<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Minta Keterangan Dirut RINA Minggu Ini! </title><description>PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, diperkirakan direksi dan Direktur Utama PT Katarina Utama Tbk (RINA) Fazli bin Zainal Abidin, akan bertemu dengan direksi BEI dalam minggu ini. Pertemuan itu untuk memberikan kejelasan dugaan penyalahgunaan dana Rp28,971 miliar dari total dana hasil Penawaran Perdana Sahamnya (Initial Public Offering/IPO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/09/28/278/376974/bei-minta-keterangan-dirut-rina-minggu-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/09/28/278/376974/bei-minta-keterangan-dirut-rina-minggu-ini"/><item><title>BEI Minta Keterangan Dirut RINA Minggu Ini! </title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/09/28/278/376974/bei-minta-keterangan-dirut-rina-minggu-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/09/28/278/376974/bei-minta-keterangan-dirut-rina-minggu-ini</guid><pubDate>Selasa 28 September 2010 18:17 WIB</pubDate><dc:creator>Rheza Andhika Pamungkas</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/28/278/376974/yD1R1DNzpu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/28/278/376974/yD1R1DNzpu.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, diperkirakan direksi dan Direktur Utama PT Katarina Utama Tbk (RINA) Fazli bin Zainal Abidin, akan bertemu dengan direksi BEI dalam minggu ini. Pertemuan itu untuk memberikan kejelasan dugaan penyalahgunaan dana Rp28,971 miliar dari total dana hasil Penawaran Perdana Sahamnya (Initial Public Offering/IPO).&quot;Saya sudah mendengar (tentang kasus RINA), kemungkinan dia akan datang,&quot; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito kepada wartawan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (28/9/2010).Menurutnya, dia memang sudah memberikan batasan waktu hingga akhir September ini kepada RINA. Namun dirinya enggan mengungkapkan detail penjelasan yang harus disampaikan kepada manajemen RINA. &quot;Jangan berandai-andai, kita tunggu saja,&quot; tegasnya.Sebenarnya, pihaknya sudah memanggil direksi RINA sebelum libur Lebaran. Namun saat itu Direktur Utama RINA&amp;nbsp; yang dianggap memegang kendali perusahaan, tidak kunjung hadir lantaran masih berada di luar negeri.Oleh sebab itu, dalam pertemuan kemarin yang sebenarnya dihadiri direksi RINA minus Dirutnya tersebut BEI masih belum puas dengan apa yang disampaikan direksi RINA tersebut. Sehingga dalam pertemuan kali ini BEI meminta Dirut RINA menyediakan data-data yang berhubungan dengan kondisi keuangan perusahaan.Seperti diketahui, RINA diduga menyelewengkan dana IPO sebesar Rp28,971 miliar dari total perolehan IPO sebesar Rp33,6 miliar. Sedangkan realisasi dana IPO diperkirakan hanya sebesar Rp4,629 miliar. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dari realisasi yang dilaporkan manajemen RINA kepada BEI per 20 Agustus 2010 sebesar Rp30,423 miliar.RINA mencatatkan 210 juta saham baru ke BEI melalui proses IPO pada 14 Juli 2009. Harga per sahamnya Rp160 per saham atau totalnya senilai Rp33,600 miliar. Biaya emisi IPO dianggarkan sebesar 7,85 persen atau sebesar Rp2,637 miliar. Artinya dana IPO yang diperoleh perseroan setelah dikurangi biaya IPO sebesar Rp30,962 miliar.(adn)</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, diperkirakan direksi dan Direktur Utama PT Katarina Utama Tbk (RINA) Fazli bin Zainal Abidin, akan bertemu dengan direksi BEI dalam minggu ini. Pertemuan itu untuk memberikan kejelasan dugaan penyalahgunaan dana Rp28,971 miliar dari total dana hasil Penawaran Perdana Sahamnya (Initial Public Offering/IPO).&quot;Saya sudah mendengar (tentang kasus RINA), kemungkinan dia akan datang,&quot; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito kepada wartawan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (28/9/2010).Menurutnya, dia memang sudah memberikan batasan waktu hingga akhir September ini kepada RINA. Namun dirinya enggan mengungkapkan detail penjelasan yang harus disampaikan kepada manajemen RINA. &quot;Jangan berandai-andai, kita tunggu saja,&quot; tegasnya.Sebenarnya, pihaknya sudah memanggil direksi RINA sebelum libur Lebaran. Namun saat itu Direktur Utama RINA&amp;nbsp; yang dianggap memegang kendali perusahaan, tidak kunjung hadir lantaran masih berada di luar negeri.Oleh sebab itu, dalam pertemuan kemarin yang sebenarnya dihadiri direksi RINA minus Dirutnya tersebut BEI masih belum puas dengan apa yang disampaikan direksi RINA tersebut. Sehingga dalam pertemuan kali ini BEI meminta Dirut RINA menyediakan data-data yang berhubungan dengan kondisi keuangan perusahaan.Seperti diketahui, RINA diduga menyelewengkan dana IPO sebesar Rp28,971 miliar dari total perolehan IPO sebesar Rp33,6 miliar. Sedangkan realisasi dana IPO diperkirakan hanya sebesar Rp4,629 miliar. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dari realisasi yang dilaporkan manajemen RINA kepada BEI per 20 Agustus 2010 sebesar Rp30,423 miliar.RINA mencatatkan 210 juta saham baru ke BEI melalui proses IPO pada 14 Juli 2009. Harga per sahamnya Rp160 per saham atau totalnya senilai Rp33,600 miliar. Biaya emisi IPO dianggarkan sebesar 7,85 persen atau sebesar Rp2,637 miliar. Artinya dana IPO yang diperoleh perseroan setelah dikurangi biaya IPO sebesar Rp30,962 miliar.(adn)</content:encoded></item></channel></rss>
