<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Biayai Infrastruktur, DKI Bakal Terbitkan Obligasi</title><description>Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mempersiapkan untuk  meluncurkan obligasi sebagai salah satu alternatif pembiayaan  infrastrukturnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/07/23/278/355790/biayai-infrastruktur-dki-bakal-terbitkan-obligasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/07/23/278/355790/biayai-infrastruktur-dki-bakal-terbitkan-obligasi"/><item><title>Biayai Infrastruktur, DKI Bakal Terbitkan Obligasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/07/23/278/355790/biayai-infrastruktur-dki-bakal-terbitkan-obligasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/07/23/278/355790/biayai-infrastruktur-dki-bakal-terbitkan-obligasi</guid><pubDate>Jum'at 23 Juli 2010 11:42 WIB</pubDate><dc:creator>Andina Meryani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/07/23/278/355790/L4zDvxGcOj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi. foto: corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/07/23/278/355790/L4zDvxGcOj.jpg</image><title>ilustrasi. foto: corbis</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mempersiapkan untuk meluncurkan obligasi sebagai salah satu alternatif pembiayaan infrastrukturnya.Deputi Gubernur DKI Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Ahmad Hariadi menyatakan bahwa peluang penerbitan obligasi itu saat sedang dikaji oleh Pemprov DKI dan bersiap memenuhi persyaratan yang dianjurkan pemerintah.&quot;Saat ini kita sudah menyelesaikan rating kota kita, sudah selesai tahun lalu, sekarang kita sedang menyelesaikan persyaratan-persyaratan lainnya,&quot; ujarnya di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Jumat (23/7/2010).Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana menyatakan memang saat ini pemerintah pusat sudah membuka peluang kepada daerah untuk menerbitkan obligasi daerah sebagai salah satu sumber pembiayaan infrastruktur daerah.&quot;Obligasi daerah dimungkinkan untuk ditebitkan namun kota yang ingin membangun infrastruktur tapi harus dikaji dulu,&quot; ujar Armida.Armida meminta pengkajian tersebut harus benar-benar matang agar Jakarta, khususnya, tidak mencontoh kota-kota besar yang mengeluarkan obligasi daerah untuk pembangunan infrastrukturnya, namun justru menanggung banyak utang.&quot;Di New york dan Tokyo, punya obligasi daerah. Namun di beberapa kasus secara teknis mereka sudah bangkrut. Jadi kalau ingin mengeluarkan harus benar-benar dikaji,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mempersiapkan untuk meluncurkan obligasi sebagai salah satu alternatif pembiayaan infrastrukturnya.Deputi Gubernur DKI Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Ahmad Hariadi menyatakan bahwa peluang penerbitan obligasi itu saat sedang dikaji oleh Pemprov DKI dan bersiap memenuhi persyaratan yang dianjurkan pemerintah.&quot;Saat ini kita sudah menyelesaikan rating kota kita, sudah selesai tahun lalu, sekarang kita sedang menyelesaikan persyaratan-persyaratan lainnya,&quot; ujarnya di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Jumat (23/7/2010).Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana menyatakan memang saat ini pemerintah pusat sudah membuka peluang kepada daerah untuk menerbitkan obligasi daerah sebagai salah satu sumber pembiayaan infrastruktur daerah.&quot;Obligasi daerah dimungkinkan untuk ditebitkan namun kota yang ingin membangun infrastruktur tapi harus dikaji dulu,&quot; ujar Armida.Armida meminta pengkajian tersebut harus benar-benar matang agar Jakarta, khususnya, tidak mencontoh kota-kota besar yang mengeluarkan obligasi daerah untuk pembangunan infrastrukturnya, namun justru menanggung banyak utang.&quot;Di New york dan Tokyo, punya obligasi daerah. Namun di beberapa kasus secara teknis mereka sudah bangkrut. Jadi kalau ingin mengeluarkan harus benar-benar dikaji,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
