<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korsel : Proyek Ini Harus Cepat-Cepat Direalisasikan</title><description>Menteri Ekonomi Korea Selatan (Korsel) Choi Joong Kyung mengatakan kerja  sama ekonomi antara kedua negara harus cepat direalisasikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/05/18/20/458158/korsel-proyek-ini-harus-cepat-cepat-direalisasikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/05/18/20/458158/korsel-proyek-ini-harus-cepat-cepat-direalisasikan"/><item><title>Korsel : Proyek Ini Harus Cepat-Cepat Direalisasikan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/05/18/20/458158/korsel-proyek-ini-harus-cepat-cepat-direalisasikan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/05/18/20/458158/korsel-proyek-ini-harus-cepat-cepat-direalisasikan</guid><pubDate>Rabu 18 Mei 2011 09:48 WIB</pubDate><dc:creator>Bernadette Lilia Nova</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/18/20/458158/a7vP6ctCN5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Ekonomi Korsel Choi Joong Kyung. Foto: koreaittimes</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/18/20/458158/a7vP6ctCN5.jpg</image><title>Menteri Ekonomi Korsel Choi Joong Kyung. Foto: koreaittimes</title></images><description>NUSA DUA - Menteri Ekonomi Korea Selatan (Korsel) Choi Joong Kyung mengatakan kerja sama ekonomi antara kedua negara harus cepat direalisasikan. Karena bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedua negara menjadi lebih baik.&quot;Proyek-proyek yang ditandatangani hari ini harus cepat-cepat direalisasikan,&quot; katanya menggunakan Bahasa Indonesia untuk kalimat cepat-cepat, dalam acara Working Level Task Force Meeting antara Korsel dengan Indonesia di Nusa Dua, Bali, Rabu (18/5/2011).Pernyataan itu pun langsung disambut aplaus panjang oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa dan deputi menko perekonomian.Memorandum of Undertanding (MoU) yang hari ini disepakati kata Choi, penting untuk langkah ke depan ekonomi kedua negara. Korsel kata dia, tidak ragu untuk menanamkan investasi di Indonesia. Karena Indonesia menjadi salah satu negara di ASIA Tenggara dengan ekonomi yang bergerak maju. &quot;Sampai 2020, saya yakin investasi Korsel di Indonesia bisa mencapai USD100 miliar,&quot; katanya.Tujuh MoU yang ditandatangani dalam&amp;nbsp; Working Level Task Force Meeting RI-Republic of Korea adalah, bidang perdagangan dan investasi, pertanian, kerjasama dibidang energi, infrastruktur dan konstruksi, industri, kerjasama pengembangan industri manufaktur dan kerjasama dibidang kebijakan keuangan.</description><content:encoded>NUSA DUA - Menteri Ekonomi Korea Selatan (Korsel) Choi Joong Kyung mengatakan kerja sama ekonomi antara kedua negara harus cepat direalisasikan. Karena bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedua negara menjadi lebih baik.&quot;Proyek-proyek yang ditandatangani hari ini harus cepat-cepat direalisasikan,&quot; katanya menggunakan Bahasa Indonesia untuk kalimat cepat-cepat, dalam acara Working Level Task Force Meeting antara Korsel dengan Indonesia di Nusa Dua, Bali, Rabu (18/5/2011).Pernyataan itu pun langsung disambut aplaus panjang oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa dan deputi menko perekonomian.Memorandum of Undertanding (MoU) yang hari ini disepakati kata Choi, penting untuk langkah ke depan ekonomi kedua negara. Korsel kata dia, tidak ragu untuk menanamkan investasi di Indonesia. Karena Indonesia menjadi salah satu negara di ASIA Tenggara dengan ekonomi yang bergerak maju. &quot;Sampai 2020, saya yakin investasi Korsel di Indonesia bisa mencapai USD100 miliar,&quot; katanya.Tujuh MoU yang ditandatangani dalam&amp;nbsp; Working Level Task Force Meeting RI-Republic of Korea adalah, bidang perdagangan dan investasi, pertanian, kerjasama dibidang energi, infrastruktur dan konstruksi, industri, kerjasama pengembangan industri manufaktur dan kerjasama dibidang kebijakan keuangan.</content:encoded></item></channel></rss>
