<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Musim Hujan Dituding Jadi Penghambat Penyerapan Anggaran</title><description>Pemerintah menuding faktor musim hujan berkepanjangan sebagai salah satu penyebab utama lambannya realisasi proyek pemerintah yang menyebabkan penyerapan anggaran tidak maksimal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/01/03/20/410006/musim-hujan-dituding-jadi-penghambat-penyerapan-anggaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/01/03/20/410006/musim-hujan-dituding-jadi-penghambat-penyerapan-anggaran"/><item><title>Musim Hujan Dituding Jadi Penghambat Penyerapan Anggaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/01/03/20/410006/musim-hujan-dituding-jadi-penghambat-penyerapan-anggaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/01/03/20/410006/musim-hujan-dituding-jadi-penghambat-penyerapan-anggaran</guid><pubDate>Senin 03 Januari 2011 18:17 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/01/03/20/410006/iE9Ll1DI7x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi Foto: Heru Haryono/okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/01/03/20/410006/iE9Ll1DI7x.jpg</image><title>ilustrasi Foto: Heru Haryono/okezone</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menuding faktor musim hujan berkepanjangan sebagai salah satu penyebab utama lambannya realisasi proyek pemerintah yang menyebabkan penyerapan anggaran tidak maksimal.&quot;Ini karena musim hujan panjang, jadi ada proyek yang mundur,&quot; ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat konferensi pers di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (3/1/2011).Selain itu, yang menjadi masalah selanjutnya adalah masalah pembebasan lahan. &quot;Banyak proyek yang terhambat pelaksanaanya karena maslaah pembebasan lahan,&quot; ungkapnya.Meski demikian, dirinya mengaku adanya pengematan yang dilakukan Kementerian dan Lembaga (K/L). Agus menegaskan untuk tahun 2011 ini, pemerintah akan berupaya agar proyek-proyek yang direncanakan pada 2011 bisa dimulai lebih awal, sehingga penyerapan yang terjadi bisa merata di tiap kuartal.&quot;Pencairan APBN diharapkan tiap kuartal, sehingga tidak banyak idle yang berlebih. Kita cukup senang tahun ini, ke depannya diharapkan bisa lebih baik,&quot; tutupnya.Untuk tahun 2010, tahun ini pembiayaan defisit yang terealisasi hanya Rp86 triliun dari target sebesar Rp133,7 triliun sehingga terdapat sisa Rp47 triliun yang menjadi Silpa.&quot;Hingga akhir 2010 masih terdapat Silpa senilai Rp47 triliun. Ini karena realisasi defisit APBN-P hanya mencapai 0,62 persen atau Rp39,5 triliun,&quot; tuntasnya.(adn)</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menuding faktor musim hujan berkepanjangan sebagai salah satu penyebab utama lambannya realisasi proyek pemerintah yang menyebabkan penyerapan anggaran tidak maksimal.&quot;Ini karena musim hujan panjang, jadi ada proyek yang mundur,&quot; ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat konferensi pers di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (3/1/2011).Selain itu, yang menjadi masalah selanjutnya adalah masalah pembebasan lahan. &quot;Banyak proyek yang terhambat pelaksanaanya karena maslaah pembebasan lahan,&quot; ungkapnya.Meski demikian, dirinya mengaku adanya pengematan yang dilakukan Kementerian dan Lembaga (K/L). Agus menegaskan untuk tahun 2011 ini, pemerintah akan berupaya agar proyek-proyek yang direncanakan pada 2011 bisa dimulai lebih awal, sehingga penyerapan yang terjadi bisa merata di tiap kuartal.&quot;Pencairan APBN diharapkan tiap kuartal, sehingga tidak banyak idle yang berlebih. Kita cukup senang tahun ini, ke depannya diharapkan bisa lebih baik,&quot; tutupnya.Untuk tahun 2010, tahun ini pembiayaan defisit yang terealisasi hanya Rp86 triliun dari target sebesar Rp133,7 triliun sehingga terdapat sisa Rp47 triliun yang menjadi Silpa.&quot;Hingga akhir 2010 masih terdapat Silpa senilai Rp47 triliun. Ini karena realisasi defisit APBN-P hanya mencapai 0,62 persen atau Rp39,5 triliun,&quot; tuntasnya.(adn)</content:encoded></item></channel></rss>
