<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alokasi Dana Rumah Murah Naik Jadi Rp1 Triliun</title><description>Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad berencana untuk  meningkatkan alokasi dana untuk rumah murah bagi nelayan mencapai lima  kali lipat dari tahun ini. Meskipun proyek tersebut baru sebatas wacana.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/03/23/20/437989/alokasi-dana-rumah-murah-naik-jadi-rp1-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/03/23/20/437989/alokasi-dana-rumah-murah-naik-jadi-rp1-triliun"/><item><title>Alokasi Dana Rumah Murah Naik Jadi Rp1 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/03/23/20/437989/alokasi-dana-rumah-murah-naik-jadi-rp1-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/03/23/20/437989/alokasi-dana-rumah-murah-naik-jadi-rp1-triliun</guid><pubDate>Rabu 23 Maret 2011 13:55 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/03/23/20/437989/qAe0OhwUTH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Kelautan &amp; Perikanan Fadel Muhammad. Foto: okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/03/23/20/437989/qAe0OhwUTH.jpg</image><title>Menteri Kelautan &amp; Perikanan Fadel Muhammad. Foto: okezone</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad berencana untuk meningkatkan alokasi dana untuk rumah murah bagi nelayan mencapai lima kali lipat dari tahun ini. Meskipun proyek tersebut baru sebatas wacana.Fadel akan meminta tambahan alokasi dana bagi pembangunan rumah miskin yang ditujukan untuk nelayan dari sebelumnya Rp226 miliar di 2011 menjadi Rp1 triliun di 2012.&quot;Tahun ini untuk kesejahteraan bagi mereka hanya Rp200 miliar, Rp226 miliar persisnya. Tahun depan kita minta Rp1 triliun. Barangkali untuk kesejahteraan mereka,&quot; ujar Fadel kala ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (23/3/2011).Adapun pembangunan rumah murah bagi nelayan ini merupakan bagian dari pengembangan kluster baru, yakni kluster keempat.&quot;Kluster keempat ini kluster kesejahteraan buat nelayan, kita harapkan kluster ini rumah-rumah nelayan yang demikian banyak yang itu, kita bikin program-program khusus buat kesejahteraan mereka,&quot; ujarnya.Menurut Fadel, penambahan ini dilakukan atas perintah Presiden RI sebagai bentuk perhatian akan nelayan. &quot;Karena itu kemauan presiden untuk kembali memberikan perhatian kepada nelayan,&quot; ujarnya.Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan, jika rumah murah yang hendak dibangun difokuskan untuk nelayan. &quot;Kemarin kita putuskan nelayan harus kita utamakan karena kita sangat kasihan,&quot; ungkap Hatta.Adapun cicilan rumah ini, jelas Hatta akan di bawah Rp200 ribu per bulannya. &quot;Bahkan di bawah itu (Rp200 ribu), ada skema yang akan dibuat nantinya,&quot; jelas Hatta.Sedangkan untuk bunganya, dijelaskan akan ada percampuran antara bunga yang sangat rendah, subsidi dan bunga pemerintah. &quot;Akan di-mix bunganya sangat rendah di-mix antara subsidi dan bunga pemerintah,&quot; tambahnya.Hatta menjelaskan, jika nantinya perumahan tersebut juga akan mendapatkan fasilitas listrik dan air bersih.&quot;Bangunan fisik kemudian karena kluster kita ada listrik dan air bersih kemudian rumah sehat dan nelayan maka kita bisa sekaligus kluster itu akan sekalian diselesaikan, tapi listrik itu kan sudah menjadi suatu program itu terlalu teknis,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad berencana untuk meningkatkan alokasi dana untuk rumah murah bagi nelayan mencapai lima kali lipat dari tahun ini. Meskipun proyek tersebut baru sebatas wacana.Fadel akan meminta tambahan alokasi dana bagi pembangunan rumah miskin yang ditujukan untuk nelayan dari sebelumnya Rp226 miliar di 2011 menjadi Rp1 triliun di 2012.&quot;Tahun ini untuk kesejahteraan bagi mereka hanya Rp200 miliar, Rp226 miliar persisnya. Tahun depan kita minta Rp1 triliun. Barangkali untuk kesejahteraan mereka,&quot; ujar Fadel kala ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (23/3/2011).Adapun pembangunan rumah murah bagi nelayan ini merupakan bagian dari pengembangan kluster baru, yakni kluster keempat.&quot;Kluster keempat ini kluster kesejahteraan buat nelayan, kita harapkan kluster ini rumah-rumah nelayan yang demikian banyak yang itu, kita bikin program-program khusus buat kesejahteraan mereka,&quot; ujarnya.Menurut Fadel, penambahan ini dilakukan atas perintah Presiden RI sebagai bentuk perhatian akan nelayan. &quot;Karena itu kemauan presiden untuk kembali memberikan perhatian kepada nelayan,&quot; ujarnya.Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan, jika rumah murah yang hendak dibangun difokuskan untuk nelayan. &quot;Kemarin kita putuskan nelayan harus kita utamakan karena kita sangat kasihan,&quot; ungkap Hatta.Adapun cicilan rumah ini, jelas Hatta akan di bawah Rp200 ribu per bulannya. &quot;Bahkan di bawah itu (Rp200 ribu), ada skema yang akan dibuat nantinya,&quot; jelas Hatta.Sedangkan untuk bunganya, dijelaskan akan ada percampuran antara bunga yang sangat rendah, subsidi dan bunga pemerintah. &quot;Akan di-mix bunganya sangat rendah di-mix antara subsidi dan bunga pemerintah,&quot; tambahnya.Hatta menjelaskan, jika nantinya perumahan tersebut juga akan mendapatkan fasilitas listrik dan air bersih.&quot;Bangunan fisik kemudian karena kluster kita ada listrik dan air bersih kemudian rumah sehat dan nelayan maka kita bisa sekaligus kluster itu akan sekalian diselesaikan, tapi listrik itu kan sudah menjadi suatu program itu terlalu teknis,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
