<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Boediono: Kita Tidak Ingin Terlalu Banyak Batu Bara!</title><description>Wakil Presiden Boediono mengungkapkan bila Indonesia tidak menginginkan  terlalu banyak batu bara dalam proyek andalan 10 ribu megawatt (mw)  tahap selanjutnya. Terutama untuk di pulau Jawa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/09/04/320/370077/boediono-kita-tidak-ingin-terlalu-banyak-batu-bara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/09/04/320/370077/boediono-kita-tidak-ingin-terlalu-banyak-batu-bara"/><item><title>Boediono: Kita Tidak Ingin Terlalu Banyak Batu Bara!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/09/04/320/370077/boediono-kita-tidak-ingin-terlalu-banyak-batu-bara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/09/04/320/370077/boediono-kita-tidak-ingin-terlalu-banyak-batu-bara</guid><pubDate>Sabtu 04 September 2010 12:12 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/04/320/370077/iXWgJvBZpo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Batu Bara. Foto: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/04/320/370077/iXWgJvBZpo.jpg</image><title>Batu Bara. Foto: Corbis</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Boediono mengungkapkan bila Indonesia tidak menginginkan terlalu banyak batu bara dalam proyek andalan 10 ribu megawatt (mw) tahap selanjutnya. Terutama untuk di pulau Jawa.&quot;Andalan kita untuk 10.000 mw yang berikutnya ini, kita tidak menginginkan terlalu banyak batu bara terutama di Jawa,&quot; kata Boediono usai buka bersama dengan pemimpin redaksi media massa di kediamanya, Jalan Diponegoro, Jumat (3/9/2010) malam.Dia menambahkan bila di Jawa, Pemerintah akan mengusahakan unutk mencoba menggunakan gas dan biothermal. &quot;Ini contoh-contoh yang kita garap,&quot; ujarnya.Namun demikian, terkait hal ini, nantinya ada aturan-aturan yang akan dilancarkan. Walaupun dulu sudah ada beberapa aturan yang terbentuk, namun belum kondusif.&quot;Selain itu, lifting minyak juga coba kita garap. Sayangnya dalam beberapa tahun ini merosot, tetapi sekarang sudah stabil. Ini kunci bagi APBN atau apapun,&quot; tandasnya.Sementara itu, inflasi, pertumbahan ekonomi, dikatakannya adalah berbagai asumsi dasar bagi APBN yang dampaknya bisa dilijat dari sisi kanan dan sisi kiri.&quot;Dari APBN ini benar-benar, kalau turun uang bisa hilang. Kalau inflasi turun bisa hilang bila pertumbuhan ekonomi bagus pada sisi kanan dan sisi kiri,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Boediono mengungkapkan bila Indonesia tidak menginginkan terlalu banyak batu bara dalam proyek andalan 10 ribu megawatt (mw) tahap selanjutnya. Terutama untuk di pulau Jawa.&quot;Andalan kita untuk 10.000 mw yang berikutnya ini, kita tidak menginginkan terlalu banyak batu bara terutama di Jawa,&quot; kata Boediono usai buka bersama dengan pemimpin redaksi media massa di kediamanya, Jalan Diponegoro, Jumat (3/9/2010) malam.Dia menambahkan bila di Jawa, Pemerintah akan mengusahakan unutk mencoba menggunakan gas dan biothermal. &quot;Ini contoh-contoh yang kita garap,&quot; ujarnya.Namun demikian, terkait hal ini, nantinya ada aturan-aturan yang akan dilancarkan. Walaupun dulu sudah ada beberapa aturan yang terbentuk, namun belum kondusif.&quot;Selain itu, lifting minyak juga coba kita garap. Sayangnya dalam beberapa tahun ini merosot, tetapi sekarang sudah stabil. Ini kunci bagi APBN atau apapun,&quot; tandasnya.Sementara itu, inflasi, pertumbahan ekonomi, dikatakannya adalah berbagai asumsi dasar bagi APBN yang dampaknya bisa dilijat dari sisi kanan dan sisi kiri.&quot;Dari APBN ini benar-benar, kalau turun uang bisa hilang. Kalau inflasi turun bisa hilang bila pertumbuhan ekonomi bagus pada sisi kanan dan sisi kiri,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
