<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hatta Rajasa: Ekonomi RI Tak Overheating</title><description>Pemerintah yakin bahwa ekonomi Indonesia tidak mengalami overheating  seperti yang dilaporkan lembaga asing belakangan ini. Bahkan, ekonomi  Indonesia dinyatakan baik-baik saja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/04/25/20/449521/hatta-rajasa-ekonomi-ri-tak-overheating</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/04/25/20/449521/hatta-rajasa-ekonomi-ri-tak-overheating"/><item><title>Hatta Rajasa: Ekonomi RI Tak Overheating</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/04/25/20/449521/hatta-rajasa-ekonomi-ri-tak-overheating</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/04/25/20/449521/hatta-rajasa-ekonomi-ri-tak-overheating</guid><pubDate>Senin 25 April 2011 11:11 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/04/25/20/449521/fNFZvYgZiz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Foto: Tangguh Putra/okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/04/25/20/449521/fNFZvYgZiz.jpg</image><title>Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Foto: Tangguh Putra/okezone</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah yakin bahwa ekonomi Indonesia tidak mengalami overheating seperti yang dilaporkan lembaga asing belakangan ini. Bahkan, ekonomi Indonesia dinyatakan baik-baik saja.&quot;Ekonomi kita di kuartal satu kemarin tumbuh sekira 6,1 persen sementara sekarang sekira 6,4 persen dan outlook sekira 6,6-6,7 persen dan itu normal. Rupiah kita juga menguat terus,&quot; kata Menteri Perekonomian Hatta Rajasa dijumpai di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (25/4/2011).Lebih lanjut, dia mengatakan bila Indonesia harus waspada terhadap tiga hal yakni inflasi global, kenaikan harga-harga pangan akibat ketidaknormalan iklim, dan kenaikan harga minyak mentah Indonesia atau ICP (Indonesia Crude Price) yang sudah di luar prediksi mencapai USD102 per barel per Desember- Maret kemarin dari prakiraan harga sekira USD80 per barel.&quot;Kami sempat menyayangkan juga kenapa kita tidak bisa memanfaatkan kenaikan harga ini, karena lifting kita juga mungkin tidak tercapai,&quot; katanya. Diakuinya, program pengetatan dalam masalah minyak belum dilakukan pemerintah. &quot;Yang penting disiplin dan mengetahui dengan pasti bahwa anggaran subsidi kita terbatas,&quot; katanya.Selain itu, pemerintah sudah melakukan exercise untuk target volume produksi minyak pada 2012 yang berada di kisaran 960-970 ribu barel dan di 2013 nanti sudah akan mencapai target, yaitu di angka satu juta barel.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah yakin bahwa ekonomi Indonesia tidak mengalami overheating seperti yang dilaporkan lembaga asing belakangan ini. Bahkan, ekonomi Indonesia dinyatakan baik-baik saja.&quot;Ekonomi kita di kuartal satu kemarin tumbuh sekira 6,1 persen sementara sekarang sekira 6,4 persen dan outlook sekira 6,6-6,7 persen dan itu normal. Rupiah kita juga menguat terus,&quot; kata Menteri Perekonomian Hatta Rajasa dijumpai di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (25/4/2011).Lebih lanjut, dia mengatakan bila Indonesia harus waspada terhadap tiga hal yakni inflasi global, kenaikan harga-harga pangan akibat ketidaknormalan iklim, dan kenaikan harga minyak mentah Indonesia atau ICP (Indonesia Crude Price) yang sudah di luar prediksi mencapai USD102 per barel per Desember- Maret kemarin dari prakiraan harga sekira USD80 per barel.&quot;Kami sempat menyayangkan juga kenapa kita tidak bisa memanfaatkan kenaikan harga ini, karena lifting kita juga mungkin tidak tercapai,&quot; katanya. Diakuinya, program pengetatan dalam masalah minyak belum dilakukan pemerintah. &quot;Yang penting disiplin dan mengetahui dengan pasti bahwa anggaran subsidi kita terbatas,&quot; katanya.Selain itu, pemerintah sudah melakukan exercise untuk target volume produksi minyak pada 2012 yang berada di kisaran 960-970 ribu barel dan di 2013 nanti sudah akan mencapai target, yaitu di angka satu juta barel.</content:encoded></item></channel></rss>
