<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korsel Serius Investasi di Indonesia</title><description>Pemerintah memastikan investor Korea Selatan (Korsel) serius menanamkan  modalnya di Indonesia. Dalam waktu tiga sampai empat tahun mendatang  investasi Korsel bisa mencapai USD15 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/02/16/20/425154/korsel-serius-investasi-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/02/16/20/425154/korsel-serius-investasi-di-indonesia"/><item><title>Korsel Serius Investasi di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/02/16/20/425154/korsel-serius-investasi-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/02/16/20/425154/korsel-serius-investasi-di-indonesia</guid><pubDate>Rabu 16 Februari 2011 09:55 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SI</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/02/16/20/425154/tl8hn9dAEb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/02/16/20/425154/tl8hn9dAEb.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Corbis</title></images><description>BUSAN - Pemerintah memastikan investor Korea Selatan (Korsel) serius menanamkan modalnya di Indonesia. Dalam waktu tiga sampai empat tahun mendatang investasi Korsel bisa mencapai USD15 miliar.Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan memastikan investasi Korsel di Indonesia akan bertambah besar dari tahun ke tahun. Kondisi itulah yang membuat pemerintah optimistis target investasi dari Korsel dalam tiga sampai empat tahun mendatang diperkirakan bisa mencapai USD15 miliar atau sekira Rp150 triliun.&quot;Sejauh ini investasi Korsel di Indonesia positif. Kita komitmen untuk mengakomodasi minat investor Korsel yang besar pada Indonesia,&amp;rdquo; tutur Gita saat mendampingi Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dalam kunjungan ke Busan, Korsel, kemarin.Hatta berada di Korsel sebagai utusan khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) guna meningkatkan hubungan kedua negara. Menurut Gita, minat investor Korsel untuk menanamkan modalnya di Indonesia semakin meningkat setelah dua perusahaan besar dari Negeri Ginseng itu berinvestasi di Tanah Air.Keduanya adalah perusahaan baja kelas dunia, Pohang Iron &amp;amp; Steel Corporation (Posco) dan pabrik ban Hankook Co Ltd. Setelah investasi itu, investor dari Korsel terus berdatangan ke Indonesia.Menurut Gita, kebiasaan investor Korsel selama ini tidak akan ragu menanamkan modalnya di manapun, asalkan pendahulunya sukses berinvestasi di negara yang dituju. &amp;ldquo;Itu sifat dari investor dari Korsel,&amp;rdquo; ujarnya.Selain itu, hubungan pemimpin kedua negara juga menentukan tingginya minat investor Korsel yang menanamkan modalnya di Indonesia.Pemerintah Korsel sangat terbuka menerima delegasi Indonesia. Dia memaparkan, akan banyak sekali sektor investasi yang dimasuki pengusaha Korsel di Indonesia. Ini mulai dari pembangunan infrastruktur dan industri manufaktur seperti pabrik ban mobil dan motor.Tidak tertutup kemungkinan masuknya investor Korsel dalam industri elektronik dan properti. &amp;ldquo;Seperti yang telah dilakukan pendahulu mereka, yakni Posco,&amp;rdquo; ungkapnya.Gita menuturkan, investor Korsel sangat berbeda dibandingkan pengusaha dari negara lain. Rata-rata investor dari Korsel tidak bertele-tele dalam menanamkan modalnya.Investor Korsel berani mengambil risiko fiskal untuk mengatalisasi industrialisasi dan infrastruktur. Mereka bahkan berani merambah investasi di daerah yang dinilai kurang berkembang. Niat investor Korsel yang sangat serius untuk menanamkan modalnya di Indonesia ditanggapi positif oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa.Menurut Hatta, sejauh ini dalam kunjungan ke Korsel belum ada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara. Namun, Pemerintah Korsel sudah menyampaikan minatnya untuk menanamkan modal di Indonesia. Masalah itu masih dibicarakan oleh kedua belah pihak.LAPORAN WARTAWAN SINDOBERNADETTE LILIA NOVAdari Busan, Korsel</description><content:encoded>BUSAN - Pemerintah memastikan investor Korea Selatan (Korsel) serius menanamkan modalnya di Indonesia. Dalam waktu tiga sampai empat tahun mendatang investasi Korsel bisa mencapai USD15 miliar.Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan memastikan investasi Korsel di Indonesia akan bertambah besar dari tahun ke tahun. Kondisi itulah yang membuat pemerintah optimistis target investasi dari Korsel dalam tiga sampai empat tahun mendatang diperkirakan bisa mencapai USD15 miliar atau sekira Rp150 triliun.&quot;Sejauh ini investasi Korsel di Indonesia positif. Kita komitmen untuk mengakomodasi minat investor Korsel yang besar pada Indonesia,&amp;rdquo; tutur Gita saat mendampingi Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dalam kunjungan ke Busan, Korsel, kemarin.Hatta berada di Korsel sebagai utusan khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) guna meningkatkan hubungan kedua negara. Menurut Gita, minat investor Korsel untuk menanamkan modalnya di Indonesia semakin meningkat setelah dua perusahaan besar dari Negeri Ginseng itu berinvestasi di Tanah Air.Keduanya adalah perusahaan baja kelas dunia, Pohang Iron &amp;amp; Steel Corporation (Posco) dan pabrik ban Hankook Co Ltd. Setelah investasi itu, investor dari Korsel terus berdatangan ke Indonesia.Menurut Gita, kebiasaan investor Korsel selama ini tidak akan ragu menanamkan modalnya di manapun, asalkan pendahulunya sukses berinvestasi di negara yang dituju. &amp;ldquo;Itu sifat dari investor dari Korsel,&amp;rdquo; ujarnya.Selain itu, hubungan pemimpin kedua negara juga menentukan tingginya minat investor Korsel yang menanamkan modalnya di Indonesia.Pemerintah Korsel sangat terbuka menerima delegasi Indonesia. Dia memaparkan, akan banyak sekali sektor investasi yang dimasuki pengusaha Korsel di Indonesia. Ini mulai dari pembangunan infrastruktur dan industri manufaktur seperti pabrik ban mobil dan motor.Tidak tertutup kemungkinan masuknya investor Korsel dalam industri elektronik dan properti. &amp;ldquo;Seperti yang telah dilakukan pendahulu mereka, yakni Posco,&amp;rdquo; ungkapnya.Gita menuturkan, investor Korsel sangat berbeda dibandingkan pengusaha dari negara lain. Rata-rata investor dari Korsel tidak bertele-tele dalam menanamkan modalnya.Investor Korsel berani mengambil risiko fiskal untuk mengatalisasi industrialisasi dan infrastruktur. Mereka bahkan berani merambah investasi di daerah yang dinilai kurang berkembang. Niat investor Korsel yang sangat serius untuk menanamkan modalnya di Indonesia ditanggapi positif oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa.Menurut Hatta, sejauh ini dalam kunjungan ke Korsel belum ada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara. Namun, Pemerintah Korsel sudah menyampaikan minatnya untuk menanamkan modal di Indonesia. Masalah itu masih dibicarakan oleh kedua belah pihak.LAPORAN WARTAWAN SINDOBERNADETTE LILIA NOVAdari Busan, Korsel</content:encoded></item></channel></rss>
