<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dukung Pasokan BBM Lebaran, Kilang Cilacap Kembali Beroperasi Penuh</title><description>Untuk mendukung ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) sepanjang arus mudik Lebaran tahun ini, Refinery Unit IV Pertamina (Kilang Cilacap) saat ini sudah beroperasi penuh untuk siap memasok peningkatan kebutuhan BBM setelah mengalami Turn Around (TA) atau pemeliharaan rutin selama sebulan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/09/07/320/370846/dukung-pasokan-bbm-lebaran-kilang-cilacap-kembali-beroperasi-penuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/09/07/320/370846/dukung-pasokan-bbm-lebaran-kilang-cilacap-kembali-beroperasi-penuh"/><item><title>Dukung Pasokan BBM Lebaran, Kilang Cilacap Kembali Beroperasi Penuh</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/09/07/320/370846/dukung-pasokan-bbm-lebaran-kilang-cilacap-kembali-beroperasi-penuh</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/09/07/320/370846/dukung-pasokan-bbm-lebaran-kilang-cilacap-kembali-beroperasi-penuh</guid><pubDate>Selasa 07 September 2010 11:04 WIB</pubDate><dc:creator>Andina Meryani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/07/320/370846/RIxTrRBmPm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi Foto: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/07/320/370846/RIxTrRBmPm.jpg</image><title>ilustrasi Foto: Corbis</title></images><description>JAKARTA - Untuk mendukung ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) sepanjang arus mudik Lebaran tahun ini, Refinery Unit IV Pertamina (Kilang Cilacap) saat ini sudah beroperasi penuh untuk siap memasok peningkatan kebutuhan BBM setelah mengalami Turn Around (TA) atau pemeliharaan rutin selama sebulan.Kilang Cilacap dengan kapasitas pengolahan minyak 348 ribu barel per hari merupakan kilang penghasil BBM terbesar. BBM yang dihasilkan memasok kebutuhan untuk daerah Bandung, Tasikmalaya, sepanjang jalur selatan Jawa, Yogyakarta dan Boyolali yang semuanya dialirkan melalui pipa. Kilang ini juga memasok kebutuhan BBM di daerah Tegal, Purwokerto dan beberapa daerah di jalur utara Jawa bagian tengah. Sebagaimana diketahui pada puncak arus mudik kebutuhan Premium meningkat tajam dari 63.500 kilo liter (kl) perhari menjadi 96 ribu kl per hari.Pemeliharaan di Kilang Cilacap tersebut dilakukan pada sejumlah unit di komplek kilang, yaitu unit Utilitties, Fuel Oil Complex (FOC) II dan Paraxylene. Sedangkan untuk unit FOC I sudah mengalami pemeliharaan pada 2008, sehingga pada jadwal TA yang dilakukan bulan lalu, FOC I tetap beroperasi dan tetap bisa mensuplai BBM.&quot;Sesuai jadwal, TA (Turn Around) yang direncanakan berlangsung selama kurang lebih 30 hari ini dimulai pada 1 Juli 2010 dan selesai pada 31 Juli 2010. Saat ini, semua unit yang mengalami pemeliharaan sudah kembali beroperasi,&quot; ungkap VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) M Harun sebagaimana dikutip dari situs resmi Pertamina, di Jakarta, Selasa (7/9/2010).Kilang Cilacap merupakan salah satu dari enam unit Kilang Pertamina yang sangat strategis karena memasok 34 persen kebutuhan BBM nasional atau 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa. &quot;Selain itu kilang ini merupan satu-satunya kilang di tanah air saat ini yang memproduksi aspal dan base oil untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur di tanah air,&quot; jelasnya.Secara garis besar, Kilang Cilacap terbagi menjadi tiga unit besar, yaitu Kilang Minyak I (FOC I), Kilang Minyak II (FOC II) dan Kilang Paraxylene. FOC I dibangun tahun 1974 dengan kapasitas semula 100 ribu barel per hari dan kemudian ditingkatkan melalui Debottlenecking project menjadi 118 ribu barel per hari.FOC I dirancang untuk memproses bahan baku minyak mentah dari Timur Tengah, dengan maksud selain mendapatkan BBM sekaligus untuk mendapatkan produk non BBM berupa bahan dasar minyak pelumas (lube oil base) dan aspal. Mengolah minyak dari Timur tengah bertujuan agar dapat menghasilkan bahan dasar pelumas dan aspal.Seiring dengan kebutuhan yang semakin meningkat, Pertamina pun membangun FOC II pada 1981 dan mulai beroperasi pada 1983 dengan kapasitas 200 ribu&amp;nbsp; barel per hari. Kemudian pada 1998-1999, kapasitas FOC II kembali ditingkatkan menjadi 230 ribu barel per hari. &quot;Kilang ini mengolah minyak &amp;lsquo;cocktail&amp;rsquo; yaitu minyak campuran, tidak saja dari dalam negeri juga di impor dari luar negeri,&quot; tandasnya.(adn)</description><content:encoded>JAKARTA - Untuk mendukung ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) sepanjang arus mudik Lebaran tahun ini, Refinery Unit IV Pertamina (Kilang Cilacap) saat ini sudah beroperasi penuh untuk siap memasok peningkatan kebutuhan BBM setelah mengalami Turn Around (TA) atau pemeliharaan rutin selama sebulan.Kilang Cilacap dengan kapasitas pengolahan minyak 348 ribu barel per hari merupakan kilang penghasil BBM terbesar. BBM yang dihasilkan memasok kebutuhan untuk daerah Bandung, Tasikmalaya, sepanjang jalur selatan Jawa, Yogyakarta dan Boyolali yang semuanya dialirkan melalui pipa. Kilang ini juga memasok kebutuhan BBM di daerah Tegal, Purwokerto dan beberapa daerah di jalur utara Jawa bagian tengah. Sebagaimana diketahui pada puncak arus mudik kebutuhan Premium meningkat tajam dari 63.500 kilo liter (kl) perhari menjadi 96 ribu kl per hari.Pemeliharaan di Kilang Cilacap tersebut dilakukan pada sejumlah unit di komplek kilang, yaitu unit Utilitties, Fuel Oil Complex (FOC) II dan Paraxylene. Sedangkan untuk unit FOC I sudah mengalami pemeliharaan pada 2008, sehingga pada jadwal TA yang dilakukan bulan lalu, FOC I tetap beroperasi dan tetap bisa mensuplai BBM.&quot;Sesuai jadwal, TA (Turn Around) yang direncanakan berlangsung selama kurang lebih 30 hari ini dimulai pada 1 Juli 2010 dan selesai pada 31 Juli 2010. Saat ini, semua unit yang mengalami pemeliharaan sudah kembali beroperasi,&quot; ungkap VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) M Harun sebagaimana dikutip dari situs resmi Pertamina, di Jakarta, Selasa (7/9/2010).Kilang Cilacap merupakan salah satu dari enam unit Kilang Pertamina yang sangat strategis karena memasok 34 persen kebutuhan BBM nasional atau 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa. &quot;Selain itu kilang ini merupan satu-satunya kilang di tanah air saat ini yang memproduksi aspal dan base oil untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur di tanah air,&quot; jelasnya.Secara garis besar, Kilang Cilacap terbagi menjadi tiga unit besar, yaitu Kilang Minyak I (FOC I), Kilang Minyak II (FOC II) dan Kilang Paraxylene. FOC I dibangun tahun 1974 dengan kapasitas semula 100 ribu barel per hari dan kemudian ditingkatkan melalui Debottlenecking project menjadi 118 ribu barel per hari.FOC I dirancang untuk memproses bahan baku minyak mentah dari Timur Tengah, dengan maksud selain mendapatkan BBM sekaligus untuk mendapatkan produk non BBM berupa bahan dasar minyak pelumas (lube oil base) dan aspal. Mengolah minyak dari Timur tengah bertujuan agar dapat menghasilkan bahan dasar pelumas dan aspal.Seiring dengan kebutuhan yang semakin meningkat, Pertamina pun membangun FOC II pada 1981 dan mulai beroperasi pada 1983 dengan kapasitas 200 ribu&amp;nbsp; barel per hari. Kemudian pada 1998-1999, kapasitas FOC II kembali ditingkatkan menjadi 230 ribu barel per hari. &quot;Kilang ini mengolah minyak &amp;lsquo;cocktail&amp;rsquo; yaitu minyak campuran, tidak saja dari dalam negeri juga di impor dari luar negeri,&quot; tandasnya.(adn)</content:encoded></item></channel></rss>
