<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kuartal I, MDS Klaim Bayar Utang Rp400 Miliar</title><description>Perusahaan ritel PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) menuturkan  pada kuartal-I 2011 telah membayar utang sebesar Rp400 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/05/04/278/453330/kuartal-i-mds-klaim-bayar-utang-rp400-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/05/04/278/453330/kuartal-i-mds-klaim-bayar-utang-rp400-miliar"/><item><title>Kuartal I, MDS Klaim Bayar Utang Rp400 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/05/04/278/453330/kuartal-i-mds-klaim-bayar-utang-rp400-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/05/04/278/453330/kuartal-i-mds-klaim-bayar-utang-rp400-miliar</guid><pubDate>Rabu 04 Mei 2011 17:48 WIB</pubDate><dc:creator>R Ghita Intan Permatasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/04/278/453330/UHCabT1iYJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/04/278/453330/UHCabT1iYJ.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Corbis</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan ritel PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) menuturkan pada kuartal-I 2011 telah membayar utang sebesar Rp400 miliar.&quot;Pada kuartal-I 2011 ini kita telah membayar utang sebesar Rp400 miliar. Dana untuk membayar utang tersebut berasal dari kas internal,&quot; ungkap Direktur Keuangan LPPF Richard Gibson, saat RUPST LPPF, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (4/5/2011).Richard pun menuturkan awal pinjaman perseroan adalah sebesar Rp3,25 triliun dan posisi utang di akhir 2010 adalah sebesar Rp3,087 triliun. Perseroan pun berharap pada akhir 2011 nanti posisi utangnya akan berada pada posisi Rp2,5 triliun.Di sisi lain, Richard mengatakan bahwa komposisi pemegang saham perseroan saat ini adalah 98,5 persen dipegang oleh Medow, dan sebesar 1,85 persen dipegang oleh publik. LPPF pun optimis pertumbuhan penjualan pada 2011 bisa tumbuh sebesar 15 persen.&quot;Kami optimis pada 2011 ini pertumbuhan penjualan bisa tumbuh 15 persen karena didukung oleh pembukaan toko baru dan dilakukannya efisiensi biaya oleh perseroan,&quot; tandasnya.Selain itu, dia mengungkapkan bahwa efek inflasi tidak terlalu berpengaruh karena perseroan sendiri bergerak dalam bidang ritel fashion di mana ritel fashion saat ini sangat kuat. &quot;Dengan segmen konsumen yang middle up, perseroan konsisten untuk mempertahankan konsistensi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan ritel PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) menuturkan pada kuartal-I 2011 telah membayar utang sebesar Rp400 miliar.&quot;Pada kuartal-I 2011 ini kita telah membayar utang sebesar Rp400 miliar. Dana untuk membayar utang tersebut berasal dari kas internal,&quot; ungkap Direktur Keuangan LPPF Richard Gibson, saat RUPST LPPF, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (4/5/2011).Richard pun menuturkan awal pinjaman perseroan adalah sebesar Rp3,25 triliun dan posisi utang di akhir 2010 adalah sebesar Rp3,087 triliun. Perseroan pun berharap pada akhir 2011 nanti posisi utangnya akan berada pada posisi Rp2,5 triliun.Di sisi lain, Richard mengatakan bahwa komposisi pemegang saham perseroan saat ini adalah 98,5 persen dipegang oleh Medow, dan sebesar 1,85 persen dipegang oleh publik. LPPF pun optimis pertumbuhan penjualan pada 2011 bisa tumbuh sebesar 15 persen.&quot;Kami optimis pada 2011 ini pertumbuhan penjualan bisa tumbuh 15 persen karena didukung oleh pembukaan toko baru dan dilakukannya efisiensi biaya oleh perseroan,&quot; tandasnya.Selain itu, dia mengungkapkan bahwa efek inflasi tidak terlalu berpengaruh karena perseroan sendiri bergerak dalam bidang ritel fashion di mana ritel fashion saat ini sangat kuat. &quot;Dengan segmen konsumen yang middle up, perseroan konsisten untuk mempertahankan konsistensi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
