produktif, bukan masuk dalam perangkap debt-trap,&quot; ungkapnya.Sementara itu, defisit pembiayaan dalam perubahan pendapatan, hibah, dan belanja menyebabkan besaran defisit naik dari Rp98 triliun (1,6 persen dari PDB), jadi Rp129,8 triliun (2,1 persen PDB). &quot;Ini adalah usul pemerintah,&quot; katanya.Sedangkan, defisit mencapai Rp129,8 triliun (dalam APBN-P 2010) artinya peningkatan Rp31,8 triliun atau setara 32,5 persen, dibandingkan APBN 2010. &quot;Ini dibiayai dari sumber pembiayaan non-utang Rp23 triliun dan pembiayaan utang Rp106,8 triliun,&quot; pungkasnya.(adn)</description><content:encoded>JAKARTA - Total utang pemerintah mengalami lonjakan sebesar 25,8 persen PDB menjadi Rp1.617 triliun, di mana 62,6 persen atau Rp1.012 triliun dalam SBN dan Rp605,1 triliun berasal dari pinjaman.&quot;Jika dibandingkan 2005, utang pemerintah naik 23,2 persen atau sebesar Rp304,1 triliun. SBN yield tinggi 10-11 persen, utang makin mahal dari pinjaman LN rate saat ini sebesar empat persen,&quot; ujar Ketua Badan Anggaran DPR RI Harry Azhar Azis, dalam dialog Ekonomi Politik, RAPBN-P 2010: Komitmen terhadap Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (5/4/2010).&quot;Meski SBN lebih murah dari komersil, beban utang tetap mengenaskan. Perlu pengendalian SBN, melihat outstanding SBN, SBI 3 bulan, yield penerbitan atau kupon, nilai tukar, dan komposisi penerbitan,&quot; ujarnya.Kemampuan pemerintah berutang hingga 30 persen, paparnya, perlu skenario defisit jangka waktu tidak panjang dan tidak tambah beban ekonomi masa depan.&quot;Pengaturan jatuh tempo, pengetatan implementasi, cost-benefit agar utang produktif, bukan masuk dalam perangkap debt-trap,&quot; ungkapnya.Sementara itu, defisit pembiayaan dalam perubahan pendapatan, hibah, dan belanja menyebabkan besaran defisit naik dari Rp98 triliun (1,6 persen dari PDB), jadi Rp129,8 triliun (2,1 persen PDB). &quot;Ini adalah usul pemerintah,&quot; katanya.Sedangkan, defisit mencapai Rp129,8 triliun (dalam APBN-P 2010) artinya peningkatan Rp31,8 triliun atau setara 32,5 persen, dibandingkan APBN 2010. &quot;Ini dibiayai dari sumber pembiayaan non-utang Rp23 triliun dan pembiayaan utang Rp106,8 triliun,&quot; pungkasnya.(adn)</content:encoded></item></channel></rss>
