<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perdagangan Bebas Asia Pasifik Tak Cocok dengan RI</title><description>Perdagangan bebas tingkat Asia Pasifik (Free Trade Area of Asia-Pacific  (FTAAP)) dinilai tidak cocok dengan perekonomian Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/11/16/320/393610/perdagangan-bebas-asia-pasifik-tak-cocok-dengan-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/11/16/320/393610/perdagangan-bebas-asia-pasifik-tak-cocok-dengan-ri"/><item><title>Perdagangan Bebas Asia Pasifik Tak Cocok dengan RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/11/16/320/393610/perdagangan-bebas-asia-pasifik-tak-cocok-dengan-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/11/16/320/393610/perdagangan-bebas-asia-pasifik-tak-cocok-dengan-ri</guid><pubDate>Selasa 16 November 2010 08:15 WIB</pubDate><dc:creator>Sandra Karina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/11/15/320/393610/mWEFspPqKo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi. foto: corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/11/15/320/393610/mWEFspPqKo.jpg</image><title>ilustrasi. foto: corbis</title></images><description>JAKARTA - Perdagangan bebas tingkat Asia Pasifik (Free Trade Area of Asia-Pacific (FTAAP)) dinilai tidak cocok dengan perekonomian Indonesia.&quot;Konsep itu tidak cocok dengan perekonomian Indonesia,&quot; kata Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar, di Jakarta kemarin.Menurut Mahendra, FTAAP adalah perjanjian internasional yang tidak berimbang untuk semua negara anggota Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC) yang&amp;nbsp; bisa terlibat dalam perdagangan bebas.Pasalnya, kondisi perekonomian di semua negara Asia Pasifik tidak sama.&quot;Secara bilateral pun, kita tidak tidak lagi menerima begitu saja perjanjian perdagangan bebas dengan negara-negara maju. Sebab posisi perdagangannya berbeda,&quot; ucap Mahendra.Indonesia, kata dia, lebih memprioritaskan aspek kerja sama ekonomi dengan negara-negara maju. &quot;Kerja sama ekonomi termasuk aspek pembangunan, kemitraan, serta mendorong daya saing bersama yang melengkapi aspek perdagangan,&quot; jelasnya.Sehingga, lanjut Mahendra, Indonesia mendorong terwujudnya Putaran Doha WTO. &quot;Putaran Doha bukan saja mementingkan aspek perdagangan. Tapi juga kental dengan aspek pembangunan. Semangat penyelesaian Putaran Doha juga dibawa ke pertemuan KTT G20&quot; papar Mahendra.Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu sebelumnya pernah mengatakan, Indonesia belum saatnya ikut dalam FTAAP. Pertimbangannya adalah kesiapan dan kapasitas daya saing industri di Indonesia.&quot;Kita kurang sepakat saat ini, mungkin jauh ke depan bisa dilaksanakan. Saat ini yang penting adalah menyelesaikan putaran Doha,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Perdagangan bebas tingkat Asia Pasifik (Free Trade Area of Asia-Pacific (FTAAP)) dinilai tidak cocok dengan perekonomian Indonesia.&quot;Konsep itu tidak cocok dengan perekonomian Indonesia,&quot; kata Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar, di Jakarta kemarin.Menurut Mahendra, FTAAP adalah perjanjian internasional yang tidak berimbang untuk semua negara anggota Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC) yang&amp;nbsp; bisa terlibat dalam perdagangan bebas.Pasalnya, kondisi perekonomian di semua negara Asia Pasifik tidak sama.&quot;Secara bilateral pun, kita tidak tidak lagi menerima begitu saja perjanjian perdagangan bebas dengan negara-negara maju. Sebab posisi perdagangannya berbeda,&quot; ucap Mahendra.Indonesia, kata dia, lebih memprioritaskan aspek kerja sama ekonomi dengan negara-negara maju. &quot;Kerja sama ekonomi termasuk aspek pembangunan, kemitraan, serta mendorong daya saing bersama yang melengkapi aspek perdagangan,&quot; jelasnya.Sehingga, lanjut Mahendra, Indonesia mendorong terwujudnya Putaran Doha WTO. &quot;Putaran Doha bukan saja mementingkan aspek perdagangan. Tapi juga kental dengan aspek pembangunan. Semangat penyelesaian Putaran Doha juga dibawa ke pertemuan KTT G20&quot; papar Mahendra.Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu sebelumnya pernah mengatakan, Indonesia belum saatnya ikut dalam FTAAP. Pertimbangannya adalah kesiapan dan kapasitas daya saing industri di Indonesia.&quot;Kita kurang sepakat saat ini, mungkin jauh ke depan bisa dilaksanakan. Saat ini yang penting adalah menyelesaikan putaran Doha,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
