<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2011, BI Optimis Kredit UKM Tumbuh 25%</title><description>Bank Indonesia (BI) optimistis kredit usaha kecil menengah (UKM) akan  tumbuh sebsar 25 persen di tahun 2011 ini. Meningkatnya kredit UKM  tersebut didukung oleh terbentuknya lembaga pemeringkat atau pemeringkat  rating debitur UKM di tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/03/18/320/436336/2011-bi-optimis-kredit-ukm-tumbuh-25</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/03/18/320/436336/2011-bi-optimis-kredit-ukm-tumbuh-25"/><item><title>2011, BI Optimis Kredit UKM Tumbuh 25%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/03/18/320/436336/2011-bi-optimis-kredit-ukm-tumbuh-25</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/03/18/320/436336/2011-bi-optimis-kredit-ukm-tumbuh-25</guid><pubDate>Jum'at 18 Maret 2011 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Idris Rusadi Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/03/18/320/436336/f9X6ZeUmhU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Grafik</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/03/18/320/436336/f9X6ZeUmhU.jpg</image><title>Ilustrasi: Grafik</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) optimistis kredit usaha kecil menengah (UKM) akan tumbuh sebsar 25 persen di tahun 2011 ini. Meningkatnya kredit UKM tersebut didukung oleh terbentuknya lembaga pemeringkat atau pemeringkat rating debitur UKM di tahun ini.&quot;Saya rasa kredit khusus UKM akan meningkat hingga 25 persen, atau mencapai Rp106 triliun,&quot; ujar Direktur Direktorat Kredit, BPR dan UMKM  BI Edi Setiadi ketika ditemui wartawan usai salat Jumat di kantor Bank  Indonesia, Jakarta, Jumat (18/3/2011).Dia menambahkan kredit UKM di 2011 akan didukung oleh adanya lembaga pemeringkat yang mulai melakukan pemeringkatan atau rating bagi UKM. Dengan adanya rating debitur tersebut sektor UKM yang belum bankable dimana mencapai 50 juta akan mulai mendapatkan pembiayaan industri jasa keuangan.&quot;Sudah ada beberapa lembaga pemeringkat seperti Pefindo dan ICRA dari India mereka sudah mengatakan kesiapan melakukan rating bagi debitur UKM dan&amp;nbsp; nantinya bank dan industri jasa keuangan lain akan mudah memberikan pembiayaan dari rating tersebut,&quot; tuturnya.Lebih jauh dia menjelaskan lembaga rating hanya melakukan pemeringkatan tanpa meminta dana dari sektor UKM dan yang akan membayar fasilitas ini adalah jasa keuangan yang akan memberikan pembiayaan.&quot;Waktu itu ada pembicaraan sekitar Rp20 juta bagi bank yang akan menggunakan sebuah data rating UKM. Memang yang dirating yakni UKM tidak akan dikenakan biaya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) optimistis kredit usaha kecil menengah (UKM) akan tumbuh sebsar 25 persen di tahun 2011 ini. Meningkatnya kredit UKM tersebut didukung oleh terbentuknya lembaga pemeringkat atau pemeringkat rating debitur UKM di tahun ini.&quot;Saya rasa kredit khusus UKM akan meningkat hingga 25 persen, atau mencapai Rp106 triliun,&quot; ujar Direktur Direktorat Kredit, BPR dan UMKM  BI Edi Setiadi ketika ditemui wartawan usai salat Jumat di kantor Bank  Indonesia, Jakarta, Jumat (18/3/2011).Dia menambahkan kredit UKM di 2011 akan didukung oleh adanya lembaga pemeringkat yang mulai melakukan pemeringkatan atau rating bagi UKM. Dengan adanya rating debitur tersebut sektor UKM yang belum bankable dimana mencapai 50 juta akan mulai mendapatkan pembiayaan industri jasa keuangan.&quot;Sudah ada beberapa lembaga pemeringkat seperti Pefindo dan ICRA dari India mereka sudah mengatakan kesiapan melakukan rating bagi debitur UKM dan&amp;nbsp; nantinya bank dan industri jasa keuangan lain akan mudah memberikan pembiayaan dari rating tersebut,&quot; tuturnya.Lebih jauh dia menjelaskan lembaga rating hanya melakukan pemeringkatan tanpa meminta dana dari sektor UKM dan yang akan membayar fasilitas ini adalah jasa keuangan yang akan memberikan pembiayaan.&quot;Waktu itu ada pembicaraan sekitar Rp20 juta bagi bank yang akan menggunakan sebuah data rating UKM. Memang yang dirating yakni UKM tidak akan dikenakan biaya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
