<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pupuk Kaltim Targetkan Laba Capai Rp1 T</title><description>PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) menargetkan laba bersih tahun ini bisa  mencapai Rp1 triliun. Capaian laba bersih tahun lalu sebesar Rp832  miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/05/18/320/334001/pupuk-kaltim-targetkan-laba-capai-rp1-t</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/05/18/320/334001/pupuk-kaltim-targetkan-laba-capai-rp1-t"/><item><title>Pupuk Kaltim Targetkan Laba Capai Rp1 T</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/05/18/320/334001/pupuk-kaltim-targetkan-laba-capai-rp1-t</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/05/18/320/334001/pupuk-kaltim-targetkan-laba-capai-rp1-t</guid><pubDate>Selasa 18 Mei 2010 20:35 WIB</pubDate><dc:creator>J Erna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/05/18/320/334001/PTMDi9lQOY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/05/18/320/334001/PTMDi9lQOY.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Koran SI</title></images><description>JAKARTA - PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) menargetkan laba bersih tahun ini bisa mencapai Rp1 triliun. Capaian laba bersih tahun lalu sebesar Rp832 miliar.&amp;ldquo;Mudah-mudahan laba bersih hingga akhir tahun bisa mencapai Rp1 triliun,&amp;rdquo; kata Direktur Utama PKT Hidayat Nyakman di Jakarta, Selasa (18/5/2010).Laba bersih perseroan tahun lalu meningkat dibandingkan capaian laba bersih tahun sebelumnya senilai Rp627 miliar. Sementara hingga bulan ini, laba bersih yang berhasil dibukukan perseroan lebih dari Rp250 miliar.Sementara itu, total investasi yang dialokasikan perusahaan hingga saat ini senilai Rp11 triliun-Rp12 triliun. Dana itu digunakan untuk mengembangkan sejumlah proyek guna meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi bahan baku. &amp;ldquo;Total investasi hingga saat ini senilai Rp11 triliun-Rp12 triliun,&amp;rdquo; ujarnya.Dari nilai itu sebanyak 70 persen berasal dari eksternal dan sekira 30 persen dari internal perusahaan. Direktur Keuangan PKT Eko Sunarko menuturkan, dana dari eksternal perusahaan akan dicari dari pinjaman perbankan maupun penerbitan obligasi.Sejumlah bank tersebut, di antaranya PT Bank Mandiri Tbk, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Central Indonesia (BCA), Bank Niaga.Sementara itu, pihaknya belum memiliki rencana menerbitkan obligasi dalam waktu dekat. Alasannya, selain proyek belum berjalan, PKT baru saja menerbitkan obligasi pada tahun lalu. &amp;ldquo;Belum ada rencana, kita lihat kebutuhannya dulu karena baru kemarin (2009) kita menerbitkan obligasi,&amp;rdquo; ujarnya.Pada Oktober 2009, PKT menerbitkan obligasi II senilai Rp660 miliar dan sukuk ijarah I senilai Rp131 miliar. Dana hasil penjualan surat utang itu digunakan perseroan unttuk modal kerja dan membiayai proyek NPK Fuse Granulation. Obligasi PKT mendapat rating AA- dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).Sementara itu, sejumlah proyek yang akan didanai tersebut, yakni proyek boiler batu bara senilai USD110 juta, yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Ditargetkan, proyek tersebut bisa dioperasikan pada awal 2012. Selain itu, proyek NPK Granulation senilai USD18 juta. Pabrik NPK Fuse berkapasitas 2x100.000 ton tersebut akan selesai tahun ini.Proyek lainnya, yakni proyek pengembangan kelapa sawit bekerjasama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII, dengan nilai proyek senilai Rp400 miliar. Proyek ini rencananya akan lebih dikembangkan tahun depan.Sementara itu, Pabrik Kaltim V, dengan kapasitas 3.500 ton urea per hari dan 2.500 amoniak per hari. Pabrik tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi PKT menjadi 3,4 juta ton urea per tahun dan 2,1 juta ton amoniak per hari.Pihaknya sudah melakukan tender kontraktor, yang diharapkan pada Juli mendatang sudah terpilih kontraktornya. &amp;ldquo;Prioritas kami leader-nya kontraktor dalam negeri, sedangkan asingnya untuk teknologi,&amp;rdquo; tukasnya.Dari pengembangan proyek tersebut dapat meningkatkan produksi pupuk perusahaan. Target urea tahun ini sebesar tiga juta ton urea. Sementara itu, capaian produksi urea tahun lalu sebesar 2.949.750 ton.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) menargetkan laba bersih tahun ini bisa mencapai Rp1 triliun. Capaian laba bersih tahun lalu sebesar Rp832 miliar.&amp;ldquo;Mudah-mudahan laba bersih hingga akhir tahun bisa mencapai Rp1 triliun,&amp;rdquo; kata Direktur Utama PKT Hidayat Nyakman di Jakarta, Selasa (18/5/2010).Laba bersih perseroan tahun lalu meningkat dibandingkan capaian laba bersih tahun sebelumnya senilai Rp627 miliar. Sementara hingga bulan ini, laba bersih yang berhasil dibukukan perseroan lebih dari Rp250 miliar.Sementara itu, total investasi yang dialokasikan perusahaan hingga saat ini senilai Rp11 triliun-Rp12 triliun. Dana itu digunakan untuk mengembangkan sejumlah proyek guna meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi bahan baku. &amp;ldquo;Total investasi hingga saat ini senilai Rp11 triliun-Rp12 triliun,&amp;rdquo; ujarnya.Dari nilai itu sebanyak 70 persen berasal dari eksternal dan sekira 30 persen dari internal perusahaan. Direktur Keuangan PKT Eko Sunarko menuturkan, dana dari eksternal perusahaan akan dicari dari pinjaman perbankan maupun penerbitan obligasi.Sejumlah bank tersebut, di antaranya PT Bank Mandiri Tbk, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Central Indonesia (BCA), Bank Niaga.Sementara itu, pihaknya belum memiliki rencana menerbitkan obligasi dalam waktu dekat. Alasannya, selain proyek belum berjalan, PKT baru saja menerbitkan obligasi pada tahun lalu. &amp;ldquo;Belum ada rencana, kita lihat kebutuhannya dulu karena baru kemarin (2009) kita menerbitkan obligasi,&amp;rdquo; ujarnya.Pada Oktober 2009, PKT menerbitkan obligasi II senilai Rp660 miliar dan sukuk ijarah I senilai Rp131 miliar. Dana hasil penjualan surat utang itu digunakan perseroan unttuk modal kerja dan membiayai proyek NPK Fuse Granulation. Obligasi PKT mendapat rating AA- dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).Sementara itu, sejumlah proyek yang akan didanai tersebut, yakni proyek boiler batu bara senilai USD110 juta, yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Ditargetkan, proyek tersebut bisa dioperasikan pada awal 2012. Selain itu, proyek NPK Granulation senilai USD18 juta. Pabrik NPK Fuse berkapasitas 2x100.000 ton tersebut akan selesai tahun ini.Proyek lainnya, yakni proyek pengembangan kelapa sawit bekerjasama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII, dengan nilai proyek senilai Rp400 miliar. Proyek ini rencananya akan lebih dikembangkan tahun depan.Sementara itu, Pabrik Kaltim V, dengan kapasitas 3.500 ton urea per hari dan 2.500 amoniak per hari. Pabrik tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi PKT menjadi 3,4 juta ton urea per tahun dan 2,1 juta ton amoniak per hari.Pihaknya sudah melakukan tender kontraktor, yang diharapkan pada Juli mendatang sudah terpilih kontraktornya. &amp;ldquo;Prioritas kami leader-nya kontraktor dalam negeri, sedangkan asingnya untuk teknologi,&amp;rdquo; tukasnya.Dari pengembangan proyek tersebut dapat meningkatkan produksi pupuk perusahaan. Target urea tahun ini sebesar tiga juta ton urea. Sementara itu, capaian produksi urea tahun lalu sebesar 2.949.750 ton.</content:encoded></item></channel></rss>
