<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun Bandara &amp; Tol di Bali Makan Dana Rp4,5 T</title><description>Demi mengurangi kemacetan di Bali, pemerintah berencana untuk membangun  jalan tol. Pembangunan jalan tol dan bandara Ngurah Rai Bali sendiri  memakan dana sebanyak Rp4,5 triliun yang dananya diperoleh dari empat  BUMN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/01/11/320/412638/bangun-bandara-tol-di-bali-makan-dana-rp4-5-t</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/01/11/320/412638/bangun-bandara-tol-di-bali-makan-dana-rp4-5-t"/><item><title>Bangun Bandara &amp; Tol di Bali Makan Dana Rp4,5 T</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/01/11/320/412638/bangun-bandara-tol-di-bali-makan-dana-rp4-5-t</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/01/11/320/412638/bangun-bandara-tol-di-bali-makan-dana-rp4-5-t</guid><pubDate>Selasa 11 Januari 2011 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Idris Rusadi Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/01/11/320/412638/jrpgiS0cN5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Mustafa Abubakar. Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/01/11/320/412638/jrpgiS0cN5.jpg</image><title>Menteri BUMN Mustafa Abubakar. Foto: Koran SI</title></images><description>JAKARTA - Demi mengurangi kemacetan di Bali, pemerintah berencana untuk membangun jalan tol. Pembangunan jalan tol dan bandara Ngurah Rai Bali sendiri memakan dana sebanyak Rp4,5 triliun yang dananya diperoleh dari empat BUMN.Pembangunan jalan tol Sarangan-Nusa Dua (Tanjung Benoa) di Bali akan dilaksanakan oleh empat BUMN yang berkonsorsium dan membutuhkan biaya sekira Rp1,4 triliun-Rp1,6 triliun.&quot;Jadi ada empat BUMN berkonsorsium untuk bangun jalan tol Sarangan-Nusa Dua (Tanjung Benoa) di Bali. Dengan panjang 11,5 km. Jadi jalan ini dibangun berkonsorsium empat BUMN, Jasa Marga, Pelindo III, Angkasa Pura I, dan BTDC,&quot; ungkap Menteri BUMN Mustafa Abubakar, di Jakarta, Selasa (11/1/2011).Sementara biaya untuk pembangunan Bandara Ngurah Rai membutuhkan sekira Rp1,9 triliun. Ditambahkannya, dengan adanya dua proyek ini, BUMN akan mengalokasikan dana sekira Rp3,5 triliun. Adapun untuk pembangunan jalan ini tidak diperlukan dana dari APBN karena seluruh dananya telah menggunakan dana dari BUMN.&quot;Jadi kita tidak memerlukan dana dari APBN. Seluruhnya bisa menggunakan dana BUMN. Kita berharap jalan ini akan rampung sebelum APEC Summit di Bali tahun 2013. Dan ini kita sejalankan dengan pembangunan bandara Ngurah Rai. Juga harus selesai pada bulan Mei 2013,&quot; ungkapnya.Sekadar informasi, pembangunan jalan dan bandara ini merupakan kesiapan pemerintah dalam menyambut APEC Summit 2013 mendatang, di samping mengantisipasi kemacetan di Bali.&quot;Sehingga bandara selesai, terus bisa jalan ke kota. Lalu bandara juga bisa selesai pada saat nanti tamu-tamu negara kita dari berbagai negara sudah lebih convenient,&quot; tambahnya.Dijelaskannya, bandara tersebut dipugar secara radikal di mana saat ini terminalnya dipakai untuk domestik dan nantinya akan menjadi terminal internasional. Serta untuk yang internasional menjadi terminal domestik.&quot;Mudah-mudahan ini kontribusi nyata di BUMN kita. Untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Dan hari ini Menko sudah mengarahkan dan mengambil keputusan bahwa jalan tol alternatif diberikan oleh pemerintah. Sudah kita pilih alternatif empat BUMN ini,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Demi mengurangi kemacetan di Bali, pemerintah berencana untuk membangun jalan tol. Pembangunan jalan tol dan bandara Ngurah Rai Bali sendiri memakan dana sebanyak Rp4,5 triliun yang dananya diperoleh dari empat BUMN.Pembangunan jalan tol Sarangan-Nusa Dua (Tanjung Benoa) di Bali akan dilaksanakan oleh empat BUMN yang berkonsorsium dan membutuhkan biaya sekira Rp1,4 triliun-Rp1,6 triliun.&quot;Jadi ada empat BUMN berkonsorsium untuk bangun jalan tol Sarangan-Nusa Dua (Tanjung Benoa) di Bali. Dengan panjang 11,5 km. Jadi jalan ini dibangun berkonsorsium empat BUMN, Jasa Marga, Pelindo III, Angkasa Pura I, dan BTDC,&quot; ungkap Menteri BUMN Mustafa Abubakar, di Jakarta, Selasa (11/1/2011).Sementara biaya untuk pembangunan Bandara Ngurah Rai membutuhkan sekira Rp1,9 triliun. Ditambahkannya, dengan adanya dua proyek ini, BUMN akan mengalokasikan dana sekira Rp3,5 triliun. Adapun untuk pembangunan jalan ini tidak diperlukan dana dari APBN karena seluruh dananya telah menggunakan dana dari BUMN.&quot;Jadi kita tidak memerlukan dana dari APBN. Seluruhnya bisa menggunakan dana BUMN. Kita berharap jalan ini akan rampung sebelum APEC Summit di Bali tahun 2013. Dan ini kita sejalankan dengan pembangunan bandara Ngurah Rai. Juga harus selesai pada bulan Mei 2013,&quot; ungkapnya.Sekadar informasi, pembangunan jalan dan bandara ini merupakan kesiapan pemerintah dalam menyambut APEC Summit 2013 mendatang, di samping mengantisipasi kemacetan di Bali.&quot;Sehingga bandara selesai, terus bisa jalan ke kota. Lalu bandara juga bisa selesai pada saat nanti tamu-tamu negara kita dari berbagai negara sudah lebih convenient,&quot; tambahnya.Dijelaskannya, bandara tersebut dipugar secara radikal di mana saat ini terminalnya dipakai untuk domestik dan nantinya akan menjadi terminal internasional. Serta untuk yang internasional menjadi terminal domestik.&quot;Mudah-mudahan ini kontribusi nyata di BUMN kita. Untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Dan hari ini Menko sudah mengarahkan dan mengambil keputusan bahwa jalan tol alternatif diberikan oleh pemerintah. Sudah kita pilih alternatif empat BUMN ini,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
