<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Usaha Global Mediacom Naik 23,95%</title><description>PT Global Mediacom Tbk (BMTR) mencatatkan kenaikan laba usaha sebesar 23,95 persen menjadi Rp709,9 miliar pada 2009 dari tahun 2008 sebelumnya yang sebesar Rp572,74 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/04/08/278/320617/laba-usaha-global-mediacom-naik-23-95</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/04/08/278/320617/laba-usaha-global-mediacom-naik-23-95"/><item><title>Laba Usaha Global Mediacom Naik 23,95%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/04/08/278/320617/laba-usaha-global-mediacom-naik-23-95</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/04/08/278/320617/laba-usaha-global-mediacom-naik-23-95</guid><pubDate>Kamis 08 April 2010 15:44 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/04/08/278/320617/fCHRzVohnv.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/04/08/278/320617/fCHRzVohnv.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) mencatatkan kenaikan laba usaha sebesar 23,95 persen menjadi Rp709,9 miliar pada 2009 dari tahun 2008 sebelumnya yang sebesar Rp572,74 miliar.Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama BMTR Hary Tanoesoedibjo, dalam laporan keuangan seperti dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (8/4/2010).Perseroan berhasil menurunkan jumlah beban usahanya menjadi sebesar Rp4,33 triliun dari sebelumnya yang sebesar Rp4,8 triliun. Di mana komponen beban langsung turun menjadi Rp2,6 triliun dari sebelumnya Rp2,85 triliun, beban umum dan administrasi turun Rp1,29 triliun dari sebelumnya Rp1,4 triliun, serta beban yang berasal dari penyusutan dan amortisasi menjadi Rp420 miliar dari sebelumnya Rp561,2 miliar.Di mana pendapatan yang berasal dari media berbasis konten dan iklan naik menjadi Rp3,86 triliun dari sebelumnya Rp3,78 triliun, pendapatan dari media berbasis pelanggan naik jadi Rp1,1 miliar dari sebelumnya Rp776,1 miliar.Hanya saja memang terjadi penurunan pada pendapatan yang berasal dari sektor infrastruktur telekomunikasi dan teknologi informasi menjadi Rp121,4 miliar dari sebelumnya Rp218,65 miliar. Selain itu pada 2009 tidak ada lagi pendapatan yang berasal dari sektor telekomunikasi, di mana tahun sebelumnya mencatatkan keuntungan Rp608,89 miliar. Akibatnya, pendapatan perseroan berkurang menjadi Rp5,03 triliun dari sebelumnya yang sebesar Rp5,38 triliun.Selain itu, perseroan juga mengalami kerugian dari pelepasan investasi sebesar Rp109,1 miliar dari sebelumnya yang mencatatkan keuntungan Rp544,3 miliar. Padahal, perseroan juga mencatatkan keuntungan kurs sebesar Rp374,45 miliar dibandingkan tahun sebelumnya dimana tercatat rugi kurs sebesar Rp292,4 miliar.Akibatnya, laba sebelum pajak perseroan mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp590,88 miliardari sebelumnya yang sebesar Rp304,57 miliar. Akan tetapi, beban pajak membengkak menjadi Rp259,4 miliar dari sebelumnya yang mencatatkan manfaat pajak sebesar Rp40,3 miliar. Ditambah lagi hak minoritas yang mengurangi sebesar Rp174,3 miliar dari sebelumnya yang positif sebesar Rp80,9 miliar. Alhasil, laba bersih perseroan berkurang menjadi Rp157,2 miliar jika dibandingkan dengan sebelumnya yang sebesar Rp425,75 miliar.Sementara jumlah aset perseroan berkurang menjadi Rp13,48 triliun dari sebelumnya yang sebesar Rp13,7 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) mencatatkan kenaikan laba usaha sebesar 23,95 persen menjadi Rp709,9 miliar pada 2009 dari tahun 2008 sebelumnya yang sebesar Rp572,74 miliar.Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama BMTR Hary Tanoesoedibjo, dalam laporan keuangan seperti dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (8/4/2010).Perseroan berhasil menurunkan jumlah beban usahanya menjadi sebesar Rp4,33 triliun dari sebelumnya yang sebesar Rp4,8 triliun. Di mana komponen beban langsung turun menjadi Rp2,6 triliun dari sebelumnya Rp2,85 triliun, beban umum dan administrasi turun Rp1,29 triliun dari sebelumnya Rp1,4 triliun, serta beban yang berasal dari penyusutan dan amortisasi menjadi Rp420 miliar dari sebelumnya Rp561,2 miliar.Di mana pendapatan yang berasal dari media berbasis konten dan iklan naik menjadi Rp3,86 triliun dari sebelumnya Rp3,78 triliun, pendapatan dari media berbasis pelanggan naik jadi Rp1,1 miliar dari sebelumnya Rp776,1 miliar.Hanya saja memang terjadi penurunan pada pendapatan yang berasal dari sektor infrastruktur telekomunikasi dan teknologi informasi menjadi Rp121,4 miliar dari sebelumnya Rp218,65 miliar. Selain itu pada 2009 tidak ada lagi pendapatan yang berasal dari sektor telekomunikasi, di mana tahun sebelumnya mencatatkan keuntungan Rp608,89 miliar. Akibatnya, pendapatan perseroan berkurang menjadi Rp5,03 triliun dari sebelumnya yang sebesar Rp5,38 triliun.Selain itu, perseroan juga mengalami kerugian dari pelepasan investasi sebesar Rp109,1 miliar dari sebelumnya yang mencatatkan keuntungan Rp544,3 miliar. Padahal, perseroan juga mencatatkan keuntungan kurs sebesar Rp374,45 miliar dibandingkan tahun sebelumnya dimana tercatat rugi kurs sebesar Rp292,4 miliar.Akibatnya, laba sebelum pajak perseroan mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp590,88 miliardari sebelumnya yang sebesar Rp304,57 miliar. Akan tetapi, beban pajak membengkak menjadi Rp259,4 miliar dari sebelumnya yang mencatatkan manfaat pajak sebesar Rp40,3 miliar. Ditambah lagi hak minoritas yang mengurangi sebesar Rp174,3 miliar dari sebelumnya yang positif sebesar Rp80,9 miliar. Alhasil, laba bersih perseroan berkurang menjadi Rp157,2 miliar jika dibandingkan dengan sebelumnya yang sebesar Rp425,75 miliar.Sementara jumlah aset perseroan berkurang menjadi Rp13,48 triliun dari sebelumnya yang sebesar Rp13,7 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
