<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis Irlandia, Bibit Krisis Baru Global</title><description>BIBIT krisis baru global kembali mencuat. Bibit krisis yang kini  mendapat perhatian para pemimpin dunia itu berasal dari Irlandia. Negara  yang berada di kawasan Eropa tersebut sedang terbelit imbal hasil  (yield) surat utang (obligasi) yang diterbitkan oleh pemerintah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/11/18/279/394339/krisis-irlandia-bibit-krisis-baru-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/11/18/279/394339/krisis-irlandia-bibit-krisis-baru-global"/><item><title>Krisis Irlandia, Bibit Krisis Baru Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/11/18/279/394339/krisis-irlandia-bibit-krisis-baru-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/11/18/279/394339/krisis-irlandia-bibit-krisis-baru-global</guid><pubDate>Kamis 18 November 2010 10:32 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SI</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/11/18/279/394339/kvw4YpoOXy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi. foto: corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/11/18/279/394339/kvw4YpoOXy.jpg</image><title>ilustrasi. foto: corbis</title></images><description>BIBIT krisis baru global kembali mencuat. Bibit krisis yang kini mendapat perhatian para pemimpin dunia itu berasal dari Irlandia. Negara yang berada di kawasan Eropa tersebut sedang terbelit imbal hasil (yield) surat utang (obligasi) yang diterbitkan oleh pemerintah.Seperti dikabarkan, imbal hasil surat utang bertajuk &amp;ldquo;Celtic Tiger&amp;rdquo; itu terus melaju tak terkendali. Bayangkan, hanya dalam tiga pekan terakhir imbal hasil obligasi yang bertenor 10 tahun itu mencatat kenaikan imbal hasil dari enam persen menjadi sembilan persen.Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah yang tak lazim itu menjadi kekhawatiran global menyusul krisis utang di Yunani yang sempat menimbulkan kepanikan dunia. Krisis Irlandia tak luput dari perhatian serius para pemimpin G-20 yang kini terus berupaya mempertahankan momentum pemulihan ekonomi dunia.Meski belum ada rumusan jelas bagaimana menyelamatkan krisis imbal hasil obligasi Pemerintah Irlandia itu, anggota Uni Eropa yang menjadi investor obligasi tersebut diminta menanggung biaya penyelamatan jika muncul krisis yang tidak diharapkan. Permintaan itu justru menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor.Dampaknya, investor terus menekan harga obligasi yang kian memicu imbal hasil terus meroket. Sekadar perbandingan, selisih antara imbal hasil obligasi Irlandia dan obligasi Pemerintah Jerman yang menjadi acuan obligasi di Eropa meroket menembus 680 basis poin.Selain krisis imbal hasil, kondisi keuangan Irlandia termasuk yang mengkhawatirkan di antara anggota Uni Eropa lainnya. Tengok saja, defisit anggaran negara tersebut tercatat sebesar 32 persen terhadap produk domestik bruto mereka.Defisit anggaran tersebut mencatatkan sebagai defisit anggaran terbesar di kawasan Eropa. Melihat fakta tersebut, sangat wajar kalau krisis Irlandia mulai menebar kekhawatiran global.Posisi keuangan Irlandia yang cekak tersebut berisiko tinggi terhadap gagal bayar obligasi yang diterbitkan pemerintah. Meski dilanda masalah serius, Pemerintah Irlandia masih tetap optimistis dapat mengatasi krisis yang mulai menggoyang pasar saham di negara tersebut.Sejak pekan lalu, saham-saham unggulan mulai rentan terhadap krisis imbal hasil obligasi pemerintah.Saham-saham perbankan termasuk yang mulai limbung berkaitan dengan kekhawatiran investor pemegang obligasi tersebut.Di antaranya harga saham Allied Irish Banks jatuh sebesar enam persen, harga saham Bank of Ireland terpuruk sekira tujuh persen. Begitu pula harga saham Royal Bank of Scotland yang memiliki eksposur besar di Irlandia mulai terseret.Kita berharap, sebelum melebar ke kawasan lain, terutama kawasan Asia yang sedang menikmati pertumbuhan ekonomi yang menggiurkan pascakrisis finansial global, krisis tersebut dapat diatasi secepatnya.Sebab, buntut dari krisis imbal hasil Pemerintah Irlandia mulai mengimbas beberapa negara di Eropa. Setidaknya krisis tersebut telah memicu harga surat utang yang menjadi instrumen credit default swap (CDS) obligasi Pemerintah Portugal dan Spanyol terkerek pada rekor tertinggi.Agar krisis ini tak melebar, semoga European Commission President Jose Manuel Barroso tidak terlambat mengambil tindakan penyelamatan. Bagaimana sikap Pemerintah Indonesia mengatasi berbagai ancaman eksternal, termasuk krisis Irlandia, yang setiap saat siap menerkam pertumbuhan ekonomi nasional itu?Berkaitan dengan hal tersebut, sebuah usulan menarik dilontarkan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Dorodjatun Kuntjoro Jakti,bahwa pemerintah perlu membentuk dana abadi sebagai cadangan risiko fiskal guna melindungi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari berbagai tekanan krisis.Dorodjatun yang mendapat kepercayaan sebagai Menteri Koordinator Perekonomian di era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri mengingatkan, sumber krisis yang mengancam keberlangsungan hidup bangsa ini semakin beragam.Mulai dari ketidakpastian iklim,kekacauan komoditas, potensi perang hingga krisis keuangan sejumlah negara di Eropa seperti yang sempat melanda Yunani.Karena itu, ancaman krisis harus dihadapi dengan penuh kesigapan seperti penyiapan dana abadi. Jadi, jangan hanya optimistis dengan potensi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus punya persiapan mengatasi krisis yang kini semakin multidimensional, baik dari dalam maupun luar negeri.(*)</description><content:encoded>BIBIT krisis baru global kembali mencuat. Bibit krisis yang kini mendapat perhatian para pemimpin dunia itu berasal dari Irlandia. Negara yang berada di kawasan Eropa tersebut sedang terbelit imbal hasil (yield) surat utang (obligasi) yang diterbitkan oleh pemerintah.Seperti dikabarkan, imbal hasil surat utang bertajuk &amp;ldquo;Celtic Tiger&amp;rdquo; itu terus melaju tak terkendali. Bayangkan, hanya dalam tiga pekan terakhir imbal hasil obligasi yang bertenor 10 tahun itu mencatat kenaikan imbal hasil dari enam persen menjadi sembilan persen.Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah yang tak lazim itu menjadi kekhawatiran global menyusul krisis utang di Yunani yang sempat menimbulkan kepanikan dunia. Krisis Irlandia tak luput dari perhatian serius para pemimpin G-20 yang kini terus berupaya mempertahankan momentum pemulihan ekonomi dunia.Meski belum ada rumusan jelas bagaimana menyelamatkan krisis imbal hasil obligasi Pemerintah Irlandia itu, anggota Uni Eropa yang menjadi investor obligasi tersebut diminta menanggung biaya penyelamatan jika muncul krisis yang tidak diharapkan. Permintaan itu justru menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor.Dampaknya, investor terus menekan harga obligasi yang kian memicu imbal hasil terus meroket. Sekadar perbandingan, selisih antara imbal hasil obligasi Irlandia dan obligasi Pemerintah Jerman yang menjadi acuan obligasi di Eropa meroket menembus 680 basis poin.Selain krisis imbal hasil, kondisi keuangan Irlandia termasuk yang mengkhawatirkan di antara anggota Uni Eropa lainnya. Tengok saja, defisit anggaran negara tersebut tercatat sebesar 32 persen terhadap produk domestik bruto mereka.Defisit anggaran tersebut mencatatkan sebagai defisit anggaran terbesar di kawasan Eropa. Melihat fakta tersebut, sangat wajar kalau krisis Irlandia mulai menebar kekhawatiran global.Posisi keuangan Irlandia yang cekak tersebut berisiko tinggi terhadap gagal bayar obligasi yang diterbitkan pemerintah. Meski dilanda masalah serius, Pemerintah Irlandia masih tetap optimistis dapat mengatasi krisis yang mulai menggoyang pasar saham di negara tersebut.Sejak pekan lalu, saham-saham unggulan mulai rentan terhadap krisis imbal hasil obligasi pemerintah.Saham-saham perbankan termasuk yang mulai limbung berkaitan dengan kekhawatiran investor pemegang obligasi tersebut.Di antaranya harga saham Allied Irish Banks jatuh sebesar enam persen, harga saham Bank of Ireland terpuruk sekira tujuh persen. Begitu pula harga saham Royal Bank of Scotland yang memiliki eksposur besar di Irlandia mulai terseret.Kita berharap, sebelum melebar ke kawasan lain, terutama kawasan Asia yang sedang menikmati pertumbuhan ekonomi yang menggiurkan pascakrisis finansial global, krisis tersebut dapat diatasi secepatnya.Sebab, buntut dari krisis imbal hasil Pemerintah Irlandia mulai mengimbas beberapa negara di Eropa. Setidaknya krisis tersebut telah memicu harga surat utang yang menjadi instrumen credit default swap (CDS) obligasi Pemerintah Portugal dan Spanyol terkerek pada rekor tertinggi.Agar krisis ini tak melebar, semoga European Commission President Jose Manuel Barroso tidak terlambat mengambil tindakan penyelamatan. Bagaimana sikap Pemerintah Indonesia mengatasi berbagai ancaman eksternal, termasuk krisis Irlandia, yang setiap saat siap menerkam pertumbuhan ekonomi nasional itu?Berkaitan dengan hal tersebut, sebuah usulan menarik dilontarkan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Dorodjatun Kuntjoro Jakti,bahwa pemerintah perlu membentuk dana abadi sebagai cadangan risiko fiskal guna melindungi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari berbagai tekanan krisis.Dorodjatun yang mendapat kepercayaan sebagai Menteri Koordinator Perekonomian di era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri mengingatkan, sumber krisis yang mengancam keberlangsungan hidup bangsa ini semakin beragam.Mulai dari ketidakpastian iklim,kekacauan komoditas, potensi perang hingga krisis keuangan sejumlah negara di Eropa seperti yang sempat melanda Yunani.Karena itu, ancaman krisis harus dihadapi dengan penuh kesigapan seperti penyiapan dana abadi. Jadi, jangan hanya optimistis dengan potensi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus punya persiapan mengatasi krisis yang kini semakin multidimensional, baik dari dalam maupun luar negeri.(*)</content:encoded></item></channel></rss>
