<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Faktor Cuaca Picu Kinerja Industri Pupuk Turun</title><description>Kementerian Perindustrian mencatat sektor industri barang kayu, hasil  hutan serta industri pupuk, kimia dan barang karet mengalami penurunan  produksi selama kuartal satu tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/05/06/320/454028/faktor-cuaca-picu-kinerja-industri-pupuk-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/05/06/320/454028/faktor-cuaca-picu-kinerja-industri-pupuk-turun"/><item><title>Faktor Cuaca Picu Kinerja Industri Pupuk Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/05/06/320/454028/faktor-cuaca-picu-kinerja-industri-pupuk-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/05/06/320/454028/faktor-cuaca-picu-kinerja-industri-pupuk-turun</guid><pubDate>Jum'at 06 Mei 2011 12:53 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/06/320/454028/Sl4to7d9Lv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/06/320/454028/Sl4to7d9Lv.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perindustrian mencatat sektor industri barang kayu, hasil hutan serta industri pupuk, kimia dan barang karet mengalami penurunan produksi selama kuartal satu tahun ini.&quot;Industri pupuk, kimia dan karet menurun 0,07 persen dan industri barang kayu dan hasil hutan lain mengalami penurunan juga sebesar 0,4 persen,&quot; ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Anshari Bukhari dalam jumpa media di Jakarta, Jumat (06/05/2011).Terkait dengan penurunan ini, Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Tony Tanduk menjelaskan bahwa penurunan penyerapan pupuk selama setahun terakhir karena faktor cuaca sehingga petani sulit melakukan penanaman.&quot;Industri kimia mengalami penurunan disamping itu juga karena kenaikan harga minyak secara global. Namun kita optimis produksi pupuk tahun ini bisa naik mencapai 7,1-7,8 juta ton&quot; ungkapnya.Peningkatan produksi pupuk dapat mengalami kenaikan karena pemerintah sedang berkonsentrasi untuk mendukung ketahanan pangan.Ia juga menyatakan bahwa produksi pupuk pada tahun 2010 kemarin ditargetkan mencapai 8,3 juta ton. Namun, realisasi produksi pupuk di 2010 hanya sekira 6,8 juta ton dengan alokasi pupuk untuk subsidi sebesar 80 persen.&quot;Tidak terpenuhinya target ini dikarenakan suplai gas sebagai bahan baku utama gas tersendat,&quot; tutup Tony.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perindustrian mencatat sektor industri barang kayu, hasil hutan serta industri pupuk, kimia dan barang karet mengalami penurunan produksi selama kuartal satu tahun ini.&quot;Industri pupuk, kimia dan karet menurun 0,07 persen dan industri barang kayu dan hasil hutan lain mengalami penurunan juga sebesar 0,4 persen,&quot; ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Anshari Bukhari dalam jumpa media di Jakarta, Jumat (06/05/2011).Terkait dengan penurunan ini, Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Tony Tanduk menjelaskan bahwa penurunan penyerapan pupuk selama setahun terakhir karena faktor cuaca sehingga petani sulit melakukan penanaman.&quot;Industri kimia mengalami penurunan disamping itu juga karena kenaikan harga minyak secara global. Namun kita optimis produksi pupuk tahun ini bisa naik mencapai 7,1-7,8 juta ton&quot; ungkapnya.Peningkatan produksi pupuk dapat mengalami kenaikan karena pemerintah sedang berkonsentrasi untuk mendukung ketahanan pangan.Ia juga menyatakan bahwa produksi pupuk pada tahun 2010 kemarin ditargetkan mencapai 8,3 juta ton. Namun, realisasi produksi pupuk di 2010 hanya sekira 6,8 juta ton dengan alokasi pupuk untuk subsidi sebesar 80 persen.&quot;Tidak terpenuhinya target ini dikarenakan suplai gas sebagai bahan baku utama gas tersendat,&quot; tutup Tony.</content:encoded></item></channel></rss>
