<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Imbas Suramadu, Pengusaha Angkutan Kapal Rugi Rp20 Juta/Hari</title><description>Jembatan Suramadu ternyata membuat pengusaha angkutan kapal terancam  gulung tikar. Sejak diresmikan pada 10 Juni 2009 silam, jembatan  penghubung Surabaya dan Madura ini membuat angkutan kapal menjadi sepi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/11/14/320/393095/imbas-suramadu-pengusaha-angkutan-kapal-rugi-rp20-juta-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/11/14/320/393095/imbas-suramadu-pengusaha-angkutan-kapal-rugi-rp20-juta-hari"/><item><title>Imbas Suramadu, Pengusaha Angkutan Kapal Rugi Rp20 Juta/Hari</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/11/14/320/393095/imbas-suramadu-pengusaha-angkutan-kapal-rugi-rp20-juta-hari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/11/14/320/393095/imbas-suramadu-pengusaha-angkutan-kapal-rugi-rp20-juta-hari</guid><pubDate>Minggu 14 November 2010 16:33 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Arifin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/11/14/320/393095/7FAOw2UViD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jembatan Suramadu. Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/11/14/320/393095/7FAOw2UViD.jpg</image><title>Jembatan Suramadu. Foto: Koran SI</title></images><description>SURABAYA - Jembatan Suramadu ternyata membuat pengusaha angkutan kapal terancam gulung tikar. Sejak diresmikan pada 10 Juni 2009 silam, jembatan penghubung Surabaya dan Madura ini membuat angkutan kapal menjadi sepi. Bahkan sejumlah pengusaha kapal banyak yang mengurangi armadanya agar kerugian tidak terlalu besar.Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (Gapasdap), Jatim, Khoiri Soetomo, mengaku, sejak adanya jembatan itu, pengusaha kapal seolah-olah dilupakan. Bahkan pihak pemerintah sendiri tidak pernah memberikan solusi.&quot;Kita ini ibarat istri tua, sejak Jembatan Suramadu itu ada, kita dilupakan oleh pemerintah,&quot; kata Khoiri, di Surabaya, Minggu (14/11/2010).Ia juga mengatakan, jika kondisi ini dibiarkan, maka sejumlah pengusaha angkutan kapal ini bakal bangkrut. Sebab, hingga saat ini para pengusaha kapal ini merugi rata-rata Rp20 Juta per hari. Jumlah tersebut, harus tambal sulam dengan pengalihan sejumlah armada yang sudah tidak melayani jalur penyebrangan di pelabuhan Ujung-Kamal.Menurut Khoiri, di pelabuhan Ujung-Kamal hingga saat ini hanya ada enam unit kapal Feri dan dua cadangan yang masih beroprasi. Itupun , kondisinya sudah kembang-kempis. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang layak demi pelayanan kepada penumpang. Sebab, dengan enam unit, penumpang tidak berlama-lama untuk menunggu rolling kapal.&quot;Jika jumlah itu kami kurangi, maka penumpang harus menunggu berjam-jam, saat ini hanya menunggu 24 menit saja,&quot; jelas pria yang berkantor di Jalan Kanginan 3-5 Surabaya.Dirinya pun berharap, upaya pemerintah untuk menyubsidi kerugian para pengusaha ini. Jika tidak bisa, maka harus ada tindakan tegas, agar para pengusaha ini tidak terkatung-katung.&quot;Jika kami sudah tidak butuhkan lagi, maka akan kami tutup usaha ini dan akan mengalihkan ke yang lain, daripada harus menanggung kerugian terus-menerus,&quot; tegasnya.</description><content:encoded>SURABAYA - Jembatan Suramadu ternyata membuat pengusaha angkutan kapal terancam gulung tikar. Sejak diresmikan pada 10 Juni 2009 silam, jembatan penghubung Surabaya dan Madura ini membuat angkutan kapal menjadi sepi. Bahkan sejumlah pengusaha kapal banyak yang mengurangi armadanya agar kerugian tidak terlalu besar.Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (Gapasdap), Jatim, Khoiri Soetomo, mengaku, sejak adanya jembatan itu, pengusaha kapal seolah-olah dilupakan. Bahkan pihak pemerintah sendiri tidak pernah memberikan solusi.&quot;Kita ini ibarat istri tua, sejak Jembatan Suramadu itu ada, kita dilupakan oleh pemerintah,&quot; kata Khoiri, di Surabaya, Minggu (14/11/2010).Ia juga mengatakan, jika kondisi ini dibiarkan, maka sejumlah pengusaha angkutan kapal ini bakal bangkrut. Sebab, hingga saat ini para pengusaha kapal ini merugi rata-rata Rp20 Juta per hari. Jumlah tersebut, harus tambal sulam dengan pengalihan sejumlah armada yang sudah tidak melayani jalur penyebrangan di pelabuhan Ujung-Kamal.Menurut Khoiri, di pelabuhan Ujung-Kamal hingga saat ini hanya ada enam unit kapal Feri dan dua cadangan yang masih beroprasi. Itupun , kondisinya sudah kembang-kempis. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang layak demi pelayanan kepada penumpang. Sebab, dengan enam unit, penumpang tidak berlama-lama untuk menunggu rolling kapal.&quot;Jika jumlah itu kami kurangi, maka penumpang harus menunggu berjam-jam, saat ini hanya menunggu 24 menit saja,&quot; jelas pria yang berkantor di Jalan Kanginan 3-5 Surabaya.Dirinya pun berharap, upaya pemerintah untuk menyubsidi kerugian para pengusaha ini. Jika tidak bisa, maka harus ada tindakan tegas, agar para pengusaha ini tidak terkatung-katung.&quot;Jika kami sudah tidak butuhkan lagi, maka akan kami tutup usaha ini dan akan mengalihkan ke yang lain, daripada harus menanggung kerugian terus-menerus,&quot; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
