<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akhir Tahun, IHSG di-Support 3.000-3.200</title><description>Fundamental ekonomi Indonesia dinilai sebagian pengamat pasar modal  masih cukup kuat untuk meahan gejolak dari resesi ekonomi global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/09/13/278/371727/akhir-tahun-ihsg-di-support-3-000-3-200</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/09/13/278/371727/akhir-tahun-ihsg-di-support-3-000-3-200"/><item><title>Akhir Tahun, IHSG di-Support 3.000-3.200</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/09/13/278/371727/akhir-tahun-ihsg-di-support-3-000-3-200</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/09/13/278/371727/akhir-tahun-ihsg-di-support-3-000-3-200</guid><pubDate>Senin 13 September 2010 14:37 WIB</pubDate><dc:creator>Rheza Andhika Pamungkas</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/11/278/371727/fKfV8pUdgF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Papan Perdagangan IHSG. Foto: Astra Bonardo/Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/11/278/371727/fKfV8pUdgF.jpg</image><title>Papan Perdagangan IHSG. Foto: Astra Bonardo/Koran SI</title></images><description>JAKARTA - Fundamental ekonomi Indonesia dinilai sebagian pengamat pasar modal masih cukup kuat untuk meahan gejolak dari resesi ekonomi global.Hal ini membuat mereka optimis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir tahun akan berada di posisi support antara 3.000-3.200 dan resistance yang berada di kisaran 3.200-3.500.Menurut Kepala Riset dari Recapital Securities, dirinya menilai indeks di akhir tahun akan berada di support resistance level 3.000-3.300.Sedangkan Analis PT EkoCapital Securities Cece Ridwan memprediksi IHSG akan berada di support level 3.000 dan resistance level 3.500 pada akhir 2010.&quot;Indeks diperkirakan akan berada di support-resistance level 3.200-3.500 di Desember 2010,&quot; ujar Kepala Riset PT Bhakti Securities Edwin Sebayang, di Jakarta, belum lama ini.Sementara itu Analis Reliance Securities Gina Novrina Nasution memperkirakan indeks di akhir tahun akan berada di level 3.300. Tak jauh berbeda dengan yang lain Analis pasar modal Mega Capital Indonesia Mario L Iroth memperkirakan di penghujung tahun akan berada di support-resistance antara level 3.000-3.200.Sikap optimisme para analis ini nampaknya dipicu oleh Kinerja cemerlang perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya (emiten) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diperkirakan masih akan berlanjut. Tren penguatan itu diproyeksikan dapat membawa indeks di pasar modal Indonesia naik lebih tinggi lagi.</description><content:encoded>JAKARTA - Fundamental ekonomi Indonesia dinilai sebagian pengamat pasar modal masih cukup kuat untuk meahan gejolak dari resesi ekonomi global.Hal ini membuat mereka optimis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir tahun akan berada di posisi support antara 3.000-3.200 dan resistance yang berada di kisaran 3.200-3.500.Menurut Kepala Riset dari Recapital Securities, dirinya menilai indeks di akhir tahun akan berada di support resistance level 3.000-3.300.Sedangkan Analis PT EkoCapital Securities Cece Ridwan memprediksi IHSG akan berada di support level 3.000 dan resistance level 3.500 pada akhir 2010.&quot;Indeks diperkirakan akan berada di support-resistance level 3.200-3.500 di Desember 2010,&quot; ujar Kepala Riset PT Bhakti Securities Edwin Sebayang, di Jakarta, belum lama ini.Sementara itu Analis Reliance Securities Gina Novrina Nasution memperkirakan indeks di akhir tahun akan berada di level 3.300. Tak jauh berbeda dengan yang lain Analis pasar modal Mega Capital Indonesia Mario L Iroth memperkirakan di penghujung tahun akan berada di support-resistance antara level 3.000-3.200.Sikap optimisme para analis ini nampaknya dipicu oleh Kinerja cemerlang perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya (emiten) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diperkirakan masih akan berlanjut. Tren penguatan itu diproyeksikan dapat membawa indeks di pasar modal Indonesia naik lebih tinggi lagi.</content:encoded></item></channel></rss>
