<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapasitas Produksi Latinusa Naik Jadi 30%</title><description>PT Pelat Timah Nusantara Tbk (Latinusa/NIKL) menuturkan proses  peningkatan kapasitas produksi (revumping) sekarang ini sudah sekira 30  persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/02/17/320/425692/kapasitas-produksi-latinusa-naik-jadi-30</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/02/17/320/425692/kapasitas-produksi-latinusa-naik-jadi-30"/><item><title>Kapasitas Produksi Latinusa Naik Jadi 30%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/02/17/320/425692/kapasitas-produksi-latinusa-naik-jadi-30</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/02/17/320/425692/kapasitas-produksi-latinusa-naik-jadi-30</guid><pubDate>Kamis 17 Februari 2011 12:37 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/02/17/320/425692/ofpTFxrXNX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/02/17/320/425692/ofpTFxrXNX.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Corbis</title></images><description>JAKARTA - PT Pelat Timah Nusantara Tbk (Latinusa/NIKL) menuturkan proses peningkatan kapasitas produksi (revumping) sekarang ini sudah sekira 30 persen. Latinusa tahun ini memproses pabriknya agar bisa ada kenaikan kapasitas produksi sebesar 30 ribu ton menjadi 160 ribu ton dari sebelumnya 130 ribu ton.&quot;Kalau pada akhir 2010 lalu prosesnya sudah 20 persen. Kalau Februari ini mungkin sekira 30 persenan,&quot; jelas Direktur Utama NIKL Ardhiman di Wisma Baja, Jakarta, Kamis (17/2/2011).&amp;nbsp;Dia menjelaskan, jika proses penambahan kapasitas yang direncanakan akan rampung dalam jangka waktu setahun ini sudah melewati tahapan awalnya, yakni proses desain. &quot;Sudah beres,&quot; imbuhnya.&amp;nbsp;Sekarang ini, dia mengatakan pihaknya tengah menunggu sejumlah barang-barang yang dibutuhkan untuk penambahan kapasitas tersebut. &quot;Kita pesan dari Jepang dan Eropa, waktu yang dibutuhkan adalah enam sampai delapan bulan untuk mendatangkan barang itu,&quot; ungkap dia.&amp;nbsp;Dia menuturkan jika dalam proses tersebut, pihaknya memang akan ada penurunan produksinya. Tapi, dia mengakalinya dengan mendatangkan barang produksi dari Nippon Steel untuk menutupi kekurangan pasokan itu.&amp;nbsp;&quot;Pokoknya pasar tidak akan ada kekurangan, kita akan lakukan penambahan produksi ketika bisa produksi. Dan jika masih kurang, kita datangkan dari Nippon Steel,&quot; ungkap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pelat Timah Nusantara Tbk (Latinusa/NIKL) menuturkan proses peningkatan kapasitas produksi (revumping) sekarang ini sudah sekira 30 persen. Latinusa tahun ini memproses pabriknya agar bisa ada kenaikan kapasitas produksi sebesar 30 ribu ton menjadi 160 ribu ton dari sebelumnya 130 ribu ton.&quot;Kalau pada akhir 2010 lalu prosesnya sudah 20 persen. Kalau Februari ini mungkin sekira 30 persenan,&quot; jelas Direktur Utama NIKL Ardhiman di Wisma Baja, Jakarta, Kamis (17/2/2011).&amp;nbsp;Dia menjelaskan, jika proses penambahan kapasitas yang direncanakan akan rampung dalam jangka waktu setahun ini sudah melewati tahapan awalnya, yakni proses desain. &quot;Sudah beres,&quot; imbuhnya.&amp;nbsp;Sekarang ini, dia mengatakan pihaknya tengah menunggu sejumlah barang-barang yang dibutuhkan untuk penambahan kapasitas tersebut. &quot;Kita pesan dari Jepang dan Eropa, waktu yang dibutuhkan adalah enam sampai delapan bulan untuk mendatangkan barang itu,&quot; ungkap dia.&amp;nbsp;Dia menuturkan jika dalam proses tersebut, pihaknya memang akan ada penurunan produksinya. Tapi, dia mengakalinya dengan mendatangkan barang produksi dari Nippon Steel untuk menutupi kekurangan pasokan itu.&amp;nbsp;&quot;Pokoknya pasar tidak akan ada kekurangan, kita akan lakukan penambahan produksi ketika bisa produksi. Dan jika masih kurang, kita datangkan dari Nippon Steel,&quot; ungkap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
