<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inilah Alasan BI Tahan BI Rate Selama 16 Bulan</title><description>Bank Indonesia (BI) memutuskan masih akan tetap mempertahankan suku bunga BI Rate di level 6,5 persen. Ini artinya BI telah mempertahankan tingkat suku bunga selama 16 bulan berturut-turut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/11/04/20/389789/inilah-alasan-bi-tahan-bi-rate-selama-16-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/11/04/20/389789/inilah-alasan-bi-tahan-bi-rate-selama-16-bulan"/><item><title>Inilah Alasan BI Tahan BI Rate Selama 16 Bulan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/11/04/20/389789/inilah-alasan-bi-tahan-bi-rate-selama-16-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/11/04/20/389789/inilah-alasan-bi-tahan-bi-rate-selama-16-bulan</guid><pubDate>Kamis 04 November 2010 14:38 WIB</pubDate><dc:creator>Rheza Andhika Pamungkas</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/11/04/20/389789/ntdGJwwUwx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Darmin Naution Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/11/04/20/389789/ntdGJwwUwx.jpg</image><title>Gubernur BI Darmin Naution Foto: Koran SI</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan masih akan tetap mempertahankan suku bunga BI Rate di level 6,5 persen. Ini artinya BI telah mempertahankan tingkat suku bunga selama 16 bulan berturut-turut.Gubernur BI Darmin Nasution menilai level BI Rate sebesar 6,5 persen dinilai masih konsisten dengan pencapaian sejumlah sasaran makroekonomi seperti inflasi dan menjaga stabilitas keuangan dan mendorong intermediasi perbankan.&quot;Dewan Gubernur memandang level BI Rate saat ini masih konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi dan tetap kondusif untuk menjaga stabilitas keuangan serta mendorong intermediasi perbankan yang diperlukan bagi sisi penawaran untuk dapat merespons akselerasi di sisi permintaan secara memadai,&quot; ujarnya kepada wartawan dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (4/11/2010).Di tengah masih derasnya arus modal masuk dan kondisi ekses likuiditas yang cukup besar, Dewan Gubernur menegaskan bahwa pengelolaan likuiditas perekonomian merupakan hal yang lebih penting.&quot;Implementasi kebijakan menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) primer per 1 November 2010 telah berjalan dengan baik tanpa menimbulkan gejolak pada likuiditas perbankan,&quot; tambahnya.Dia melanjutkan, ke depan BI akan memperkuat manajemen likuiditas dan efektifitas kebijakan moneter melalui penerapan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial untuk pengelolaan aliran masuk modal asing, stabilisasi nilai tukar Rupiah dan memastikan pengendalian inflasi sesuai sasaran yang ditetapkan yakni lima plus minus satu persen di 2011.(adn)</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan masih akan tetap mempertahankan suku bunga BI Rate di level 6,5 persen. Ini artinya BI telah mempertahankan tingkat suku bunga selama 16 bulan berturut-turut.Gubernur BI Darmin Nasution menilai level BI Rate sebesar 6,5 persen dinilai masih konsisten dengan pencapaian sejumlah sasaran makroekonomi seperti inflasi dan menjaga stabilitas keuangan dan mendorong intermediasi perbankan.&quot;Dewan Gubernur memandang level BI Rate saat ini masih konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi dan tetap kondusif untuk menjaga stabilitas keuangan serta mendorong intermediasi perbankan yang diperlukan bagi sisi penawaran untuk dapat merespons akselerasi di sisi permintaan secara memadai,&quot; ujarnya kepada wartawan dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (4/11/2010).Di tengah masih derasnya arus modal masuk dan kondisi ekses likuiditas yang cukup besar, Dewan Gubernur menegaskan bahwa pengelolaan likuiditas perekonomian merupakan hal yang lebih penting.&quot;Implementasi kebijakan menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) primer per 1 November 2010 telah berjalan dengan baik tanpa menimbulkan gejolak pada likuiditas perbankan,&quot; tambahnya.Dia melanjutkan, ke depan BI akan memperkuat manajemen likuiditas dan efektifitas kebijakan moneter melalui penerapan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial untuk pengelolaan aliran masuk modal asing, stabilisasi nilai tukar Rupiah dan memastikan pengendalian inflasi sesuai sasaran yang ditetapkan yakni lima plus minus satu persen di 2011.(adn)</content:encoded></item></channel></rss>
