<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belarusia Akan Bangun Pabrik Ban Panser</title><description>Belarusia akan melakukan investasi berupa pembangunan pabrik ban panser di Indonesia pada tahun ini melalui perusahaannya yang bernama Belshina.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/06/24/320/346312/belarusia-akan-bangun-pabrik-ban-panser</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/06/24/320/346312/belarusia-akan-bangun-pabrik-ban-panser"/><item><title>Belarusia Akan Bangun Pabrik Ban Panser</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/06/24/320/346312/belarusia-akan-bangun-pabrik-ban-panser</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/06/24/320/346312/belarusia-akan-bangun-pabrik-ban-panser</guid><pubDate>Kamis 24 Juni 2010 16:40 WIB</pubDate><dc:creator>Sandra Karina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/06/24/320/346312/m5tdGCMBVu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/06/24/320/346312/m5tdGCMBVu.jpg</image><title>Foto: Koran SI</title></images><description>JAKARTA - Belarusia akan melakukan investasi berupa pembangunan pabrik ban panser di Indonesia pada tahun ini melalui perusahaannya yang bernama Belshina.&amp;ldquo;Intinya ada investasi baru dari Belarusia,&amp;rdquo; kata Ketua Asosiasi Pengusahan Ban Indonesia (APBI) Azis Pane di Jakarta, Kamis (24/6/2010).Namun sayangnya, Azis belum bisa memastikan berapa besar nilai investasinya. &amp;ldquo;Belarusia yang akan masuk itu merupakan produsen ban panser yang merupakan ban-ban besar, dan nama perusahaannya adalah Belshina,&amp;rdquo; jelasnya.Azis menuturkan, pihaknya telah memberitahu kepada perusahaan tersebut, apabila ingin membangun pabrik ban di Indonesia, harus yang berbekal teknologi tinggi.&amp;ldquo;Mengingat, selama ini mereka merupakan konsumen dari karet alam Indonesia,&amp;rdquo; ucapnya.Namun, Azis mengingatkan kepada perusahaan Belshina untuk tidak membangun pabrik ban biasa di Indonesia. &amp;ldquo;Sangatlah salah apabila mereka berfikir masuk ke Indonesia karena mengandalkan pasar domestik yang dipikir mereka besar, karena kita sendiri 82 persen hasil produksi ban kita diekspor,&amp;rdquo; paparnya. Sedangkan penggunaan mobil di Indonesia, lanjutnya, juga masih rendah. &amp;ldquo;Karena itu, kami menekankan yang lebih berteknologi tinggi, misalnya saja vulkanisir ban pesawat dan panser,&amp;rdquo; tegasnya.Apabila Belarusia melakukan investasi dengan pabrik ban yang biasa, hal ini, kata Azis, membuat industri dalam negeri tidak bisa berkembang.&amp;ldquo;Mengingat kapasitas produksi kita saat ini sudah hampir mencapai 45 juta per tahun, dan setelah kami membicarakan hal ini, mereka setuju,&amp;rdquo; jelasnya.(adn)</description><content:encoded>JAKARTA - Belarusia akan melakukan investasi berupa pembangunan pabrik ban panser di Indonesia pada tahun ini melalui perusahaannya yang bernama Belshina.&amp;ldquo;Intinya ada investasi baru dari Belarusia,&amp;rdquo; kata Ketua Asosiasi Pengusahan Ban Indonesia (APBI) Azis Pane di Jakarta, Kamis (24/6/2010).Namun sayangnya, Azis belum bisa memastikan berapa besar nilai investasinya. &amp;ldquo;Belarusia yang akan masuk itu merupakan produsen ban panser yang merupakan ban-ban besar, dan nama perusahaannya adalah Belshina,&amp;rdquo; jelasnya.Azis menuturkan, pihaknya telah memberitahu kepada perusahaan tersebut, apabila ingin membangun pabrik ban di Indonesia, harus yang berbekal teknologi tinggi.&amp;ldquo;Mengingat, selama ini mereka merupakan konsumen dari karet alam Indonesia,&amp;rdquo; ucapnya.Namun, Azis mengingatkan kepada perusahaan Belshina untuk tidak membangun pabrik ban biasa di Indonesia. &amp;ldquo;Sangatlah salah apabila mereka berfikir masuk ke Indonesia karena mengandalkan pasar domestik yang dipikir mereka besar, karena kita sendiri 82 persen hasil produksi ban kita diekspor,&amp;rdquo; paparnya. Sedangkan penggunaan mobil di Indonesia, lanjutnya, juga masih rendah. &amp;ldquo;Karena itu, kami menekankan yang lebih berteknologi tinggi, misalnya saja vulkanisir ban pesawat dan panser,&amp;rdquo; tegasnya.Apabila Belarusia melakukan investasi dengan pabrik ban yang biasa, hal ini, kata Azis, membuat industri dalam negeri tidak bisa berkembang.&amp;ldquo;Mengingat kapasitas produksi kita saat ini sudah hampir mencapai 45 juta per tahun, dan setelah kami membicarakan hal ini, mereka setuju,&amp;rdquo; jelasnya.(adn)</content:encoded></item></channel></rss>
