<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Terima 15 Permohonan AB Online Trading</title><description>Perusahaan efek pengguna aplikasi online trading hingga kini mencapai  43 broker. Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memproses 15 perusahaan  efek untuk mengaplikasikan fasilitas tersebut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/10/13/278/382260/bei-terima-15-permohonan-ab-online-trading</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/10/13/278/382260/bei-terima-15-permohonan-ab-online-trading"/><item><title>BEI Terima 15 Permohonan AB Online Trading</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/10/13/278/382260/bei-terima-15-permohonan-ab-online-trading</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/10/13/278/382260/bei-terima-15-permohonan-ab-online-trading</guid><pubDate>Rabu 13 Oktober 2010 18:53 WIB</pubDate><dc:creator>Whisnu Bagus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/10/13/278/382260/QLy4VirrpC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi. foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/10/13/278/382260/QLy4VirrpC.jpg</image><title>ilustrasi. foto: Koran SI</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan efek pengguna aplikasi online trading hingga kini mencapai 43 broker. Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memproses 15 perusahaan efek untuk mengaplikasikan fasilitas tersebut.&amp;ldquo;Total pengguna online trading sekira 43,&amp;rdquo; kata Direktur Teknologi Informasi BEI Adikin Basirun, di Jakarta, Rabu (13/10/2010).Adikin menjelaskan, di luar 43 anggota bursa (AB) tersebut, sudah ada 15 perusahaan efek lainnya yang menyampaikan permohonan izin untuk mengimplementasikan fasilitas tersebut. Diperkirakan, sebelum akhir tahun ini perusahaan-perusahaan tersebut sudah bisa menjalankan aplikasi online trading.BEI optimis hingga akhir 2010, AB pengguna online trading bisa mencapai 50 perusahaan efek. &amp;ldquo;Hingga akhir tahun diharapkan bisa tercapai karena yang di pipeline sudah ada 15 perusahaan,&amp;rdquo; kata Eddy.Dia mengatakan, dari 43 perusahaan efek yang sudah menggunakan sistem online trading, tujuh di antaranya menggunakan Direct Market Access (DMA) sehingga bisa digunakan untuk perdagangan di luar bursa domestik. &amp;ldquo;Sisanya ada juga yang menggunakan trading konvensional, atau kombinasi DMA dan konvensional,&amp;rdquo; kata Adikin.Adikin menambahkan, fasilitas online trading saat ini sudah menjadi kebutuhan industri pasar modal. Hampir sebagian besar investor ritel yang baru masuk pasar modal menggunakan fasilitas tersebut untuk bertransaksi.Dengan kemudahan akses dan dapat bertransaksi di mana pun, menjadikan layanan ini menjadi andalan untuk menopang industri pasar modal ke depannya. Kemudahan dalam online trading juga membuat layanan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan efek pengguna aplikasi online trading hingga kini mencapai 43 broker. Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memproses 15 perusahaan efek untuk mengaplikasikan fasilitas tersebut.&amp;ldquo;Total pengguna online trading sekira 43,&amp;rdquo; kata Direktur Teknologi Informasi BEI Adikin Basirun, di Jakarta, Rabu (13/10/2010).Adikin menjelaskan, di luar 43 anggota bursa (AB) tersebut, sudah ada 15 perusahaan efek lainnya yang menyampaikan permohonan izin untuk mengimplementasikan fasilitas tersebut. Diperkirakan, sebelum akhir tahun ini perusahaan-perusahaan tersebut sudah bisa menjalankan aplikasi online trading.BEI optimis hingga akhir 2010, AB pengguna online trading bisa mencapai 50 perusahaan efek. &amp;ldquo;Hingga akhir tahun diharapkan bisa tercapai karena yang di pipeline sudah ada 15 perusahaan,&amp;rdquo; kata Eddy.Dia mengatakan, dari 43 perusahaan efek yang sudah menggunakan sistem online trading, tujuh di antaranya menggunakan Direct Market Access (DMA) sehingga bisa digunakan untuk perdagangan di luar bursa domestik. &amp;ldquo;Sisanya ada juga yang menggunakan trading konvensional, atau kombinasi DMA dan konvensional,&amp;rdquo; kata Adikin.Adikin menambahkan, fasilitas online trading saat ini sudah menjadi kebutuhan industri pasar modal. Hampir sebagian besar investor ritel yang baru masuk pasar modal menggunakan fasilitas tersebut untuk bertransaksi.Dengan kemudahan akses dan dapat bertransaksi di mana pun, menjadikan layanan ini menjadi andalan untuk menopang industri pasar modal ke depannya. Kemudahan dalam online trading juga membuat layanan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.</content:encoded></item></channel></rss>
