<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasokan Komponen Alat Berat dari Jepang Terhambat</title><description>Bencana tsunami dan gempa bumi yang terjadi di Jepang dikhawatirkan akan  menghambat pasokan komponen impor untuk alat berat nasional dalam satu  sampai dua bulan ke depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/03/20/320/436845/pasokan-komponen-alat-berat-dari-jepang-terhambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/03/20/320/436845/pasokan-komponen-alat-berat-dari-jepang-terhambat"/><item><title>Pasokan Komponen Alat Berat dari Jepang Terhambat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/03/20/320/436845/pasokan-komponen-alat-berat-dari-jepang-terhambat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/03/20/320/436845/pasokan-komponen-alat-berat-dari-jepang-terhambat</guid><pubDate>Minggu 20 Maret 2011 16:27 WIB</pubDate><dc:creator>Sandra Karina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/03/20/320/436845/qlBnpFnZD3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/03/20/320/436845/qlBnpFnZD3.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Corbis</title></images><description>JAKARTA - Bencana tsunami dan gempa bumi yang terjadi di Jepang dikhawatirkan akan menghambat pasokan komponen impor untuk alat berat nasional dalam satu sampai dua bulan ke depan.Direktur Permesinan Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) C Triharso mengatakan, sebagian besar perusahaan komponen alat berat sebagian besar berlokasi di wilayah terjadinya bencana.Maka dari itu, Triharso berharap, produsen alat berat nasional bisa mengoptimalkan penggunaan konten lokal. Pada saat ini, kata dia, tingkat konten lokal alat berat nasional sudah mencapai 40 persen.Menurutnya, industri komponen alat berat nasional belum bisa memproduksi mesin (engine) dan sistem hidrolik. Jadi, kata dia, masih bergantung penuh pada impor dari Jepang.Sementara itu, Triharso mendesak percepatan persetujuan bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP) untuk sektor industri alat berat. Pasalnya, kata dia, hingga kini, tingkat suplai dan permintaan di sektor industri itu masih tidak seimbang.&quot;Saya sudah dikejar-kejar industri. Mereka minta dipercepat dan hingga kini belum ada kepastian,&quot; tegas Triharso.Menteri Perindustrian MS Hidayat menambahkan, persetujuan BMDTP yang molor disebabkan karena adanya masalah birokrasi. &amp;ldquo;Iya memang harus cepat, ini sudah telat kemarin janji saya Febuari.&amp;lrm;â€&lt; Akhir bulan ini pasti selesai. &amp;lrm;â€&lt;Kamu tahu birokrasi kan panjang dan ribet,&amp;rdquo; kata Hidayat.</description><content:encoded>JAKARTA - Bencana tsunami dan gempa bumi yang terjadi di Jepang dikhawatirkan akan menghambat pasokan komponen impor untuk alat berat nasional dalam satu sampai dua bulan ke depan.Direktur Permesinan Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) C Triharso mengatakan, sebagian besar perusahaan komponen alat berat sebagian besar berlokasi di wilayah terjadinya bencana.Maka dari itu, Triharso berharap, produsen alat berat nasional bisa mengoptimalkan penggunaan konten lokal. Pada saat ini, kata dia, tingkat konten lokal alat berat nasional sudah mencapai 40 persen.Menurutnya, industri komponen alat berat nasional belum bisa memproduksi mesin (engine) dan sistem hidrolik. Jadi, kata dia, masih bergantung penuh pada impor dari Jepang.Sementara itu, Triharso mendesak percepatan persetujuan bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP) untuk sektor industri alat berat. Pasalnya, kata dia, hingga kini, tingkat suplai dan permintaan di sektor industri itu masih tidak seimbang.&quot;Saya sudah dikejar-kejar industri. Mereka minta dipercepat dan hingga kini belum ada kepastian,&quot; tegas Triharso.Menteri Perindustrian MS Hidayat menambahkan, persetujuan BMDTP yang molor disebabkan karena adanya masalah birokrasi. &amp;ldquo;Iya memang harus cepat, ini sudah telat kemarin janji saya Febuari.&amp;lrm;â€&lt; Akhir bulan ini pasti selesai. &amp;lrm;â€&lt;Kamu tahu birokrasi kan panjang dan ribet,&amp;rdquo; kata Hidayat.</content:encoded></item></channel></rss>
