<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketahanan Pangan dan Energi Penting Bagi ASEAN</title><description>Dalam pidato pembuka di pertemuan kepala negara KTT ASEAN hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memandang penting ketahanan pangan dan energi ASEAN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/05/07/20/454361/ketahanan-pangan-dan-energi-penting-bagi-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/05/07/20/454361/ketahanan-pangan-dan-energi-penting-bagi-asean"/><item><title>Ketahanan Pangan dan Energi Penting Bagi ASEAN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/05/07/20/454361/ketahanan-pangan-dan-energi-penting-bagi-asean</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/05/07/20/454361/ketahanan-pangan-dan-energi-penting-bagi-asean</guid><pubDate>Sabtu 07 Mei 2011 10:55 WIB</pubDate><dc:creator>Fajar Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/07/20/454361/YidG4VSNpX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : SBY, Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/07/20/454361/YidG4VSNpX.jpg</image><title>Foto : SBY, Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash;&amp;nbsp; Dalam pidato pembuka di pertemuan kepala negara KTT ASEAN hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memandang penting ketahanan pangan dan energi ASEAN.Menurut SBY saat ini dan kedepan ASEAN menghadapi ketahanan pangan dan energi dalam situasi global. Sementara populasi dunia diproyeksikan akan tumbuh pesat dari 7 milliar menjadi 10 miliar di tahun 2045.&amp;ldquo;Ketahanan pangan menjadi tantangan besar bagi ASEAN. Perlu kerjasama nyaa dan efektif untuk menentukan program yang berorientasi untuk ketahanan pangan rakyat,&amp;rdquo; ucap SBY dalam pidato pembukaan KTT ASEAN di JCC, Jakarta, Sabtu (7/5/2011).SBY menilai perlu dibentuk integrated food security yang komprehensif. &amp;ldquo;Secara khusus perlu diformulasikan cadangan pangan ASEAN yang berkelanjutan yang bisa membantu petani keluar dari masalah kemiskinan,&amp;rdquo; lanjutnya.Masalah lain yang patut menjadi perhatian adalah ketahanan energi ASEAN. &amp;ldquo;ASEAN harus cari solusi inovatif sumber energi baru dan terbarukan,&amp;rdquo; tegas SBY. Hal ini dilakukan untuk mengurangi konsumsi energi&amp;nbsp; yang memiliki dampak buruk pada lingkungan. Kepala negara mengatakan ASEAN harus memperkuat kerjasama kawasan dalam pengembangan energi terbarukan. Ini termasuk diperlukannya pusat penelitan geortemal dan teknologi hidro. &amp;ldquo;Sejarah menunjukan kenaikan pangan dan energi menaikan jumlah penduduk miskin. Padahal menurunkannya adalah sesuatu yang tidak mudah,&amp;rdquo; menurut SBY.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash;&amp;nbsp; Dalam pidato pembuka di pertemuan kepala negara KTT ASEAN hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memandang penting ketahanan pangan dan energi ASEAN.Menurut SBY saat ini dan kedepan ASEAN menghadapi ketahanan pangan dan energi dalam situasi global. Sementara populasi dunia diproyeksikan akan tumbuh pesat dari 7 milliar menjadi 10 miliar di tahun 2045.&amp;ldquo;Ketahanan pangan menjadi tantangan besar bagi ASEAN. Perlu kerjasama nyaa dan efektif untuk menentukan program yang berorientasi untuk ketahanan pangan rakyat,&amp;rdquo; ucap SBY dalam pidato pembukaan KTT ASEAN di JCC, Jakarta, Sabtu (7/5/2011).SBY menilai perlu dibentuk integrated food security yang komprehensif. &amp;ldquo;Secara khusus perlu diformulasikan cadangan pangan ASEAN yang berkelanjutan yang bisa membantu petani keluar dari masalah kemiskinan,&amp;rdquo; lanjutnya.Masalah lain yang patut menjadi perhatian adalah ketahanan energi ASEAN. &amp;ldquo;ASEAN harus cari solusi inovatif sumber energi baru dan terbarukan,&amp;rdquo; tegas SBY. Hal ini dilakukan untuk mengurangi konsumsi energi&amp;nbsp; yang memiliki dampak buruk pada lingkungan. Kepala negara mengatakan ASEAN harus memperkuat kerjasama kawasan dalam pengembangan energi terbarukan. Ini termasuk diperlukannya pusat penelitan geortemal dan teknologi hidro. &amp;ldquo;Sejarah menunjukan kenaikan pangan dan energi menaikan jumlah penduduk miskin. Padahal menurunkannya adalah sesuatu yang tidak mudah,&amp;rdquo; menurut SBY.</content:encoded></item></channel></rss>
