<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proyek Kerja sama Pemerintah Swasta Dipangkas</title><description>Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas memangkas  jumlah proyek kerja sama pemerintah dan swasta atau yang lebih dikenal  dengan public private partnership (PPP).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/05/24/20/460444/proyek-kerja-sama-pemerintah-swasta-dipangkas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/05/24/20/460444/proyek-kerja-sama-pemerintah-swasta-dipangkas"/><item><title>Proyek Kerja sama Pemerintah Swasta Dipangkas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/05/24/20/460444/proyek-kerja-sama-pemerintah-swasta-dipangkas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/05/24/20/460444/proyek-kerja-sama-pemerintah-swasta-dipangkas</guid><pubDate>Selasa 24 Mei 2011 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Wisnoe Moerti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/24/20/460444/rA7ZKZLL6G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Tangguh Putra/okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/24/20/460444/rA7ZKZLL6G.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Tangguh Putra/okezone</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas memangkas jumlah proyek kerja sama pemerintah dan swasta atau yang lebih dikenal dengan public private partnership (PPP).Pemangkasan proyek-proyek PPP tersebut termasuk bagian dari kewenangan Kementerian PPPN/Bappenas sebagai back office pengembangan proyek kerja sama pemerintah-swasta.Deputi bidang sarana dan prasarana Kementerian PPN/Bappenas Dedy Priatna mengungkapkan, pihaknya tengah menyelesaikan tahap akhir revisi PPP Book 2011-2014 atau yang nantinya disebut daftar rencana proyek kerjasama (DRPK).Menurutnya, revisi tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi program PPP yang selama ini dinilai belum efektif dan maksimal, sehingga perlu terus dibenahi.Dedi mengakui, terdapat beberapa proyek yang awalnya masuk PPP Book 2011-2014 yang diluncurkan Bappenas sejak Maret 2009, pada dasarnya tidak siap dan perlu dievaluasi.&amp;ldquo;Dari 100 proyek yang masuk dalam PPP Book, ada sekira 30-an proyek yang selama dua tahun tidak ada perkembangan,&amp;rdquo; ungkap Dedy, di Jakarta, Selasa (24/5/2011).Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan lima proyek PPP yang sudah show case yakni PLTU Jateng senilai USD3 miliar, Pelabuhan Tanah Ampo, Bali senilai USD30 juta, proyek rel kereta api Manggarai-Bandara Soekarno Hatta senilai USD735 juta, proyek jalan tol bandara Medan Kuala Namu senilai USD475 juta, dan proyek air minum Umbulan Jawa Timur senilai USD200 juta.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas memangkas jumlah proyek kerja sama pemerintah dan swasta atau yang lebih dikenal dengan public private partnership (PPP).Pemangkasan proyek-proyek PPP tersebut termasuk bagian dari kewenangan Kementerian PPPN/Bappenas sebagai back office pengembangan proyek kerja sama pemerintah-swasta.Deputi bidang sarana dan prasarana Kementerian PPN/Bappenas Dedy Priatna mengungkapkan, pihaknya tengah menyelesaikan tahap akhir revisi PPP Book 2011-2014 atau yang nantinya disebut daftar rencana proyek kerjasama (DRPK).Menurutnya, revisi tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi program PPP yang selama ini dinilai belum efektif dan maksimal, sehingga perlu terus dibenahi.Dedi mengakui, terdapat beberapa proyek yang awalnya masuk PPP Book 2011-2014 yang diluncurkan Bappenas sejak Maret 2009, pada dasarnya tidak siap dan perlu dievaluasi.&amp;ldquo;Dari 100 proyek yang masuk dalam PPP Book, ada sekira 30-an proyek yang selama dua tahun tidak ada perkembangan,&amp;rdquo; ungkap Dedy, di Jakarta, Selasa (24/5/2011).Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan lima proyek PPP yang sudah show case yakni PLTU Jateng senilai USD3 miliar, Pelabuhan Tanah Ampo, Bali senilai USD30 juta, proyek rel kereta api Manggarai-Bandara Soekarno Hatta senilai USD735 juta, proyek jalan tol bandara Medan Kuala Namu senilai USD475 juta, dan proyek air minum Umbulan Jawa Timur senilai USD200 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
