<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hatta Didesak Siapkan Sistem Logistik Nasional</title><description>Ketua Umum BPP ARDIN Indonesia Bambang Soesatyo akan mendesak Menko  Perekonomian dan Menko Polhukam untuk menyiapkan implementasi Sistem  Logistik Nasional (Sislognas).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/01/17/320/414822/hatta-didesak-siapkan-sistem-logistik-nasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/01/17/320/414822/hatta-didesak-siapkan-sistem-logistik-nasional"/><item><title>Hatta Didesak Siapkan Sistem Logistik Nasional</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/01/17/320/414822/hatta-didesak-siapkan-sistem-logistik-nasional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/01/17/320/414822/hatta-didesak-siapkan-sistem-logistik-nasional</guid><pubDate>Senin 17 Januari 2011 16:37 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/01/17/320/414822/85RiJsZT0s.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/01/17/320/414822/85RiJsZT0s.jpg</image><title>Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Foto: Koran SI</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum BPP ARDIN Indonesia Bambang Soesatyo akan mendesak Menko Perekonomian dan Menko Polhukam untuk menyiapkan implementasi Sistem Logistik Nasional (Sislognas).&quot;Ardin akan mendesak menteri koordinator perekonomian dan menteri koordinator Polhukam untuk segera menyiapkan implementasi Sislognas,&quot; ungkap Bambang dalam seminar Memahami Monopoli Distribusi Barang di Indonesia, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (17/1/2011).Lebih lanjut, dia mengimbau Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memberi perhatian ekstra terhadap masalah efisiensi Sislognas, karena menyebabkan harga jual menjadi tinggi.&quot;Ardin mengimbau Kemendag untuk memberi perhatian ekstra terhadap masalah efisiensi Sislognas. Inefisiensi biaya logistik menyebabkan pembentukan harga jual produk menjadi tinggi,&quot; ungkap Bambang.Namun Bambang menilai konsep Sislognas sulit terwujud jika hanya Kemendag saja yang bekerja. &quot;Konsep Sislognas akan sulit diwujudkan jika kementerian lain membiarkan Kemendag bekerja sendirian,&quot; kata Bambang.Sekadar informasi, hingga kini kontribusi biaya logistik bagi pembentukan harga jual produk mencapai 20 persen hingga 25 persen. Di malaysia rata-rata paling tinggi 15 persen, Amerika Serikat 10,1 persen, Jepang 10,6 persen, dan korea Selatan 16,3 persen. Akibatnya produk dalam negeri tidak kompetitif di pasar lokal maupun sektoral.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum BPP ARDIN Indonesia Bambang Soesatyo akan mendesak Menko Perekonomian dan Menko Polhukam untuk menyiapkan implementasi Sistem Logistik Nasional (Sislognas).&quot;Ardin akan mendesak menteri koordinator perekonomian dan menteri koordinator Polhukam untuk segera menyiapkan implementasi Sislognas,&quot; ungkap Bambang dalam seminar Memahami Monopoli Distribusi Barang di Indonesia, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (17/1/2011).Lebih lanjut, dia mengimbau Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memberi perhatian ekstra terhadap masalah efisiensi Sislognas, karena menyebabkan harga jual menjadi tinggi.&quot;Ardin mengimbau Kemendag untuk memberi perhatian ekstra terhadap masalah efisiensi Sislognas. Inefisiensi biaya logistik menyebabkan pembentukan harga jual produk menjadi tinggi,&quot; ungkap Bambang.Namun Bambang menilai konsep Sislognas sulit terwujud jika hanya Kemendag saja yang bekerja. &quot;Konsep Sislognas akan sulit diwujudkan jika kementerian lain membiarkan Kemendag bekerja sendirian,&quot; kata Bambang.Sekadar informasi, hingga kini kontribusi biaya logistik bagi pembentukan harga jual produk mencapai 20 persen hingga 25 persen. Di malaysia rata-rata paling tinggi 15 persen, Amerika Serikat 10,1 persen, Jepang 10,6 persen, dan korea Selatan 16,3 persen. Akibatnya produk dalam negeri tidak kompetitif di pasar lokal maupun sektoral.</content:encoded></item></channel></rss>
