<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Bersih Latinusa Naik 78%</title><description>Produsen bahan baku kaleng (tinplate), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 78 persen menjadi Rp74,58 miliar pada akhir 2010 dibandingkan dengan tahun 2009 yang sebesar Rp41,99 miliar</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/03/15/278/434908/laba-bersih-latinusa-naik-78</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/03/15/278/434908/laba-bersih-latinusa-naik-78"/><item><title>Laba Bersih Latinusa Naik 78%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/03/15/278/434908/laba-bersih-latinusa-naik-78</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/03/15/278/434908/laba-bersih-latinusa-naik-78</guid><pubDate>Selasa 15 Maret 2011 09:21 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/03/15/278/434908/ugAGM2L6LW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logo Latinusa. Foto: Krakatau Steel</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/03/15/278/434908/ugAGM2L6LW.jpg</image><title>Logo Latinusa. Foto: Krakatau Steel</title></images><description>JAKARTA - Produsen bahan baku kaleng (tinplate), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 77,58 persen menjadi Rp74,58 miliar pada akhir 2010 dibandingkan dengan tahun 2009 yang sebesar Rp41,99 miliar.Demikian terungkap dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan perseroan di Jakarta, Selasa (15/3/2011).Naiknya laba perseroan ini, salah satunya akibat tumbuhnya pendapatan perseroan sebesar 15 persen menjadi Rp1,36 triliun dari periode sebelumnya yang sebesar Rp1,18 triliun. Laba kotor perseroan juga naik menjadi Rp185 miliar dari sebelumnya Rp153,98 miliar.Sementara laba usaha dari anak usaha PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) ini naik menjadi Rp77 miliar dari sebelumnya Rp66,94 miliar. Perseroan juga mengalami kenaikan laba atas penjualan aset tetap dan aset lain-lain menjadi Rp14,66 miliar dari sebelumnya Rp3,5 miliar, pendapatan bunga naik menjadi Rp8,34 miliar dari sebelumnya Rp2,25 miliar.Tak hanya itu, menguatnya nilai tukar rupiah juga membuat rugi kurs perseroan menurun drastis menjadi hanya Rp444,59 juta dari periode sebelumnya yang sebesar Rp7,07 miliar.Di samping itu, jumlah aset perusahaan yang juga dikenal dengan Latinusa ini mengalami kenaikan sebesar 51 persen menjadi Rp917 miliar dari sebelumnya yang sebesar Rp608,3 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Produsen bahan baku kaleng (tinplate), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 77,58 persen menjadi Rp74,58 miliar pada akhir 2010 dibandingkan dengan tahun 2009 yang sebesar Rp41,99 miliar.Demikian terungkap dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan perseroan di Jakarta, Selasa (15/3/2011).Naiknya laba perseroan ini, salah satunya akibat tumbuhnya pendapatan perseroan sebesar 15 persen menjadi Rp1,36 triliun dari periode sebelumnya yang sebesar Rp1,18 triliun. Laba kotor perseroan juga naik menjadi Rp185 miliar dari sebelumnya Rp153,98 miliar.Sementara laba usaha dari anak usaha PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) ini naik menjadi Rp77 miliar dari sebelumnya Rp66,94 miliar. Perseroan juga mengalami kenaikan laba atas penjualan aset tetap dan aset lain-lain menjadi Rp14,66 miliar dari sebelumnya Rp3,5 miliar, pendapatan bunga naik menjadi Rp8,34 miliar dari sebelumnya Rp2,25 miliar.Tak hanya itu, menguatnya nilai tukar rupiah juga membuat rugi kurs perseroan menurun drastis menjadi hanya Rp444,59 juta dari periode sebelumnya yang sebesar Rp7,07 miliar.Di samping itu, jumlah aset perusahaan yang juga dikenal dengan Latinusa ini mengalami kenaikan sebesar 51 persen menjadi Rp917 miliar dari sebelumnya yang sebesar Rp608,3 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
