<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Didukung Bank Sentral Negara Tetangga</title><description>Pernyataan Bank Indonesia (BI) mengenai fungsi pengawasan bank yang  harus berada di bank sentral mendapat dukungan dari sejumlah bank  sentral negara tetangga, yakni dari bank sentral Filipina dan Thailand.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/12/10/20/401995/bi-didukung-bank-sentral-negara-tetangga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/12/10/20/401995/bi-didukung-bank-sentral-negara-tetangga"/><item><title>BI Didukung Bank Sentral Negara Tetangga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/12/10/20/401995/bi-didukung-bank-sentral-negara-tetangga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/12/10/20/401995/bi-didukung-bank-sentral-negara-tetangga</guid><pubDate>Jum'at 10 Desember 2010 11:39 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/12/10/20/401995/IPz8C0w9vQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gedung BI. Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/12/10/20/401995/IPz8C0w9vQ.jpg</image><title>Gedung BI. Foto: Koran SI</title></images><description>JIMBARAN - Pernyataan Bank Indonesia (BI) mengenai fungsi pengawasan bank yang harus berada di bank sentral mendapat dukungan dari sejumlah bank sentral negara tetangga, yakni dari bank sentral Filipina dan Thailand.Hal ini diungkapkan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah di sela acara SEACAN-Bank Indonesia High Level Seminar for Deputy Governors: 'Optimal Central Banking for Financial Stability' di Intercontinental Bali Resort, Jimbaran, Bali, Jumat (10/12/2010).&amp;nbsp;&quot;Deputi gubernur Filipina menyarankan tugas mengawasi perbankan ada di bank sentral, itu tugas yang secara tradisional ada di lingkup bank sentral, karena sense of skill. Kemampuan itu lebih optimal kalau ada di bawah bank sentral,&quot; kata dia.Ditambahkannya, fungsi pengawas nantinya tidak bisa lagi hanya memiliki keahlian yang hanya menjamin tidak adanya pelanggaran ketentuan, tapi pengawasan harus memiliki kemampuan sebagai analis makro.Halim menjelaskan, alasan pentingnya fungsi pengawasan perbankan (sektor keuangan) harus dimandatkan kepada BI. Pertama, karena tugas mengawasi dan menjamin kestabilan bank itu dekat dengan menjaga kestabilan moneter.Kedua, jika terjadi gangguan dengan sektor keuangan, dampaknya akan langsung terasa ke sektor moneter. Hal ini, lanjut Halim, akan berjalan sangat cepat.&quot;Dampaknya detik per detik. Sehingga BI yang bertugas menjaga sektor moneter detik per detik harus bisa menjaga sektor keuangan detik per detik,&quot; bebernya.</description><content:encoded>JIMBARAN - Pernyataan Bank Indonesia (BI) mengenai fungsi pengawasan bank yang harus berada di bank sentral mendapat dukungan dari sejumlah bank sentral negara tetangga, yakni dari bank sentral Filipina dan Thailand.Hal ini diungkapkan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah di sela acara SEACAN-Bank Indonesia High Level Seminar for Deputy Governors: 'Optimal Central Banking for Financial Stability' di Intercontinental Bali Resort, Jimbaran, Bali, Jumat (10/12/2010).&amp;nbsp;&quot;Deputi gubernur Filipina menyarankan tugas mengawasi perbankan ada di bank sentral, itu tugas yang secara tradisional ada di lingkup bank sentral, karena sense of skill. Kemampuan itu lebih optimal kalau ada di bawah bank sentral,&quot; kata dia.Ditambahkannya, fungsi pengawas nantinya tidak bisa lagi hanya memiliki keahlian yang hanya menjamin tidak adanya pelanggaran ketentuan, tapi pengawasan harus memiliki kemampuan sebagai analis makro.Halim menjelaskan, alasan pentingnya fungsi pengawasan perbankan (sektor keuangan) harus dimandatkan kepada BI. Pertama, karena tugas mengawasi dan menjamin kestabilan bank itu dekat dengan menjaga kestabilan moneter.Kedua, jika terjadi gangguan dengan sektor keuangan, dampaknya akan langsung terasa ke sektor moneter. Hal ini, lanjut Halim, akan berjalan sangat cepat.&quot;Dampaknya detik per detik. Sehingga BI yang bertugas menjaga sektor moneter detik per detik harus bisa menjaga sektor keuangan detik per detik,&quot; bebernya.</content:encoded></item></channel></rss>
