<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Punya Euro? Jual Sedikit Demi Sedikit</title><description>Diprediksikan krisis utang Yunani dan negara-negara Eropa Selatan akan menyeret mata uang Euro lebih dalam kelevel 1,55-1 euro per USD. Untuk itu, investor lokal disarankan untuk menjual euro sedikit demi sedikit dan menggantinya treasury bond berdenominasi dolar Amerika atau membeli Surat Utang Negara (SUN).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/05/22/278/335315/punya-euro-jual-sedikit-demi-sedikit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/05/22/278/335315/punya-euro-jual-sedikit-demi-sedikit"/><item><title>Punya Euro? Jual Sedikit Demi Sedikit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/05/22/278/335315/punya-euro-jual-sedikit-demi-sedikit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/05/22/278/335315/punya-euro-jual-sedikit-demi-sedikit</guid><pubDate>Sabtu 22 Mei 2010 14:03 WIB</pubDate><dc:creator>Rheza Andhika Pamungkas</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/05/22/278/335315/76kV3Nybs7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/05/22/278/335315/76kV3Nybs7.jpg</image><title>Foto : Corbis</title></images><description>

JAKARTA &amp;ndash; Diprediksikan krisis utang Yunani dan negara-negara Eropa Selatan akan menyeret mata uang Euro lebih dalam kelevel 1,55-1 euro per USD. Untuk itu, investor lokal disarankan untuk menjual euro sedikit demi sedikit dan menggantinya treasury bond berdenominasi dolar Amerika atau membeli Surat Utang Negara (SUN).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Euro akan terus turun, karena fokus Bank Sentral Eropa itu bukan menaikkan mata uang euro tetapi untuk mencegah penularan utang krisis Yunani ke Spanyol, Portugal dan negara-negara Eropa Selatan lainnya,&amp;rdquo; ujar Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan dalam acara 3rd Anniversary of IDX Investor Club, di Hotel Nikko, Jakarta, Sabtu (22/5/2010).
&amp;nbsp;
Meskipun demikian, dirinya meyakini krisis utang Yunani dan negara-negara di kawasan Eropa Selatan tidak akan berdampak besar pada pemulihan ekonomi global. Karena penopang ekonomi eropa bukanlah negara-negara Eropa selatan tapi negara-negara Eropa Utara seperti Jerman dan Prancis.

&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Krisis utang negara-negara kawasan Eropa Selatan, tidak akan berpengaruh terhadap perekonomian dunia, karena bobotnya kecil. Ini lebih mirip krisis moneter Asia 1998,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;nbsp;

Dampak krisis Eropa sama seperti krisis moneter 1998, lanjutnya, terhadap Asia dampaknya memang besar. Tetapi tidak terlalu besar dampaknya terhadap dunia. Dia juga memprediksikan, kepanikan investor terhadap krisis utang eropa akan berakhir dalam satu sampai dua bulan.

&amp;nbsp;
Namun sebagai analis, dia juga mempunyai skenario terburuk yakni terjadinya default atau gagal bayar negara-negara eropa sehingga menyebabkan Jerman dan Perancis sebagai negara penopang euro keluar dari mata uang euro.
&amp;nbsp;
Jika hal itu terjadi maka bursa saham global akan anjlok, dan jika anjlok investor dunia akan melakukan profit taking atau capital loss. Apabila terjadi capital loss, lanjutnya, maka akan ada penarikan dana yang besar dari bursa saham di ASIA dan berimbas pada bursa saham di Indonesia.

&amp;ldquo;Tetapi, saya masih optimis perekonomian global masih akan pulih dan tidak terlalu berpengaruh untang Yunani,&amp;rdquo; pungkasnya.(adn)



</description><content:encoded>

JAKARTA &amp;ndash; Diprediksikan krisis utang Yunani dan negara-negara Eropa Selatan akan menyeret mata uang Euro lebih dalam kelevel 1,55-1 euro per USD. Untuk itu, investor lokal disarankan untuk menjual euro sedikit demi sedikit dan menggantinya treasury bond berdenominasi dolar Amerika atau membeli Surat Utang Negara (SUN).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Euro akan terus turun, karena fokus Bank Sentral Eropa itu bukan menaikkan mata uang euro tetapi untuk mencegah penularan utang krisis Yunani ke Spanyol, Portugal dan negara-negara Eropa Selatan lainnya,&amp;rdquo; ujar Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan dalam acara 3rd Anniversary of IDX Investor Club, di Hotel Nikko, Jakarta, Sabtu (22/5/2010).
&amp;nbsp;
Meskipun demikian, dirinya meyakini krisis utang Yunani dan negara-negara di kawasan Eropa Selatan tidak akan berdampak besar pada pemulihan ekonomi global. Karena penopang ekonomi eropa bukanlah negara-negara Eropa selatan tapi negara-negara Eropa Utara seperti Jerman dan Prancis.

&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Krisis utang negara-negara kawasan Eropa Selatan, tidak akan berpengaruh terhadap perekonomian dunia, karena bobotnya kecil. Ini lebih mirip krisis moneter Asia 1998,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;nbsp;

Dampak krisis Eropa sama seperti krisis moneter 1998, lanjutnya, terhadap Asia dampaknya memang besar. Tetapi tidak terlalu besar dampaknya terhadap dunia. Dia juga memprediksikan, kepanikan investor terhadap krisis utang eropa akan berakhir dalam satu sampai dua bulan.

&amp;nbsp;
Namun sebagai analis, dia juga mempunyai skenario terburuk yakni terjadinya default atau gagal bayar negara-negara eropa sehingga menyebabkan Jerman dan Perancis sebagai negara penopang euro keluar dari mata uang euro.
&amp;nbsp;
Jika hal itu terjadi maka bursa saham global akan anjlok, dan jika anjlok investor dunia akan melakukan profit taking atau capital loss. Apabila terjadi capital loss, lanjutnya, maka akan ada penarikan dana yang besar dari bursa saham di ASIA dan berimbas pada bursa saham di Indonesia.

&amp;ldquo;Tetapi, saya masih optimis perekonomian global masih akan pulih dan tidak terlalu berpengaruh untang Yunani,&amp;rdquo; pungkasnya.(adn)



</content:encoded></item></channel></rss>
