<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sudah Waktunya Sistem Mata Uang RI Dievaluasi</title><description>Penerapan sistem nilai tukar mata uang di Indonesia masih menuai kritikan. Sistem ini dianggap sudah tidak layak diterapkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2010/12/24/20/406939/sudah-waktunya-sistem-mata-uang-ri-dievaluasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2010/12/24/20/406939/sudah-waktunya-sistem-mata-uang-ri-dievaluasi"/><item><title>Sudah Waktunya Sistem Mata Uang RI Dievaluasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2010/12/24/20/406939/sudah-waktunya-sistem-mata-uang-ri-dievaluasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2010/12/24/20/406939/sudah-waktunya-sistem-mata-uang-ri-dievaluasi</guid><pubDate>Jum'at 24 Desember 2010 17:17 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/12/24/20/406939/5OW2tbRbCi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah. Foto: Ade/okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/12/24/20/406939/5OW2tbRbCi.jpg</image><title>Rupiah. Foto: Ade/okezone</title></images><description>JAKARTA - Penerapan sistem nilai tukar mata uang di Indonesia masih menuai kritikan. Sistem ini dianggap sudah tidak layak diterapkan.&quot;Sistem nilai tukar (mata uang) sudah waktunya dievaluasi, waktunya kita pertimbangkan apakah sistem ini masih layak?&quot; ungkap pengamat ekonomi Farial Anwar, di Jakarta, kemarin.Menurutnya, sistem free floating rate yang dianut Indonesia sangat mengganggu tapi masih tetap dipertahankan. &quot;Free floating rate itu sangat mengganggu, tapi kenapa kita bertahan,&quot; ungkapnya.Dia pun mengakui bila penguatan nilai mata uang rupiah setelah mengalami pelemahan akan sangat sulit dibangkitkan kembali.&quot;Kalau dolar naik, maka kejatuhan rupiah akan susah direm. Ini menunjukkan masih ada ketidakpastian yang luar biasa karena momentum. Seharusnya sudah kita pertimbangkan dari pengalaman dahulu,&quot; tambahnya.Dia memberikan contoh negara-negara lain yang mengadopsi sistem berbeda. &quot;Kita lihat saja Myanmar yang mengadopsi sistem fix (sistem mata uang), meskipun sempat ada gejolak-gejolak di dalam negara, tapi kan nilainya tetap stabil,&quot; paparnya.Dia menilai ada instrumen tertentu untuk mengendalikan nilai tukar seperti adanya intervensi. &quot;Kalau lagi menguat (rupiah) sebaiknya BI beli dolar, jadi supply rupiah ke pasar nanti ditarik lagi pake SBI, SUN, dan sebagainya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Penerapan sistem nilai tukar mata uang di Indonesia masih menuai kritikan. Sistem ini dianggap sudah tidak layak diterapkan.&quot;Sistem nilai tukar (mata uang) sudah waktunya dievaluasi, waktunya kita pertimbangkan apakah sistem ini masih layak?&quot; ungkap pengamat ekonomi Farial Anwar, di Jakarta, kemarin.Menurutnya, sistem free floating rate yang dianut Indonesia sangat mengganggu tapi masih tetap dipertahankan. &quot;Free floating rate itu sangat mengganggu, tapi kenapa kita bertahan,&quot; ungkapnya.Dia pun mengakui bila penguatan nilai mata uang rupiah setelah mengalami pelemahan akan sangat sulit dibangkitkan kembali.&quot;Kalau dolar naik, maka kejatuhan rupiah akan susah direm. Ini menunjukkan masih ada ketidakpastian yang luar biasa karena momentum. Seharusnya sudah kita pertimbangkan dari pengalaman dahulu,&quot; tambahnya.Dia memberikan contoh negara-negara lain yang mengadopsi sistem berbeda. &quot;Kita lihat saja Myanmar yang mengadopsi sistem fix (sistem mata uang), meskipun sempat ada gejolak-gejolak di dalam negara, tapi kan nilainya tetap stabil,&quot; paparnya.Dia menilai ada instrumen tertentu untuk mengendalikan nilai tukar seperti adanya intervensi. &quot;Kalau lagi menguat (rupiah) sebaiknya BI beli dolar, jadi supply rupiah ke pasar nanti ditarik lagi pake SBI, SUN, dan sebagainya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
