<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>GE-BPPT MoU Genjot Penggunaan Energi Terbarukan</title><description>General Electric (GE) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) hari ini menandatangani nota kesepahaman (MoU) utuk kerja sama pengembangan energi terbarukan dan proyek batu bara yang lebih bersih guna membantu Indonesia memenuhi kebutuhan tenaga listik dan lingkungan yang terus tumbuh.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/09/29/320/377375/ge-bppt-mou-genjot-penggunaan-energi-terbarukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/09/29/320/377375/ge-bppt-mou-genjot-penggunaan-energi-terbarukan"/><item><title>GE-BPPT MoU Genjot Penggunaan Energi Terbarukan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/09/29/320/377375/ge-bppt-mou-genjot-penggunaan-energi-terbarukan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/09/29/320/377375/ge-bppt-mou-genjot-penggunaan-energi-terbarukan</guid><pubDate>Rabu 29 September 2010 16:57 WIB</pubDate><dc:creator>Wilda Asmarini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/29/320/377375/B3y1zQwp21.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/29/320/377375/B3y1zQwp21.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - General Energy (GE) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) hari ini menandatangani nota kesepahaman (MoU) utuk kerja sama pengembangan energi terbarukan dan proyek batu bara yang lebih bersih guna membantu Indonesia memenuhi kebutuhan tenaga listik dan lingkungan yang terus tumbuh.Energi terbarukan tersebut antara lain pembangkit listrik tenaga angin, tenaga surya, matahari, panas bumi (geothermal), biomassa, dan biogas.Kepala BPPT Marzan A Iskandar mengatakan kerja sama ini merupakan realisasi dari arahan Presiden SBY saat rapat kerja nasional di Tmpak Sirig, Bali beberapa waktu lalu. Khususnya terkait ketahanan energi.&quot;Hal ini mendukung target pemerintah untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan menjadi 17 persen pada 2025 dibandingkan saat ini yang baru 3,4 persen,&quot; jelas Marzan disela penandatangan MoU di Ritz Calrton, Kuningan, Jakarta, Rabu (29/9/2010).Tantangan awal dalam kerja sama ini antara pemanfaatan energi angin, yang dikembangkan Indonesia melalui proyek WHyPEGen (Wind Hybrid Power Generation) yang dilakukan dengan serangkaian kegiatan energi terbarukan lainnya.Menurut Direktur GE Power &amp;amp; Water Gatot Prawira mengatakan GE sudah melakukan studi pemngukuran angin di Indonesia. Dan menguumpulkan data terkait potensi tenaga angin, di sejumlah wilayah Indonesia untuk memastikan terwujudnya pengembangan proyek listrik tenaga angin berkapasita lebih dari 80 megawatt (mw).&quot;Untuk pembangkit tenaga angin kali sudah mengukur beberapa tempat, empat sampai lima tempat di wilayah Indonesia Timur.Kami sudah hampir dua tahun mengukurnya,&quot; ungkap Gatot.Dia mengatakan, untuk satu turbin, bisa menghasilkan 1,5-2,5 mw listrik. Di mana kecepatan anginnya adalah 6-8 meter per detik. Sekadar informasi, angin dan batu bara bersih merupakan bagian penting bagi rencana pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebanyak 29 gigawatt (gw) dalam 10 tahun mendatang. Dengan tambahan 1,3 juta rumah tangga tiap tahunnya, Indonesia diharapkan bisa memenuhi pasokan listrik hingga 93 persen dari populasi pada 2025.&quot;Proyek seperti WHyPEGen akan membantu kerangka pasar yang tepat dalam mengimplementasikan dalam mengoperasikan tenaga angin komersial,&quot; tukas dia.GE merupakana perusahaan di bidang teknologi dan layanan energi angin dengan lebih dari 14 ribu turbin angin telah terpasang.</description><content:encoded>JAKARTA - General Energy (GE) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) hari ini menandatangani nota kesepahaman (MoU) utuk kerja sama pengembangan energi terbarukan dan proyek batu bara yang lebih bersih guna membantu Indonesia memenuhi kebutuhan tenaga listik dan lingkungan yang terus tumbuh.Energi terbarukan tersebut antara lain pembangkit listrik tenaga angin, tenaga surya, matahari, panas bumi (geothermal), biomassa, dan biogas.Kepala BPPT Marzan A Iskandar mengatakan kerja sama ini merupakan realisasi dari arahan Presiden SBY saat rapat kerja nasional di Tmpak Sirig, Bali beberapa waktu lalu. Khususnya terkait ketahanan energi.&quot;Hal ini mendukung target pemerintah untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan menjadi 17 persen pada 2025 dibandingkan saat ini yang baru 3,4 persen,&quot; jelas Marzan disela penandatangan MoU di Ritz Calrton, Kuningan, Jakarta, Rabu (29/9/2010).Tantangan awal dalam kerja sama ini antara pemanfaatan energi angin, yang dikembangkan Indonesia melalui proyek WHyPEGen (Wind Hybrid Power Generation) yang dilakukan dengan serangkaian kegiatan energi terbarukan lainnya.Menurut Direktur GE Power &amp;amp; Water Gatot Prawira mengatakan GE sudah melakukan studi pemngukuran angin di Indonesia. Dan menguumpulkan data terkait potensi tenaga angin, di sejumlah wilayah Indonesia untuk memastikan terwujudnya pengembangan proyek listrik tenaga angin berkapasita lebih dari 80 megawatt (mw).&quot;Untuk pembangkit tenaga angin kali sudah mengukur beberapa tempat, empat sampai lima tempat di wilayah Indonesia Timur.Kami sudah hampir dua tahun mengukurnya,&quot; ungkap Gatot.Dia mengatakan, untuk satu turbin, bisa menghasilkan 1,5-2,5 mw listrik. Di mana kecepatan anginnya adalah 6-8 meter per detik. Sekadar informasi, angin dan batu bara bersih merupakan bagian penting bagi rencana pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebanyak 29 gigawatt (gw) dalam 10 tahun mendatang. Dengan tambahan 1,3 juta rumah tangga tiap tahunnya, Indonesia diharapkan bisa memenuhi pasokan listrik hingga 93 persen dari populasi pada 2025.&quot;Proyek seperti WHyPEGen akan membantu kerangka pasar yang tepat dalam mengimplementasikan dalam mengoperasikan tenaga angin komersial,&quot; tukas dia.GE merupakana perusahaan di bidang teknologi dan layanan energi angin dengan lebih dari 14 ribu turbin angin telah terpasang.</content:encoded></item></channel></rss>
